Partisipasi emiten dan investor diharapkan meningkat seiring meluasnya layanan digital di pasar modal.
23 Des 2024 18:49 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — Sebanyak 895 perusahaan terdaftar di bursa pada tahun 2024 menyelenggarakan kegiatan rapat umum pemegang saham yang dapat diikuti investor secara daring melalui aplikasi eASY.KSEI milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Partisipasi emiten dan investor diharapkan meningkat seiring meluasnya layanan terdigitalisasi di pasar modal.
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat, dalam acara media gathering, di Jakarta, Senin (23/12/2024), menjelaskan, eASY.KSEI adalah program untuk menyelenggarakan rapat umum pemegang saham secara daring.
”Saat ini, investor yang ingin mengikuti rapat umum pemegang saham tidak harus hadir secara offline di tempat RUPS diselenggarakan. Mereka bisa register untuk ikut secara online dengan mekanisme yang sudah diatur oleh KSEI,” jelas Samsul.
Platform eASY.KSEI dimanfaatkan oleh 895 perusahaan atau 95 persen dari 940 emiten di bursa untuk menyelenggarakan 1.371 kegiatan rapat umum pemegang saham (RUPS) hingga akhir November. Adapun sepanjang 2023, aplikasi itu dimanfaatkan 847 emiten untuk mengadakan 1.399 kegiatan RUPS.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/12/2af079ce-0714-4719-9da1-3cafb9b79c3b_jpg.jpg)
Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, pada acara sama menyampaikan, rapat umum pemegang produk Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga akan bisa diikuti secara daring dalam platform E-RUPEBUS. KSEI telah mulai mengembangkan platform ini.
”Saat ini, sebenarnya sudah ready, sudah selesai dikembangkan. Tinggal nanti kita menunggu keluarnya peraturan ataupun analisis hukum untuk kita mengimplementasikan E-RUPEBUS ini yang akan termasuk ke dalam salah satu fasilitas di sistem KSEI,” ucapnya.
Produk reksa dana adalah investasi paling dasar yang paling banyak dimiliki investor Indonesia.
Selama tahun ini, Dharma melanjutkan, KSEI telah meluncurkan platform digital CORES.KSEI sebagai Layanan Administrasi Prinsip Mengenali Nasabah (LAPMN) pada Maret 2024.
Melalui CORES.KSEI, pemakai jasa dan investor pasar modal dapat menggunakan platform terintegrasi untuk digitalisasi data dan dokumen Know Your Customer (KYC) nasabah. Platform ini memudahkan proses customer due diligence (CDD) dan/atau enhanced due diligence (EDD) yang dilakukan oleh Pelaku Jasa Keuangan terhadap nasabah.
”Ini akan memberikan kemudahan pembukaan rekening investasi. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan jumlah investor di pasar modal, didukung dengan platform yang berbasis digital,” ucapnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/11/550e04e2-38b1-4484-9ac9-ac7f596ed460_jpg.jpg)
Pada 21 Mei 2024, untuk pertama kali KSEI berkolaborasi dengan perusahaan asuransi, yaitu PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dengan meluncurkan penggunaan layanan S-MULTIVEST. Platform ini merupakan pengembangan dari Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi reksa dana sejak 2016.
Kemudian, pada 18 Desember 2024, rencana strategis lain yang telah berhasil dilakukan KSEI adalah pengembangan aplikasi khusus untuk pengelolaan transaksi reksa dana, yakni K-CASH.
K-CASH dapat menyediakan mekanisme pengganti virtual account dengan menggunakan investor fund unit account (IFUA) sebagai alternatif untuk penyimpanan dana investor yang lebih terjamin. Penggunaan IFUA juga dapat memberikan transparansi posisi dana selama proses transaksi karena dapat dipantau langsung oleh investor.
Aplikasi K-CASH ini dikembangkan KSEI untuk memberikan kemudahan bagi investor dalam bertransaksi reksa dana yang lebih efisien. Investor reksa dana, menurut data KSEI sampai bulan kesebelas di 2024, telah mencapai 13,6 juta entitas. Jumlah itu mencakup 93 persen dari total pemilik nomor tunggal investor (single investor identification/SID) pasar modal yang telah mencapai 14,6 juta entitas.
Samsul ikut menambahkan, dari total pemilik SID saat ini terdapat 6,27 juta investor yang memiliki saham. Untuk meningkatkan jumlah investor saham, KSEI akan terus mengembangkan fasilitas yang lebih memudahkan para investor. ”Produk reksa dana adalah investasi paling dasar yang paling banyak dimiliki investor Indonesia. Harapannya, ke depan investor reksa bisa lebih bersemangat untuk investasi di produk lainnya,” ujarnya.
Penulis:
Erika KurniaEditor:
Muhammad Fajar Marta