Robot Anjing untuk Menjaga Donald Trump

Sejak ada upaya pembunuhan hingga kemudian terpilih sebagai Presiden AS, Dinas Rahasia AS terus meningkatkan upaya pengamanan bagi Donald Trump.

18 Nov 2024 12:17 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

Dalam bulan-bulan awal menjelang pemilihan presiden, Donald Trump dua kali menjadi target pembunuhan. Upaya pembunuhan pertama terjadi dalam rapat umum di Butler, Pennsylvania, pada Juli 2024, sedangkan upaya pembunuhan kedua terjadi di lapangan golf Mar-a-Lago pada September 2024.

Setelah Trump terpilih sebagai Presiden AS dalam pemilihan pada 5 November 2024, Dinas Rahasia AS tidak mau kecolongan. Mereka meningkatkan kekuatan pengamanan terhadap presiden terpilih.

BBC pada Minggu (17/11/2024) mewartakan, Dinas Rahasia AS memilih robot berbentuk seperti anjing untuk membantu penjagaan sang presiden terpilih. Robot anjing bernama Spot dan diberi warna merah putih itu menjadi senjata terbaru di gudang persenjataan Dinas Rahasia AS.

Robot anjing buatan perusahaan teknologi AS, Boston Dynamics, tersebut baru-baru ini terlihat berpatroli di resor Mar-a-Lago. Resor itu dikenal sebagai properti dan kediaman presiden terpilih Donald Trump di Palm Beach, Florida.

Meski masuk dalam daftar persenjataan, robot anjing itu tidak memiliki senjata. Robot anjing itu dapat bergerak dengan cara dikendalikan dari jarak jauh atau otomatis selama rutenya telah diprogram sebelumnya.

Orang-orang yang lewat juga diperingatkan dengan tulisan berhuruf kapital di masing-masing kaki Spot: ”Jangan Dibelai!”

”Saya tidak tahu ada orang yang tergoda untuk memelihara anjing robot ini. Mereka tidak terlihat menggemaskan,” kata Melissa Michelson, ilmuwan politik di Menlo College.

Video tentang Spot mondar-mandir di sekitar properti Mar-a-Lago menjadi viral di Tiktok. Video itu menuai beragam reaksi. Ada yang menyebutnya keren dan imut, hingga ada juga yang menyebutnya menyeramkan.

Kemunculan Spot juga menjadi bahan lelucon di program televisi larut malam AS. Namun, misi Spot bukan untuk menjadi bahan tertawaan.

”Menjaga presiden terpilih adalah prioritas utama,” kata Anthony Guglielmi, Kepala Komunikasi Dinas Rahasia AS, kepada BBC.

Namun, dengan alasan keprihatinan terhadap keamanan operasional, Dinas Rahasia menolak menjawab pertanyaan spesifik tentang penggunaan robot anjing dalam menjaga keamanan Trump. Dinas Rahasia juga tidak menjawab pertanyaan sejak kapan badan tersebut mulai menggunakan robot itu di kediaman Trump.

Boston Dynamics juga menolak menjawab pertanyaan spesifik. Namun, perusahaan robotik AS itu mengonfirmasi bahwa Dinas Rahasia AS memanfaatkan robotnya.

US Vice President-elect JD Vance’s children play along the sea wall as a new US Secret Service robot dog walks on the lawn at Mar-a-Lago in Palm Beach, Florida, on November 15, 2024. (Photo by Jim WATSON / AFP)

Alasan memilih Spot

Pertanyaan selanjutnya, mengapa Dinas Rahasia memilih menggunakan robot Spot untuk meningkatkan keamanan Trump?

Ron Williams, mantan agen Dinas Rahasia dan kini menjadi CEO Talon Companies, perusahaan keamanan dan manajemen risiko, mencurigai upaya pembunuhan terhadap Trump mendorong Dinas Rahasia untuk meningkatkan cara pengamanan. Salah satunya dengan menggunakan teknologi keamanan yang dapat meningkatkan kemampuan mendeteksi dan menghalangi berbagai upaya pembunuhan.

Williams menambahkan, Mar-a-Lago merupakan properti yang sebagian besar terbuka. Kehadiran robot anjing sudah lama ditunggu-tunggu. ”Robot anjing dapat mencakup lebih banyak wilayah dibandingkan manusia saja,” kata Williams.

Saat ini, lanjut Williams, robot anjing tidak hanya dipergunakan oleh Dinas Rahasia. Robot anjing juga banyak digunakan oleh militer, lembaga keamanan, dan lembaga penegak hukum di seluruh dunia.

Media Australia, ABC, melaporkan, pergerakan robot anjing bisa dikendalikan dengan alat pengendali (remote control) dari jarak aman. Hal itu membuat robot anjing bisa dipergunakan sebagai penjinak bom.

Dalam materi promosi Boston Dynamics disebutkan, pasukan penjinak bom di Montgomery County, Pennsylvania, membeli Spot pada musim semi lalu. Mereka lalu mendistribusikan perangkat tersebut untuk memeriksa potensi bahan peledak.

Pada tahun 2022, polisi New York membawa Spot untuk menyelamatkan nyawa, melindungi orang, dan melindungi petugas. Namun, upaya itu akhirnya dibatalkan karena reaksi publik.

Masih di 2022, kantor berita AFP melaporkan penggunaan Spot pada kawasan arkeologi Pompeii di Italia. Spot ditugaskan memeriksa area reruntuhan yang sulit diakses, mengumpulkan data, dan memperingatkan petugas mengenai masalah keselamatan dan struktural.

Quote

Menjaga presiden terpilih adalah prioritas utama.

Di belahan dunia lain, menurut laporan Kyiv Post, Ukraina menggunakan robot anjing untuk melakukan pengintaian dalam konflik dengan Rusia yang sedang berlangsung. Di Australia, siswa di Queensland memodifikasi Spot menjadi anjing pemandu. Kemudian di New South Wales, Spot ditugaskan melakukan pekerjaan pemeliharaan di pembangkit listrik.

Dalam situs resmi Boston Dynamics memang disebutkan Spot bisa diterapkan di berbagai lokasi. Spot bisa dipergunakan di lantai pabrik hingga area konstruksi, juga di laboratorium penelitian dan lainnya.

US Vice President-elect JD Vance’s children play along the sea wall as a new US Secret Service robot dog walks on the lawn at Mar-a-Lago in Palm Beach, Florida, on November 15, 2024. (Photo by Jim WATSON / AFP)

Keunggulan Spot

Sebagai robot anjing, Spot dapat melakukan inspeksi dan pengambilan data. Spot dapat menyelidiki paket mencurigakan atau menemukan rute aman bagi orang-orang melalui kamera video live feed di bagian depan robot.

Spot terkenal dengan kelincahannya. Mengambil bentuk seekor anjing, menurut Boston Dynamics, robot anjing tersebut memiliki tinggi 70 sentimeter dan berat lebih dari 32 kilogram.

Sebagai referensi, rata-rata anjing gembala Jerman memiliki tinggi sekitar 65 sentimeter dan berat 30-40 kilogram. Namun, anjing gembala Jerman mampu bergerak jauh lebih cepat. Spot memiliki batas kecepatan 1,6 meter per detik.

Berbeda dengan anjing sungguhan, robot anjing ini bergerak dengan adanya baterai. Baterai penggerak ini perlu diisi ulang setiap 90 menit.

Spot bisa berjalan naik turun tangga dan menavigasi ruang sempit. Ia bahkan bisa membuka pintu.

Namun, kemampuan Spot untuk mengungkapkan potensi ancaman merupakan salah satu alasan mengapa banyak lembaga bersedia membayar hingga 75.000 dollar AS atau setara 59.000 pound sterling atau hampir Rp 1,2 miliar untuk perangkat tersebut.

”Robot anjing itu dilengkapi dengan teknologi pengawasan dan serangkaian sensor canggih yang mendukung operasi perlindungan kami,” kata Guglielmi.

Dalam situs Boston Dynamics juga disebutkan, robot tersebut dilengkapi dengan beberapa kamera yang menghasilkan peta tiga dimensi (3D) dari sekelilingnya. Robot itu juga bisa ditambahi perangkat penginderaan termal.

Spot juga dapat berpindah secara otomatis sepanjang rute yang telah ditentukan.

Berbeda dengan manusia dan anjing sungguhan, anjing robot tidak terganggu oleh visual, suara, atau bau yang mereka temui.

A Brazil's customs officer and his K9 (canine) are seen beside a robot dog during the 2024 World Customs Organization (WCO) Technology Conference at Riocentro Convention Center in Rio de Janeiro, Brazil, on November 12, 2024. (Photo by Mauro PIMENTEL / AFP)

Perlu manusia

Akan tetapi, secanggih-canggihnya teknologi yang disematkan, robot anjing tersebut tetap memerlukan kehadiran manusia untuk operasional. ”Mereka pada dasarnya memiliki tongkat atau joystick yang mengendalikan robot anjing saat ia berjalan,” kata Missy Cummings, profesor teknik dan pengelola Pusat Otonomi dan Robotika Universitas George Mason.

”Robot anjing tidak akan menggantikan manusia,” kata Melissa Michelson.

Michelson menyamakan robot anjing tersebut dengan perangkat teknologi mengemudi berbantuan di beberapa kendaraan. ”Kami tidak terlalu percaya pada kemampuan mobil untuk mengemudi sendiri,” kata Michelson.

Itulah yang terlihat di Mar-A-Lago. Di samping Spot, terlihat agen Dinas Rahasia AS mendampingi patroli.

”Kita masih membutuhkan orang-orang di belakang layar untuk menggunakan penilaian manusia dan mampu mengambil tindakan jika terjadi gangguan teknologi,” kata Michelson.

Tambahan lagi, menurut Cummings, secanggih-canggihnya robot anjing dengan banyak fitur yang mengesankan, kecanggihan itu dapat dihapus. ”Anda hanya perlu menyemprotkannya dengan hairspray Aqua Net di wajah robot anjing. Tindakan itu cukup untuk menghentikan kamera bekerja dengan benar,” kata Cummings.

Meskipun robot anjing yang terlihat di Mar-a-Lago tidak bersenjata, Cummings menambahkan, produsen pesaing saat ini tengah bereksperimen dengan model-model robot yang dipersenjatai. ”Orang-orang mencoba mempersenjatai anjing-anjing ini,” tambah Cummings, mengutip model dari China dengan senapan terpasang yang dia pelajari pada pertemuan robotika minggu ini. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H