Penyesuaian rute transportasi publik kembali diberlakukan di Jakarta, pada Jumat (29/8/2025), menyusul aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta Pusat.
29 Agt 2025 14:55 WIB · Metropolitan
JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah layanan transportasi publik di Jakarta kembali melakukan penyesuaian rute pada Jumat (29/8/2025), imbas aksi demonstrasi yang masih berlangsung di Jakarta Pusat. Meski terdampak, aktivitas warga tetap berjalan, mulai dari pekerja kantoran hingga sebagian pengemudi ojek daring yang terus berusaha melanjutkan rutinitas di tengah kepadatan lalu lintas.
Aksi demonstrasi ini merupakan buntut dari protes atas meninggalnya seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan (21), yang kena lindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah unjuk rasa di sekitar Gedung DPR pada Kamis (28/8/2025). Kejadian itu memicu gelombang kemarahan dari berbagai pihak.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, layanan Transjakarta tetap berjalan, tapi bersifat situasional mengikuti kondisi lapangan.
”Sejumlah layanan Transjakarta hari ini masih beroperasi situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Ayu, Jumat (29/8/2025).
Adapun rute yang terdampak cukup signifikan, terutama yang melintasi kawasan Senen, Otista, hingga sekitarnya. Beberapa jalur dialihkan, dipendekkan, bahkan dihentikan sementara demi menghindari kerawanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/25/381d3accd44a6c8c785bb2b7d95ea518-20250825PRI4HR.jpg)
Untuk layanan bus raya terpadu (BRT), Koridor 2 (Pulogadung-Balai Kota) dialihkan mulai pukul 05.00 WIB melalui Galur-Koridor 14-Tanah Tinggi-Kemayoran-Pasar Baru Timur-Juanda-Pecenongan-Monas menuju Balai Kota. Arah sebaliknya melewati Balai Kota-Gambir-Istiqlal-Pasar Baru Timur-Kemayoran-Tanah Tinggi-Cempaka Tengah hingga kembali ke Pulogadung.
Sementara itu, Koridor 2A, 5, 5C, dan 7F dihentikan sementara. Koridor 7 (Kampung Melayu-Kampung Rambutan) baru beroperasi pukul 11.00 WIB, dan Koridor 14 dipangkas hanya melayani JIS-Tanah Tinggi sejak pagi.
Pada layanan angkutan umum integrasi, sejumlah rute seperti 6H (Senen-Lebak Bulus), 1R (Blok M-Tanah Abang), dan 2P (Senen-Transhub Dukuh Atas) dialihkan melalui Jalan Budi Utomo sejak pukul 05.00 WIB.
Sejumlah layanan Transjakarta hari ini masih beroperasi situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan
Rute 5N (Kampung Melayu-Ragunan) baru beroperasi normal pada 11.30 WIB, sedangkan rute 5B (Bidara Cina-Stasiun Tebet) mulai jalan pukul 11.05 WIB. Untuk layanan rusun, rute 2H (Rusun Jatirawasari-Senen) dipangkas hingga BS Honda Letjen Suprapto.
Adapun mikrotrans juga terkena dampak penyesuaian. Rute JAK02 (Duren Sawit-Kampung Melayu) dihentikan sementara, sedangkan JAK10B (Stasiun Gondangdia-Cikini via Kramat) dan JAK17 (Pulogadung-Terminal Senen) mengalami pengalihan jalur di kawasan Kwitang dan Kramat Raya.
Ayu menegaskan, semua langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi situasi dengan tetap menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/05/171610b70145ac4f308589d9513776b8-FAK_4531.jpg)
Berbeda dengan Transjakarta, PT KAI Commuter memastikan layanan Commuter Line tetap berjalan normal hingga saat ini. Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus menyebut, semua lintas perjalanan KRL terpantau lancar dengan dominasi pengguna harian.
Ia menambahkan, perjalanan KRL Rangkasbitung kembali melintas hingga Stasiun Tanah Abang, sementara Stasiun Karet yang sempat ditutup pada Kamis malam kini kembali melayani penumpang secara normal.
Meski begitu, KAI Commuter menyiapkan langkah antisipasi berupa penambahan petugas keamanan di stasiun-stasiun padat serta pengaturan layanan apabila situasi kembali tidak kondusif.
”Operasionalisasi Commuter Line akan disesuaikan jika ada lintas pelayanan yang tidak aman atau membahayakan perjalanan kereta ataupun pengguna,” kata Joni.
Baik Transjakarta maupun KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk aktif memperhatikan informasi resmi agar dapat menyesuaikan perjalanan. Keselamatan dan ketertiban bersama tetap menjadi prioritas di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
Sementara itu, berdasarkan informasi akun X resmi TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, masyarakat diimbau untuk menghindari Simpang Lima Senen arah Tugu Tani. Para pengendara juga dianjurkan untuk mencari jalur rute alternatif lainnya.
Demo berlangsung di beberapa lokasi. Pada pagi hingga menjelang siang (sekitar pukul 09.00-11.00 WIB), massa berkumpul di depan Mako Brimob Kwitang sebagai bentuk protes atas tewasnya Affan Kurniawan.
Selanjutnya, demonstrasi berpusat di Markas Polda Metro Jaya dan dimulai setelah shalat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi ini diprakarsai oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama BEM Universitas Indonesia (BEM UI).
Sehubungan dengan adanya peningkatan aktivitas massa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, seluruh pintu masuk (entrance) Stasiun MRT Istora Mandiri dan Entrance A Stasiun Bendungan Hilir juga ditutup sementara waktu hingga pemberitahuan selanjutnya.
"Selain itu, kereta MRT Jakarta untuk sementara tidak berhenti di Stasiun Istora Mandiri hingga situasi dinyatakan kondusif," ujar Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo.
Pihaknya mengimbau pelanggan untuk menggunakan alternatif entrance maupun stasiun terdekat lainnya. Meski ada penyesuaian tersebut, operasional MRT Jakarta pada Jumat (29/8) tetap berjalan normal di seluruh lintas perjalanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/89a9e6884d7daff96051b77d843899c5-20250829AGS5.jpeg)
Namun, di balik penyesuaian rute transportasi umum, denyut aktivitas kota tetap terasa. Pelajar tetap berangkat ke sekolah, karyawan mengejar jam masuk kantor, pedagang membuka lapaknya, hingga pengemudi ojek daring berburu orderan di tengah kepungan lalu lintas.
Kirana (29), pegawai kantoran di kawasan Sudirman, harus berangkat satu jam lebih awal dari biasanya. Biasanya, ia hanya membutuhkan sekitar 45 menit dari rumahnya di Rawamangun menuju kantor. Namun, akibat pengalihan rute Transjakarta, perjalanannya molor hampir 2 jam.
”Biasanya naik Transjakarta langsung ke Dukuh Atas. Tadi harus mutar lewat Senen, pindah halte, terus nunggu bus lagi,” katanya.
Berangkat lebih pagi menjadi salah satu cara Kirana untuk mengantisipasi keterlambatan. Meski harus mengorbankan waktu tidur, ia menilai hal itu lebih baik daripada terlambat bekerja.
”Kalau nanti kondisi saat pulang kerja tidak kondusif, saya memilih naik ojek online saja,” kata Kirana.
Sementara itu, di sisi lain jalanan ibu kota, Muhammad Syahrul (40) merasakan hari yang lebih sibuk dari biasanya. Sebagai pengemudi ojek daring, ia justru kebanjiran pesanan.
”Sejak pagi banyak order ke arah Senen dan Cikini. Penumpang banyak yang bingung karena bus dialihkan. Jadi, mereka pilih naik ojol,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/f0ccf297c305a3fa29af2ef992b2f32e-20250829DNU3.jpg)
Namun, derasnya order tidak selalu berarti perjalanan mulus. Beberapa kali ia menerima pesanan yang kemudian dibatalkan lantaran terjebak kemacetan terlalu lama. Ada pula perjalanan yang harus ditempuh lebih jauh karena rute terpaksa diputar.
Syahrul berharap Jakarta bisa segera kembali normal. Sebagai pengemudi ojek daring, ia merasakan langsung bagaimana perubahan situasi di jalan bisa berimbas pada pendapatannya, juga pada rasa aman ketika bekerja.
”Harapan saya, semoga ada solusi cepat biar enggak berlarut-larut,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban terdampak unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025), termasuk pengurusan dan pemakaman jenazah Affan Kurniawan.
Pramono memastikan adanya dukungan lanjutan, khususnya bagi orangtua dan adik korban. Selain santunan dari pemprov dan dirinya pribadi, adik Affan yang masih duduk di bangku SMP juga akan mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.
”Affan adalah tulang punggung keluarga. Saya dengar motor Affan hilang. Karena anak Pak Zulkifli masih ada dua, yang pertama sudah bekerja, dan anak perempuan paling kecil masih SMP, tentunya kami akan memberikan KJP Plus serta bantuan lain yang bisa meringankan keluarga ini,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit bagi 38 korban luka akibat aksi unjuk rasa tersebut. ”Seluruh biaya perawatan menjadi tanggungan Pemprov DKI sepenuhnya,” kata Pramono.
Pramono juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama agar Jakarta tetap kondusif. Ia telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bersiaga dan memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
”Saya mengajak kita semua untuk menjaga keamanan dan kondusivitas Jakarta. Mari kita jaga Jakarta bersama-sama. Semuanya harus menjaga diri. Keamanan dan kenyamanan Jakarta adalah hal yang sangat penting,” katanya.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Nur Adji