Robi Syianturi menyempurnakan pencapaiannya dengan memecahkan dua rekor nasional tahun ini. Terbaru, Robi memecahkan rekornas maraton yang bertahan 27 tahun.
02 Des 2024 11:02 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Derap langkah kaki Robi Syianturi terus memecahkan rekor. Jelang pergantian tahun, Robi kembali membuat kejutan dengan memecahkan rekornas maraton yang sudah bertahan selama 27 tahun. Sebelumnya, Robi telah lebih dulu memecahkan rekornas setengah maraton. Berkat dua pencapaian fenomenal itu, Robi kini berada di puncak maraton Indonesia.
Rekornas maraton sebelumnya diukir mendiang Eduardus Nabunome pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-14 di Jakarta, September 1997. Saat itu, Nabunome berhasil finis dengan catatan waktu 2 jam 19 menit 18 detik. Bertahun-tahun berlalu dan generasi pelari jarak jauh terus berganti, rekornas itu belum terpecahkan.
Harapan untuk menajamkan rekornas itu akhirnya justru berhasil dilakukan oleh Robi yang merupakan pelari muda. Robi memecahkan rekornas saat berlomba dalam ajang Valencia Marathon 2024 pada Minggu (1/12/2024) di Spanyol. Robi memang tidak masuk pelari 10 besar di sana. Namun, catatan waktunya, 2 jam 17 menit 16 detik, sudah lebih dari cukup bagi Robi untuk mengukir namanya dalam rekornas.
”Pemecahan rekornas ini bukti bahwa ada keseriusan pembinaan. Sekarang terjalin kerja sama antara atlet dan pelatih. Organisasi dan pengurus provinsi bekerja. Hal yang paling penting adalah pembinaan berjalan. Pembinaan itu adalah latihan berkelanjutan sekaligus berjenjang, termasuk mengikuti kompetisi,” ujar anggota Komisi Pembibitan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia sekaligus Manajer Tim Atletik Indonesia Mustara Musa di Jakarta, Senin (2/12/2024).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/01/92a02bca-1c80-4d8d-be1a-b78e764f3c8b_jpg.jpg)
Momen itu menjadi kali kedua Robi memecahkan rekornas. Sebelumnya, pada Juli 2024, Robi telah lebih dulu memecahkan rekornas setengah maraton saat berlomba pada ajang bergengsi, Gold Coast Marathon di Australia.
Kala itu Robi finis dengan catatan waktu 1 jam 4 menit 48 detik. Ia berhasil meruntuhkan rekornas setengah maraton yang sebelumnya juga dipegang oleh Nabunome dengan 1 jam 5 menit 43 detik pada 1997. Dengan demikian, Robi mengikuti jejak seniornya itu dalam mencetak dua rekornas pada tahun yang sama.
”Rekornas half marathon (oleh Eduardus Nabunome) lama sekali bertahan karena, menurut saya, memang sulit untuk dipecahkan. Sudah beberapa pelari sebelum saya mencobanya. Pelari Agus Prayogo juga pernah coba memecahkannya di ajang Gold Coast,” kata Robi (Kompas.id, 9/7/2024).
Pencapaian ini menjadikan Robi sebagai permata baru dunia lari jarak jauh Indonesia. Memecahkan dua rekornas pada tahun yang sama tergolong pencapaian fenomenal dan sulit diulangi. Untuk itulah, Mustara mengaku sangat gembira rekornas yang bertahan sangat lama akhirnya terpecahkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/07/02/43a9f66d-c9a2-48d0-bd9b-8422276853f5_jpg.jpg)
”Harapannya setelah ini akan ada pemecahan rekornas pada nomor-nomor lainnya,” kata Mustara.
Rekornas maraton Nabunome bisa bertahan lama, salah satunya, disebabkan pembibitan sekaligus pembinaan atlet lari jarak jauh Indonesia yang relatif lamban.
Selama beberapa tahun belakangan, Indonesia terus bergantung pada Agus yang secara rutin tampil di ajang-ajang multicabang seperti SEA Games dan Asian Games. Sebaliknya, regenerasi cukup terlihat pada nomor-nomor jarak pendek.
Robi konsentrasinya itu belum ke nomor-nomor maraton.
Pada nomor 100 meter putra, misalnya, muncul Lalu Muhammad Zohri yang memecahkan rekornas nomor tersebut pada 2019. Sebelumnya, Indonesia punya pelari jarak pendek andalan, Suryo Agung Wibowo, yang meraih emas SEA Games 2007 dan 2009.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/10/31/434196a7-956b-4eee-a25c-ffbb5ada3f37_jpg.jpg)
Menurut Mustara, untuk saat ini, Robi bukan pelari spesialis maraton. Selama ini, Robi lebih difokuskan turun pada nomor lari 5.000 dan 10.000 meter. Pada SEA Games Kamboja 2024, Robi meraih perunggu nomor 5.000 meter. Setahun berselang, Robi yang mewakili Provinsi Bangka Belitung merebut emas nomor 10.000 meter pada PON Aceh-Sumut 2024.
“Robi konsentrasinya itu belum ke nomor-nomor maraton. Dia pertama kali diterjunkan ajang internasional pada Asian Games 2018. Jadi, secara hitung-hitungan, usia latihan dan bertandingnya itu sekarang sudah enam tahun, sedang matang-matangnya,” ujar Mustara.
Tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan Robi akan difokuskan untuk nomor-nomor maraton. Robi masih bisa terus berkembang mengingat rentang usia pelari maraton cukup panjang. Adapun Robi saat ini berusia 26 tahun.
“Lari jarak 10.000 meter dan maraton itu ada irisannya,” ucap Mustara saat disinggung kemungkinan Robi akan lebih fokus pada nomor-nomor maraton.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/14/fe073244-2458-4b82-b284-2b3db7c850ed_jpg.jpg)
Selain Agus, Indonesia punya pelari maraton putra yang jadi tumpuan, yaitu Rikki Martin Luther Simbolon yang meraih emas PON 2024. Ada pula pelari potensial, Nofeldi Petingko, yang baru saja menjuarai Borobudur Marathon 2024. Nofeldi finis dengan catatan waktu 2 jam 36 menit 5 detik.
Nofeldi sudah mendapatkan pemanggilan masuk pemusatan latihan untuk tampil pada SEA Games 2025 di Thailand. Kehadiran dan prestasi Robi berpotensi membuat aura persaingan antarpelari maraton masa depan Indonesia kian kompetitif.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan