Kondisi teknis peralatan senam yang dipakai Naufal Takdir Al Bari di pusat latihan di Rusia jadi sorotan. Alat perlu berfungsi optimal demi jamin keselamatan atlet.
27 Sep 2025 13:25 WIB · Olahraga
PENZA, SABTU — Komite Investigasi Rusia dan kantor Kejaksaan Wilayah Penza menyelidiki dugaan adanya tindak pidana atas kecelakaan dalam latihan yang dialami pesenam artisik Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, hingga kehilangan nyawa. Kondisi teknis peralatan dan kualitas layanan di pusat pelatihan jadi sorotan.
Berdasarkan keterangan Federasi Gimnastik Indonesia, Naufal meninggal dunia di Penza, Rusia, Kamis (25/9/2025). Pesenam artistik berusia 19 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir seusai menjalani perawatan intensif selama 12 hari di Rumah Sakit G A Zakharyin.
Beberapa hari yang lalu dia mengalami cedera leher yang parah saat berlatih di palang. Dia terjatuh ke dalam lubang yang berisi busa.
Sejak 1 September, Naufal bersama empat pesenam artistik putra Indonesia dengan didampingi dua pelatih menjalani pelatihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Penza, Rusia. Federasi Gimnastik Indonesia menyatakan, ketika berlatih, Naufal mengalami kecelakaan saat gerakan mendarat.
Direktur The Palace of Sport Training Center Burtasy Oleg Minkarsky membenarkan kabar kecelakaan tersebut. Minkarsky merinci, kecelakaan terjadi saat Naufal berlatih pada alat palang tunggal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/26/17b0ef4fff3f6b5fe94d55374d951eaf-IMG_20250926_WA0003.jpg)
”Beberapa hari yang lalu dia mengalami cedera leher yang parah saat berlatih di palang. Dia terjatuh ke dalam lubang yang berisi busa,” kata Oleg Minkarsky kepada media Rusia, Lenta.
Dalam olahraga senam artistik, seorang atlet biasanya melakukan sebuah rangkaian gerakan singkat yang bervariasi mulai dari 30 sampai dengan 90 detik untuk setiap alat yang berbeda. Pada sektor putra, ada enam alat yang digunakan pesenam, yakni lantai (floor), meja lompat (vaulting), gelang-gelang (stil rings), kuda pelana (pommel horse), palang sejajar (parallel bars), dan palang tunggal (horizontal bar)
Setiap gerakan pada alat-alat tersebut umumnya diwarnai gerakan mendarat sebagai akhir rangkaian rutin. Pada alat palang tunggal, gerakan mendarat dilakukan ketika pesenam mengayunkan tubuh, melepaskan pegangan dari palang, dan mendarat di lantai dengan kedua kaki. Pesenam biasanya menekuk lutut untuk meredam benturan.
Media lokal Penza, Penza Bezformata, menyebut, Naufal gagal mendarat sempurna saat gerakan pada alat palang tunggal pada 13 September 2025. Meski segera dilarikan ke rumah sakit dan dirawat secara intensif, nyawa Naufal tak terselamatkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/05/13/b33efc4e-07b2-4ff3-9728-eeaf95d31326.jpg)
Komite Investigasi Rusia di wilayah Penza menyelidiki dugaan tindak pidana atas dasar kejahatan yang diatur dalam paragraf ”c” Bagian 2 Pasal 238 KUHP Federasi Rusia tentang Produksi, Penyimpanan, Pengangkutan, atau Penjualan Barang dan Produk, Pelaksanaan Pekerjaan, atau Pemberian Jasa yang Tidak Memenuhi Standar Keselamatan. Paragraf ”c” menekankan pada penyediaan layanan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, yang mengakibatkan kerugian berat terhadap kesehatan seseorang atau kematian seseorang karena kelalaian.
Kantor kejaksaan wilayah Penza mengambil alih jalannya penyelidikan. Para penyidik disebut tengah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengungkap semua penyebab tragedi tersebut. Perhatian khusus diberikan pada kondisi teknis peralatan olahraga dan kualitas layanan yang diberikan untuk pelatihan para atlet.
Dalam olahraga senam, kondisi peralatan harus menjadi perhatian karena berkaitan dengan aspek keselamatan. Peralatan harus dipastikan berfungsi optimal, memadai, dan memenuhi standar agar menjaga stabilitas selama latihan dan mencegah cedera atlet.
Terlebih, kesalahan perhitungan kecil dapat menentukan kemenangan atau bencana dalam senam. Dan, seiring dengan meningkatnya tingkat kesulitan, risiko cedera serius atau kecelakaan yang mengancam keselamatan pun meningkat.
Meskipun kematian dalam senam cukup jarang, hal itu pernah terjadi sebelumnya. Pada 2019, pesenam muda dari Southern Connecticut State University, Amerika Serikat, meninggal setelah mengalami cedera tulang belakang serius dalam sebuah kecelakaan latihan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/11/28/c17f46ac-7ef3-44d5-8e53-244b642c5b2c.jpg)
CNN International melaporkan, Melanie Coleman terjatuh saat latihan rutin di palang bertingkat. Dua hari berselang, Coleman meninggal dunia. Pelatih pribadi Coleman, Thomas Alberti, menyebut insiden itu sebagai kecelakaan total. ”Ini bukan sesuatu yang bisa diterima oleh siapa pun,” katanya.
Menurut laporan University of Pittsburgh Medical Center pada 2022, sekitar 100.000 pesenam mengalami cedera setiap tahun. Cedera yang umum terjadi meliputi patah tulang pergelangan tangan, kerusakan tulang rawan, dan robekan ligamen anterior cruciatum (ACL).
Di Indonesia, Federasi Gimnastik Indonesia sedang berfokus mengurus kepulangan jenazah Naufal. Ketua Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati mengatakan, pihaknya dalam proses mengurus dokumen administrasi agar keluarga bisa ke Rusia untuk mendampingi Naufal. Dia mengupayakan semua proses berjalan lancar.
”Saat ini kami berkomunikasi dengan keluarga serta Pengprov Jatim dan Federasi Gimnastik Rusia, KBRI di Rusia, serta Kedutaan Rusia di Indonesia agar pemulangan jenazah almarhum Naufal ke Tanah Air bisa segera dilakukan,” ujar Ita.
Pada Jumat (26/9/2025), Federasi Gimnastik Indonesia melakukan doa bersama di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, tempat Naufal seharusnya berlaga pada bulan depan di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Selain Kejuaraan Dunia, Naufal disiapkan untuk mengikuti ajang internasional lainnya tahun ini, yakni SEA Games Thailand 2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/30/39dab78a-728d-42ce-b23c-7c977f0154a1.jpg)
Ita menambahkan, Naufal pun diproyeksikan dapat lolos Olimpiade Los Angeles 2028. Karena itu, Naufal dan kawan-kawan menjalani program pemusatan latihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, salah satu pusat senam artistik dan ritmik terbesar di Rusia.
Adapun pesenam putra lainnya kini berada di Hongaria untuk mengikuti seri World Challenge Cup 2025 di Szombathely. Ajang yang digelar 26-28 September 2025 ini merupakan seri final tahun ini. Sejumlah pesenam memanfaatkan kompetisi ini sebagai pemanasan untuk Kejuaraan Dunia di Jakarta.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto