Kini keberadaan Presiden Suriah terguling, Bashar al-Assad, telah diketahui. Ia dan keluarganya berada di Moskwa. Rusia memberi perlindungan untuk mereka.
09 Des 2024 01:49 WIB · Internasional
MOSKWA, SENIN — Setelah dikabarkan tidak diketahui keberadaannya, Presiden Suriah Bashar al-Assad disebutkan telah berada di Mokswa, Rusia. Merujuk pemberitaan kantor berita AFP dan Reuters, Senin (9/12/2024), yang mengutip kantor berita Rusia, TASS dan Ria Novosti, disebutkan, kabar itu mengacu pada sumber dari Kremlin.
Mitra terdekat Suriah itu memberi perlindungan kepada Al-Assad dan keluarganya.
Al-Assad dan keluarnya tiba di Moskwa saat pemberontak di Suriah memasuki Damaskus. ”Presiden Assad dan anggota keluarganya telah tiba di Moskwa,” kata sumber tersebut kepada TASS dan Ria Novosti. ”Rusia memberi mereka suaka atas dasar kemanusiaan,” tambahnya.
Sebagaimana diberitakan, pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad jatuh. Pemberontak Suriah, terutama kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sejak akhir November lalu melancarkan serangan kilat dan berhasil menguasai sejumlah kota penting dan strategis di Suriah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/08/360b06da6b6fbfb35052c71a4538f1c7-TOPSHOT_SYRIA_CONFLICT_126029320.jpg)
Sejumlah kota yang jatuh ke tangan pemberontak antara lain Idlib, Aleppo, Hama, dan Homs. Pada Sabtu, mereka berhasil menguasai gerbang kota Damaskus dan pada Minggu pagi kota itu jatuh ke tangan pemberontak.
Sejumlah negara mendesak agar para pemangku kepentingan di Suriah saat ini mengedepankan solusi politik dan segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan negara itu. Perdana Menteri Suriah Mohammed Ghazi Jalali disebutkan ”mengulurkan tangan” kepada kelompok pemberontak dan siap menyerahkan pemerintahan kepada pemerintah transisi.
Sejauh ini, para pemberontak tampaknya terbuka pada solusi damai. Bahkan, mereka menjamin keamanan pangkalan militer Rusia–sekutu terdekat Al-Assad–dan misi-misi diplomatik di Suriah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/08/222f64e699b7772f189d956b18af7c01-TOPSHOT_SYRIA_CONFLICT_126029314.jpg)
TASS mengatakan, para pejabat Rusia telah berkomunikasi dengan para perwakilan kelompok oposisi bersenjata di Rusia. Moskwa pun telah mendesak agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar pertemuan pada Senin ini untuk membahas Suriah.
”Mengingat peristiwa terbaru di Suriah, yang kedalaman dan konsekuensinya bagi negara ini dan seluruh wilayah belum terukur, Rusia telah menyerukan konsultasi tertutup, segera, oleh DK PBB,” kata seorang pejabat senior Rusia di PBB melalui akun Instagramnya. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan