PEROMBAKAN KABINET

”Reshuffle” Jilid VII, Pratikno Dicopot, Pergeseran Sugiono dan Listyo, Bahlil Merangkap

Presiden Prabowo Subianto, dalam perombakan kabinet kali ini, melantik total 18 pejabat.

01 Okt 2026 15:49 WIB · Politik & Hukum

Kompas/Hendra A Setyawan

Oleh Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu, Nino Citra Anugrahanto

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026). Sebanyak 10 menteri dan pejabat setingkat menteri serta sejumlah pejabat tinggi negara, pimpinan lembaga, dan pimpinan Polri dilantik dalam perombakan gelombang ketujuh ini di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo melantik total 18 pejabat. Rinciannya meliputi 5 menteri, 5 wakil menteri, 4 pejabat tinggi lembaga negara/badan, Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) dan Wakil Kepala Kepolisian Negara RI (Wakapolri), serta dua unsur pimpinan Ombudsman RI.

Sugiono digeser dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Adapun posisi Menteri Luar Negeri diisi oleh Arrmanatha Christiawan Nasir yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

Kemudian, Dudung Abdurachman beralih tugas dari Kepala Staf Kepresidenan menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Posisi yang ditinggalkan Dudung diisi oleh Listyo Sigit Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat kepada Jenderal Suyudi Ario Seto setelah dilantik menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kompas/Hendra A Setyawan

Sementara Bahlil Lahadalia kembali dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dengan status merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian.

Prabowo juga melantik lima wakil menteri, yakni Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, serta Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Kemudian, Nurkholishoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman juga dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo melantik Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Sementara itu, Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) yang baru, didampingi oleh Komisaris Jenderal Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Sebelum acara pelantikan tersebut, Presiden Prabowo turut menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Listyo dan Dedi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian di bidang kepolisian dan negara.

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) bersama para Wakil Ketua DPR (dari kiri ke kanan) Rachmad Gobel, Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Muhaimin Iskandar memberikan ucapan selamat kepada orang anggota Ombudsman Republik Indonesia periode 2021-2026 yang baru saja disahkan dalam Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Rapat dihadiri oleh 377 orang anggota dewan secara fisik maupun virtual.Kompas/Wawan H Prabowo

Di samping itu, Presiden akhirnya melantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI dan Radian Syam sebagai anggota Ombudsman RI untuk sisa masa jabatan 2026-2031.

Dalam pelantikan itu, Pratikno dan Djamari Chaniago yang dicopot dari jabatannya turut menghadiri upacara pelantikan. Namun, keduanya enggan berkomentar banyak setelah dicopot Presiden dari jabatan mereka.

”Saya menyampaikan terima kasih sudah diberikan kepercayaan luar biasa di bidang yang memang menjadi bidang saya ya, di bidang pembangunan manusia,” ujar Pratikno seusai menghadiri pelantikan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman berterima kasih atas kepercayaan Presiden Prabowo untuk tugas barunya. Ia meyakini, tugas anyar yang menantinya itu tidak akan mudah. Kendati demikian, ia berjanji bakal meningkatkan koordinasi jajaran kementerian di bawahnya demi menjamin keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

”Langkah awal saya akan koordinasi dengan semua instansi terkait dari kelembagaan di bawah koordinasi Polkam adalah tentang sinkronisasi situasi keamanan saat ini untuk semakin kondusif,” kata Dudung.

Hal senada diutarakan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional Dedi Prasetyo. Sebagai langkah awal, ia akan melakukan asesmen terlebih dahulu sambil berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara serta Kementerian PAN dan RB. Ia perlu merumuskan kerangka organisasinya demi memastikan kelak badan yang dipimpinnya itu mampu mengakselerasi visi Presiden Prabowo dalam urusan reforma agraria.

”Ya, visi besarnya nanti, ya. Nanti kalau badan ini betul-betul strukturnya semuanya sudah terisi, baru nanti kita akan rencanakan langkah-langkah berikutnya, mulai dari perencanaan, kemudian rencana aksinya, sampai dengan target di akhir tahun 2026 ini,” kata Dedi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu, Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati