Setelah ICC mengeluarkan surat penangkapan terhadap Netanyahu, Israel justru semakin gencar meluncurkan serangan ke Lebanon dan Gaza.
24 Nov 2024 20:21 WIB · Internasional
BEIRUT, MINGGU — Kelompok Hizbullah Lebanon menyatakan, menembakkan puluhan rudal dan pesawat nirawak ke Israel. Sementara tentara Lebanon mengumumkan mereka kehilangan seorang prajurit dalam serangan Israel di selatan.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah—yang didukung Iran—mengatakan, mereka telah meluncurkan serangan udara menggunakan sejumlah pesawat nirawak (drone) serang di pangkalan angkatan laut Ashdod di Israel selatan pada Minggu (24/11/2024).
Dalam pernyataan terpisah, mereka mengatakan meluncurkan operasi dengan sasaran target militer di Tel Aviv. Serangan ke Tel Aviv itu juga disebut menggunakan serangkaian rudal canggih dan segerombolan pesawat nirawak serang.
Militer Israel tidak menanggapi permintaan untuk memberi komentar terkait pernyataan tersebut. Mereka hanya mengatakan, sirene serangan udara telah berbunyi di beberapa lokasi di Israel tengah dan utara, termasuk di pinggiran kota Tel Aviv. Militer Israel mengatakan, mereka mencegat beberapa dari sekitar 55 proyektil yang ditembakkan ke Israel utara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/18/f617be94c978c94fd38ed95bb0ac6dee-000_36MP8PV.jpg)
Di Lebanon selatan, tentara Lebanon mengatakan serangan Israel terhadap sebuah pos menewaskan seorang prajurit. ”Seorang tentara tewas dan 18 lainnya terluka, termasuk beberapa yang mengalami luka parah, akibat serangan Israel yang menargetkan pusat militer Lebanon di Amriyeh,” kata militer Lebanon.
Resolusi diplomatik itu diharapkan dapat membuat warga sipil Israel dan Lebanon dapat kembali dengan aman ke rumah mereka di kedua sisi perbatasan.
Baku tembak Hizbullah dan Israel berlangsung sejak Oktober 2023. Awalnya, baku tembak terjadi lintas batas di perbatasan Israel-Lebanon. Hizbullah menyatakan serangannya ke Israel sebagai bentuk solidaritas mendukung Hamas yang berperang dengan Israel di Gaza.
Namun, sejak 23 September 2024, Israel melancarkan serangan udara terhadap target-target Hizbullah di Lebanon. Sepekan kemudian, Israel mengirim pasukan darat ke Lebanon selatan.
Di Gaza, salah satu sayap bersenjata Hamas mengatakan, seorang sandera Israel telah tewas. Abu Obeida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, mengatakan, sandera yang tewas adalah seorang perempuan. Ia tewas di wilayah Gaza utara. Namun, Obeida tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sandera yang terbunuh itu bagian dari sekitar 250 orang yang ditawan dari Israel dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke Israel yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas.
Militer Israel mengatakan sedang memeriksa informasi tersebut. Sementara itu, sejumlah warga Israel berunjuk rasa di kota Tel Aviv setiap hari Sabtu. Mereka menuntut Pemerintah Israel segera menyepakati damai guna membebaskan para sandera yang tersisa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/21/1c002901-fe37-45d7-8cc1-6e6cdb933f92_jpg.jpg)
Israel menyatakan akan terus menyerang Gaza dan Lebanon untuk melenyapkan Hamas dan Hizbullah. Setelah Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Israel semakin gencar meluncurkan serangan ke Lebanon dan Gaza.
Pada Sabtu (23/11/2024) di Gaza, tim penyelamat mengatakan, serangan udara Israel dan tembakan tank sebelum fajar menewaskan 19 orang dan melukai lebih dari 40 orang.
Sementara serangan udara Israel menewaskan lebih dari 55 orang di Lebanon pada hari yang sama. Sebagian besar korban berada di Beirut tengah. Satu serangan pada Sabtu di jantung kota Beirut merobohkan sebuah bangunan tempat tinggal dan mengguncang penduduk di seluruh kota.
Serangan di ibu kota Lebanon itu diikuti serangan lain di pinggiran selatan kota setelah seruan dari militer Israel untuk mengungsi. Sementara serangan di lingkungan kelas pekerja Basta menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 66 orang.
”Kami melihat dua orang tewas di tanah. Anak-anak mulai menangis dan ibu mereka semakin menangis,” kata Samir (60) yang tinggal di sebuah bangunan yang berhadapan dengan bangunan yang hancur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/15/3e52cae15a85247c3029007c6437b468-3bd0288f02c94f00aa52b5651c21943e_0_ce9d2fbfbaf8456cace6ce010fe4bf4d.jpg)
Israel belum mengomentari serangan di pusat kota Beirut. Namun, sebelumnya, mereka telah menyatakan kembali menyerang target Hizbullah di pinggiran selatan kota sebagai benteng kelompok yang didukung Iran tersebut.
Sebuah pernyataan militer Israel menyebutkan, selama sepekan terakhir, angkatan udara Israel telah menyerang puluhan pusat komando Hizbullah, fasilitas penyimpanan senjata, dan infrastruktur mereka di daerah Dahiyeh.
Serangan serupa dilancarkan tanpa peringatan oleh Israel di beberapa lokasi di Lebanon. Hal ini menandai semakin ganasnya serangan Israel di Lebanon.
Sebelumnya, serangan Israel diawali dengan peringatan kepada warga untuk mengungsi. Serangan-serangan Israel itu biasanya menargetkan tokoh-tokoh senior Hizbullah tanpa memperhatikan jatuhnya korban sipil.
Sumber keamanan Lebanon mengatakan, serangan di pusat kota Beirut telah menargetkan tokoh terkemuka Hizbullah. Namun, anggota parlemen Hizbullah, Amin Sherri, membantah ada pejabat yang hadir pada saat serangan itu.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, serangan udara Israel juga menghantam Lebanon timur, menewaskan 24 orang, termasuk 13 orang di kota Shmostar yang menghadap ke Lembah Bekaa, benteng Hizbullah. Di selatan Lebanon, sedikitnya 14 orang tewas termasuk lima orang di kota pesisir Tyre.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/07/9c0b96db-ad9f-4e16-ab90-54370feca7cf_jpeg.jpg)
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bersumpah untuk membalas Hizbullah. Hal ini dia katakan dalam panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin.
Di panggilan telepon itu, Austin menegaskan kembali komitmen AS terhadap resolusi diplomatik di Lebanon. ”Resolusi diplomatik diharapkan dapat membuat warga sipil Israel dan Lebanon kembali dengan aman ke rumah mereka di kedua sisi perbatasan,” kata juru bicara Pentagon.
Seorang juru bicara Katz mengatakan, dia memuji upaya AS untuk de-eskalasi atau meredakan perang di Lebanon. Namun, Katz juga menekankan Israel akan terus bertindak tegas dalam menanggapi serangan Hizbullah terhadap penduduk sipil di Israel.
Dalam upaya mencapai kesepakatan damai, Utusan AS Amos Hochstein kembali berada di Lebanon dan Israel pada pekan ini. Ia dijadwalkan bertemu dengan pejabat senior kedua negara.
Amos kembali mencoba merundingkan diakhirinya perang setelah upaya sebelumnya tak berhasil. Setelah pembicaraan di Beirut, dia mengatakan, kesepakatan berakhirnya perang itu sudah dalam jangkauan. Akan tetapi, saat dia menuju Israel, kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan yang membuat kesepakatan itu gagal terlaksana.
Lebanon mengatakan, lebih dari 3.670 orang telah tewas di negara itu sejak Oktober 2023. Sebagian besar kematian terjadi sejak September tahun ini setelah serangan langsung Israel ke Lebanon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/21/3e5a45049bc277e9b04ac4bcfee012dd-000_36MT7BN.jpg)
Perang di Gaza dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke Israel yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan lebih kurang 250 orang ditawan di Gaza. Sementara serangan balasan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 44.176 orang terhitung pada Minggu (24/11/2024).
Serangan Israel di Gaza berlangsung saat masih gelap dan warga tertidur. “Serangan terjadi di sebuah rumah di daerah Zeitun, Kota Gaza,” kata juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal.
Sejumlah korban terluka, termasuk anak-anak, dibawa ke rumah sakit. "Kami sedang tidur, saya berbaring di sini. Apa yang terjadi?" kata Abu Shaker Shaldan, korban selamat yang terluka di tangan.
Bassal mengatakan, di Gaza selatan, serangan lain menewaskan enam orang, tiga di antaranya anak-anak.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pihak lain telah berulang kali mengecam kondisi kemanusiaan, khususnya di Gaza utara. Bantuan yang masuk ke Gaza sangat minim dan tak memadai.
Hal ini menjadi dasar utama yang dikutip oleh Mahkamah Kriminal Internasional dalam surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant. Keduanya dituduh menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan yang merupakan salah satu kejahatan perang.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase