Kali ini, tidak akan ada ”duel” antara Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah. Mereka tampil di kelas berbeda dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024.
05 Des 2024 15:32 WIB · Olahraga
MANAMA, KAMIS — Setelah serangkaian kejuaraan kualifikasi Olimpiade, lalu Olimpiade itu sendiri, tim angkat besi Indonesia kembali akan mengikuti kejuaraan internasional. Di antara lifter yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 di Manama, Bahrain, itu, ada peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, dan peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat Erwin Abdullah.
Rahmat terakhir kali mengikuti kejuaraan angkat besi internasional di Piala Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand, April lalu. Ajang ini merupakan turnamen kualifikasi terakhir sekaligus penentu untuk Olimpiade Paris 2024.
Di ajang ini pula, tiket yang seolah dalam genggaman Rahmat selama 18 bulan lamanya hilang begitu saja. Dia ”disalip” rekan senegara, Rizki Juniansyah, yang mencatatkan keunggulan 2 kg dengan total angkatan 365 kg.
Rizki mendapatkan tiket satu-satunya bagi Indonesia untuk tampil di kelas 73 kg di Olimpiade Paris 2024. Lalu, selebihnya adalah sejarah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/23/9d05803a-9519-4d3d-a590-5ba6e743c24c_jpeg.jpg)
Kini, mereka siap beraksi kembali di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 di Manama, Bahrain, 6-15 Desember 2024. Rizki dan Rahmat menjadi bagian dari tim angkat besi Indonesia yang terdiri atas sembilan lifter.
Menghadapi kejuaraan internasional perdana setelah Piala Dunia, Rahmat mengaku lebih santai.
Berbeda dengan Piala Dunia, Rizki dan Rahmat akan turun di kategori berat berbeda. Rizki tampil di kategori berat 73 kg, sedangkan Rahmat 81 kg. Hal itu adalah pilihan yang wajar dan masuk akal demi memperbesar peluang meraih lebih banyak medali.
Di kejuaraan-kejuaraan sebelumnya, termasuk SEA Games, Rahmat dan Rizki juga kerap berlomba di kelas berbeda. Namun, hal itu tidak bisa berlaku saat Piala Dunia karena keduanya harus sama-sama berlomba di kelas 73 kg yang menyediakan tiket ke Olimpiade. Tidak ada kelas 81 kg di Paris.
Selama ada dua kelas berbeda dilombakan, mereka biasanya tampil terpisah. Hal itu, diakui Dirdja Wihardja, pelatih angkat besi Indonesia, merupakan bagian dari strategi.
Dirdja juga mengatakan, tidak ada target spesifik dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI). Namun, kata Dirdja, PB PABSI menekankan para atletnya untuk tetap memberikan hasil terbaik. Rahmat dan Rizki merupakan dua lifter yang diharapkan memberikan prestasi tertinggi.
Rizki akan tampil lebih dulu pada Senin (9/12/2024) di Grup B. Adapun Rahmat bakal tampil keesokan harinya, Selasa (10/12/2024), juga di Grup B.
Menghadapi kejuaraan internasional perdana setelah Piala Dunia, Rahmat mengaku lebih santai. Tidak ada target muluk-muluk karena kejuaraan penutup tahun itu juga tidak berpengaruh pada apa pun. Namun, dia memastikan akan tetap menampilkan kemampuan terbaiknya.
Pada nomor putra, selain Rahmat dan Rizki, Indonesia mengirimkan lifter veteran Eko Yuli Irawan, yang akan turun di kelas 67 kg. Lifter olimpian ini akan bersaing dengan rekan senegara, Mohammad Yasin, di Grup B. Selain itu, ada Ricko Saputra yang akan turun di kelas 61 kg Grup A.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/04/7b7b76c3-fc55-4d53-b8c3-beceea601d49_jpg.jpg)
Sementara itu, empat atlet putri terdiri dari Juliana Klarisa (55 kg) yang bermain di Grup B, Natasya Beteyob (59 kg A), dan Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg C). Pada kelas berat, ada Nurul Akmal +87 kg A.
Selain atlet senior, atlet remaja (13-17 tahun) dan yunior (15-20 tahun) juga akan mengikuti kejuaraan internasional. Tiga lifter Indonesia akan berpartisipasi di Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Yunior Asia 2024 di Doha, Qatar, 19-25 Desember 2024.
Pada kategori remaja, ada Kevin Andrian Ramadhan yang berlomba di kelas 55 kg putra. Sementara pada kategori yunior, ada Indah Apriza di kelas 71 kg putri dan Sarah 59 kg putri.
Ada juga empat lifter muda yang akan mengikuti Piala Qatar di Doha pada 26-31 Desember. Mereka adalah Tita Nurcahya Melyani (49 kg), Luluk Diana Tri Wijayana (49 kg), Yuda Permana 61 kg, dan Ardaraya 73 kg.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus Harjono