Rudal Houthi Tembus Jantung Israel

Iron Dome sampai THAAD gagal melindungi Israel dari rudal Houthi. Israel terguncang.

04 Mei 2025 18:19 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

TEL AVIV, MINGGU — Lubang dengan dalam lebih dari 3 meter dan lebar lebih dari 5 meter menganga dekat Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Lubang itu hasil ledakan rudal Houthi pada Minggu (4/5/2025). Serangan Houthi meningkat di tengah rencana Israel kembali mengerahkan puluhan ribu tentara ke Gaza.

Sejak Jumat, Houthi telah menembakkan sejumlah rudal dari Yaman ke Israel. Serangan pada Minggu pagi menjadi yang tersukses.

Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, menyebut, rudal itu menjadi peringatan kepada maskapai-maskapai untuk menjauhi Israel. Langit Israel tidak lagi aman dan karena itu sebaiknya maskapai tidak terbang ke sana.

”Tidak ada batasan untuk menyerang Israel,” katanya sebagaimana dikutip Al Mayadeen.

Sejumlah maskapai Eropa mengumumkan pembatalan penerbangan ke Bandara David Ben Gurion. Pembatalan, antara lain, dilakukan maskapai asal Austria, Belgia, Swiss, Jerman, sampai Spanyol.

Manajemen Bandara Ben Gurion menutup bandara itu beberapa waktu. Setelah dipastikan aman, bandara kembali dibuka.

Israeli security forces inspect a crater at the site where the Israeli military said a projectile fired by Yemen's Houthi rebels landed in the area of Ben Gurion International Airport near Tel Aviv, Israel, on Sunday, May 4, 2025. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

Pengamat politik di Tel Aviv, Ori Goldberg, menyebut serangan itu sangat memalukan. ”Israel selalu menggaungkan pencapaian sistem Iron Dome dan sistem pertahanan misil lainnya kepada dunia. Seharusnya, serangan ini (kalau berhasil dicegat) bisa menjadi keadaan Israel bisa menunjukkan kesuksesan Israel,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Serangan itu mengguncang kehidupan di Israel. ”Satu rudal cukup mengguncang Israel sampai ke jantungnya. Ini mengindikasikan betapa lemahnya fondasi masyarakat Israel dan lembaga Israel,” kata pengamat politik Israel, Ori Goldberg.

Menurut The Jerusalem Post, N12, dan Times of Israel, sistem pertahanan udara Israel dan Amerika Serikat gagal mencegat rudal itu. Militer Israel, Tzahal, mencoba beberapa kali mencegat rudal itu. Padahal, pertahanan udara Israel disebut paling canggih di kawasan.

Israel punya sistem pertahanan udara berbiaya miliaran dollar AS. Selain Iron Dome, Arrow, dan David Sling, Israel juga dilindungi dua baterai THAAD yang dikirim AS.

Dalam rekaman video yang disiarkan ToI, terlihat rudal melaju kencang sebelum mencapai pinggiran bandara. Asap hitam membubung selepas rudal meledak. Akses ke terminal 3 bandara rusak akibat serangan tersebut.

Bandara Ben Gurion adalah pelabuhan udara utama Israel dan berada di Tel Aviv. Selain untuk keperluan sipil, bandara itu juga difungsikan sebagai pangkalan udara Tzahal.

Bagi banyak negara, Tel Aviv adalah ibu kota resmi Israel. Kantor pusat berbagai lembaga sipil, militer, dan intelijen Israel ada di Tel Aviv. Berbagai kedutaan besar negara yang mengakui Israel juga berada di Tel Aviv. ”Siapa pun yang menyerang kami akan dibalas tujuh kali lipat,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Israeli emergency services clear a road outside Israel's Ben Gurion airport after a missile launched from Yemen struck near the facility on May 4, 2025. A missile launched from Yemen struck near Israel's main international airport on May 4, Israeli authorities said, an attack that briefly halted air traffic and triggered threats of retaliation. (Photo by Jack GUEZ / AFP)

Tingkatkan serangan

Houthi meningkatkan serangan ke sejumlah pangkalan udara Israel di tengah rencana Israel menyiapkan serangan besar-besaran ke Gaza. Tzahal dan Kementerian Pertahanan disebut telah memanggil sampai 60.000 pasukan cadangan untuk serangan darat ke Gaza.

Pada 19 Januari-1 Maret 2025, Israel menarik mayoritas pasukan darat dari Gaza. Penarikan itu bagian dari gencatan senjata dengan kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina.

Selain penarikan, Israel juga harus membebaskan ribuan warga Palestina dari penjara. Sebagian orang Palestina itu dipenjara lebih dari setahun tanpa pernah disidang.

Selama gencatan senjata itu, seharusnya Israel dan berbagai kelompok perjuangan Palestina membahas tahapan selanjutnya. Perundingan itu gagal dan Israel kembali menyerang Gaza sejak 18 Maret 2025. Sejak itu, Israel membunuh 2.436 warga Gaza dan melukai 6.450 orang lainnya.

Sepanjang pekan ini, Israel menyerang 100 lokasi di Gaza. Pasukan darat Israel juga semakin banyak ditempatkan di Gaza.

Peningkatan serangan itu menambah rumit upaya perundingan. Bahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, prioritas serangan ke Gaza adalah kemenangan total. Pemerintahan Netanyahu tidak memprioritaskan pemulangan 59 warga Israel dan sejumlah negara lain yang masih ditawan di Gaza. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto