Guyuran hujan di kawasan hulu di Bogor menyebabkan banjir di Bekasi dan Jakarta. Sejumlah kawasan terendam hingga 2meter, kawasan pemakaman pun ikut terendam.
03 Mar 2025 16:59 WIB · Metro
BEKASI, KOMPAS — Banjir besar yang melanda kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, berdampak hingga ke Kota Bekasi. Ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum Jatisari, Kota Bekasi, terendam. Ketinggian air bahkan menyentuh 1 meter. Pada Senin (3/3/2025), banjir berangsur surut, tetapi tetap meninggalkan lumpur tebal.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi Roy Sadaralam, Senin, mengatakan, banjir mulai menggenangi area makam sekitar pukul 06.00 WIB. Ketinggian air berkisar 20 sentimeter (cm) sampai 1 meter.
Banjir yang merendam pemakaman di TPU Jatisari merupakan air kiriman dari wilayah Bogor. Banjir kiriman yang merendam pemakaman seperti ini hampir terjadi setiap tahun, terutama ketika kawasan hulu diguyur hujan berintensitas tinggi.
”Namun, biasanya, siklus banjir besar yang menggenangi makanakan terjadi setiap lima tahun,” kata Roy.
Saat ini, sekalipun banjir berangsur surut, sisa banjir masih membekas, yakni berupa lumpur tebal. ”Tugas kami selanjutnya adalah membersihkan makam dari lumpur,” kata Roy.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/7c3144dc1e69c53551541a26a058aeda-20250303RAM_Banjir_Pemakaman_II.jpg)
Tidak hanya di Bekasi, beberapa tempat di Jakarta pun masih terendam banjir. Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, banjir yang merendam wilayah Bogor dan sekitarnya pada Minggu memicu banjir di wilayah Jakarta. Hingga pukul 15.00, BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 52 RT, yang terendam.
Di wilayah Jakarta Selatan, ada 18 RT yang tersebar di Kelurahan Tanjung Barat, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru dengan ketinggian banjir berkisar 30 cm sampai 300 cm.
Di wilayah Jakarta Timur, terdapat 34 RT yang terendam, yaitu di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan dengan ketinggian berkisar 40 cm sampai 250 cm.
Akibatnya, ratusan warga masih mengungsi di beberapa tempat seperti sekolah, tempat ibadah, dan di kantor pemerintahan.
Untuk mengatasi banjir, ujar Yohan, BPBD DKI Jakarta masih mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/03/7f857dfd-79b9-4c2f-bbca-657d8798bfdb_jpg.jpg)
Banjir yang merendam pemakaman di TPU Jatisari merupakan air kiriman dari wilayah Bogor. Banjir kiriman yang merendam pemakaman seperti ini hampir terjadi setiap tahun, terutama ketika kawasan hulu diguyur hujan berintensitas tinggi.
Upaya ini penting untuk memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. ”Karena kami menargetkan genangan surut dalam waktu cepat,” katanya.
Penulis:
Rhama Purna JatiEditor:
Rini Kustiasih