Renovasi Sekolah Rakyat di Lampung Belum Rampung, Calon Siswa Pulang ke Rumah

Sekolah Rakyat di Lampung masuk dalam tahap 1B sehingga masih renovasi. Kegiatan belajar akan dimulai pada akhir Juli 2025.

15 Jul 2025 10:16 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Oleh Vina Oktavia

LAMPUNG SELATAN, KOMPAS — Gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, masih dalam renovasi. Kontraktor diminta memprioritaskan renovasi asrama dan ruang kelas agar kegiatan pembelajaran bisa dilaksanakan pada akhir Juli 2025.

Hingga Selasa (15/7/2025), gedung Sekolah Rakyat di kompleks perkantoran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung masih direnovasi. Puing-puing bangunan masih berserakan.

Para pekerja terlihat masih sibuk membangun fondasi gedung. Mereka baru mulai mengerjakan proyek renovasi sekolah rakyat itu pada 5 Juli 2025.

Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi mengatakan, ada 37 lokasi Sekolah Rakyat yang masuk dalam kategori tahap 1B, termasuk di Lampung.

Saat ini, gedung sekolah rakyat tahap 1B masih dalam renovasi. Kegiatan belajar akan dimulai pada akhir Juli 2025.  

Di Lampung, katanya, kontrak renovasi sekolah ditandatangani pada 4 Juli 2025. Renovasi gedung itu diperkirakan membutuhkan 45 hari atau baru akan selesai pada 17 Agustus 2025.

Meski begitu, pemerintah telah mendorong rekanan proyek renovasi mempercepat pekerjaaannya. Alasannya, kegiatan belajar siswa ditargetkan bisa dimulai pada akhir Juli 2025.

”Paling utama adalah asrama dan ruang kelas agar bisa digunakan untuk proses pembelajaran siswa,” kata Aswarodi di Bandar Lampung.

Saat ini, sudah 75 siswa Sekolah Rakyat yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, mereka kembali dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Para peserta didik akan dijemput masuk asrama dan mulai belajar di sekolah rakyat pada akhir Juli 2025.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi saat diwawnacarai di Bandar Lampung, Selasa (8/7/2025)

Tahun ini, pemerintah menargetkan membuka Sekolah Rakyat di 200 lokasi untuk menampung 20.000 siswa. Sekolah Rakyat tahap 1A sebanyak 63 lokasi sudah memulai pembelajaran pada 14 Juli 2025 sesuai kalender tahun ajaran baru.  

Sementara itu, sekolah rakyat tahap 1B di 37 lokasi akan memulai pembelajaran akhir Juli 2025. Adapun sekolah rakyat tahap 1C sebanyak 100 lokasi masih dalam persiapan.

Aswarodi menambahkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan pembukaan Sekolah Rakyat untuk jenjang SD dan SMP.

Menurut rencana, Sekolah Rakyat yang masuk dalam tahap 1C itu akan menggunakan gedung balai latihan kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan di Bandar Lampung.  

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat meninjau pemeriksaan kesehatan siswa sekolah rakyat di Badan Pengembangan Sumber Daya Alam (BPSDM) Provinsi Lampung, pada Senin (14/7/2025)

”Provinsi Lampung sudah disetujui untuk Sekolah Rakyat tahap 1C. Rencananya, akan ada tiga rombongan belajar yang dibuka tahun ini. Dua rombongan belajar SD dan satu rombongan belajar SMP dengan total 75 siswa,” katanya.

Untuk mempersiapkan pembukaan sekolah itu, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Bandar Lampung untuk rekrutmen siswa. Peserta didik diutamakan anak-anak putus sekolah dari Bandar Lampung dan sekitarnya.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 32 Lampung Selatan Asis Prasetyo mengatakan, kegiatan belajar di sekolah mau tidak mau harus menunggu renovasi gedung sekolah tuntas.

Setelah menjalani tes kesehatan, para siswa akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Mereka baru akan kembali masuk asrama dan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat jika renovasi sudah selesai.

Ke depan, Asis mengungkapkan, latar belakang para siswa yang cukup beragam menjadi salah satu tantangan dalam mendidik anak di sekolah rakyat.

Dari hasil analisis dewan guru, ada sejumlah siswa yang sempat putus sekolah kemudian melanjutkan pendidikan kesetaraan jenjang SMP atau paket B. Ada juga siswa yang baru lulus dari sekolah umum atau pondok pesantren.

Karena itu, katanya, masa pengenalan lingkungan sekolah akan berlangsung lebih lama, 2-3 bulan. Nantinya para siswa juga akan menjalani asesmen untuk mengidentifikasi potensi dan bakat siswa.

Setelah itu, menurut Asis, bakal dilanjutkan dengan tes kesiapan belajar siswa untuk mengetahui kemampuan siswa dalam matematika, bahasa Indonesia, dan literasi digital.

Dia menambahkan, kurikulum pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah rakyat mengikuti kurikulum nasional. Selain mata pelajaran wajib, para siswa juga akan mendapatkan tambahan ekstrakulikuler yang sesuai minat dan bakat mereka.

Seorang siswa sekolah rakyat menjalani pemeriksaan kesehatan mata sebelum memulai pendidikan, pada Senin (14/7/2025). Sebanyak 75 siswa melanjutkan pendidikan menengah atas di sekolah rakyat.

Asis menambahkan, pembelajaran di sekolah rakyat itu juga akan berbasis learning management system memanfaatkan teknologi digital. Para siswa akan dibekali fasilitas komputer atau laptop. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pendidikan bahasa Inggris secara intensif.

Saat ini, ada 18 guru yang disiapkan untuk mengajar. Selain itu, ada 14 tenaga kependidikan yang akan membantu operasional di Sekolah Rakyat, yaitu 1 petugas operator sekolah, 1 petugas TU, 1 bendahara, 4 wali asuh, 3 wali asrama, dan 4 petugas satpam.


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan