Banjir setinggi 20 sentimeter hingga 5 meter melanda sejumlah area di Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, dan Jakarta.
04 Mar 2025 09:42 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Hujan deras yang mengguyur Jabodetabek mengakibatkan banjir di beberapa titik hingga Selasa (4/3/2025) pagi. Ribuan warga di Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, dan Jakarta terdampak banjir sehingga terpaksa mengungsi.
Kota Bekasi di Jawa Barat menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Banjir merendam 20 titik di tujuh kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Priadi Santoso menyebut, beberapa wilayah, seperti Pondok Gede Permai dan Villa Jati Rasa, tergenang air hingga setinggi 3 meter. Situasi ini mengharuskan pemadaman listrik untuk keselamatan warga.
”Hujan deras di hulu Kali Bekasi dan Kota Bekasi sejak sore hingga malam menyebabkan banjir. Beberapa lokasi terdampak cukup parah hingga mencapai 3 meter,” kata Priadi ketika dihubungi Selasa.
BPBD Kota Bekasi melaporkan, banjir melanda Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 70 cm hingga 3 meter.
Sebanyak 360 warga mengungsi di Kampung Lebak, Teluk Pucung, Bekasi Utara. Sementara 400 warga lainnya berlindung di rumah tetangga di Gang Mawar, Bekasi Timur.
Priadi mengatakan, pihaknya masih menyisir lokasi terdampak banjir untuk mengevakuasi warga terdampak. Kemudian mendistribusikan bantuan darurat, termasuk makanan siap saji dan air bersih, serta berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk pemadaman listrik di area berisiko.
”Tim BPBD terus bekerja untuk mengevakuasi warga yang terdampak serta memastikan keselamatan mereka. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” ucap Priadi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/03/ae1578e7-5e8a-4d26-b5bb-efba415fb15c_jpg.jpg)
Di Kota Tangerang Selatan, Banten, air setinggi 20 cm hingga 1,2 meter melanda 11 titik di Ciputat Timur, Ciputat, Pondok Aren, Pamulang, Serpong Utara, dan Jurangmangu Barat. Sebanyak 1.960 keluarga di beberapa perumahan dan permukiman terdampak banjir.
Perumahan Pondok Maharta dan Perumahan Taman Mangu paling terdampak. Masing-masing 650 keluarga dan 400 keluarga terdampak banjir di kawasan tersebut.
Satuan Tugas BPBD Kota Tangerang Selatan Dian Wiriyawan mengatakan, hujan deras sejak Senin malam menyebabkan banjir hingga Selasa pagi. Sejumlah langkah telah dilakukan, seperti evakuasi warga terdampak dan penyedotan air di titik-titik rawan.
Sementara itu, di Jakarta, terdapat 62 RT dan 4 ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian 20 cm hingga 5 meter di beberapa lokasi. Banjir antara lain berasal dari luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.
Jakarta Selatan dan Jakarta Timur paling terdampak banjir, terutama di Rawajati, Pejaten Timur, dan Gedong, yang dekat Kali Ciliwung.
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyebut, hingga Selasa pagi, ratusan warga mengungsi ke sekolah, masjid, dan RPTRA. Tim gabungan juga masih mengevakuasi warga, mendistribusikan bantuan, dan memantau lokasi banjir.
Secara keseluruhan, jalan yang terendam banjir adalah Jalan Basoka Raya, Jalan Strategi Raya, dan Jalan Puri Kembangan di Jakarta Barat, serta Jalan Puri Mutiara di Jakarta Selatan.
Di Jakarta, terdapat 62 RT dan 4 ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian 20 cm hingga 5 meter di beberapa lokasi. Banjir antara lain berasal dari luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.
Selanjutnya, 10 RT kebanjiran di Jakarta Barat. Titiknya di Rawa Buaya, Kedoya Selatan, dan Kembangan Selatan.
Di Jakarta Selatan, banjir merendam 30 RT. Area terdampak di Pondok Pinang, Pengadegan, Rawajati, Cilandak Timur, Pejaten Timur, Bintaro, dan Kebon Baru.
Wilayah lain yang terdampak banjir meliputi 22 RT di Jakarta Timur. Mulai dari Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, hingga Cililitan dan Gedong.
Penulis:
Fransiskus Wisnu Wardhana DhanyEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari