AUSTRALIA TERBUKA

Rybakina ke Final dalam Senyap

Aryna Sabalenka lolos ke final Australia Terbuka untuk keempat kali beruntun. Dia akan berebut gelar juara dengan rival lama, Elena Rybakina.

29 Jan 2026 22:20 WIB · Olahraga

AP Photo/Aaron Favila

Oleh Yulia Sapthiani

MELBOURNE, KAMIS — Final tunggal putri Grand Slam Australia Terbuka mempertemukan Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina. Sabalenka adalah favorit juara, sedangkan Rybakina mendapat tiket final dengan status di luar radar.

Sabalenka lolos ke final setelah mengalahkan Elina Svitolina dengan skor 6-2, 6-3 di Rod Laver Arena, Melbourne Park, di semifinal, Kamis (29/1/2026). Menyusul langkah petenis nomor satu dunia itu, Rybakina yang menang atas Jessica Pegula 6-3, 7-6 (7).

Kedua petenis melangkah ke final melalui kemenangan dua set dalam enam babak. Perebutan gelar juara yang akan berlangsung Sabtu menjadi ulangan final Australia Terbuka 2023 yang dimenangi Sabalenka.

Sejak saat itu, sangat jarang petenis yang bisa mengimbangi Sabalenka di lapangan keras Melbourne Park. Dalam 26 pertandingan, sejak 2023 hingga semifinal 2026, hanya Madison Keys yang bisa mengalahkannya, yaitu pada final 2025.

Tahun ini, petenis yang bisa memberi perlawanan paling ketat adalah Anastasia Potapova. Meski kalah, dia membuat Sabalenka bermain tiebreak dalam dua set di babak ketiga.

Petenis Kazakhstan Elena Rybakina melambai ke penonton usai mengalahkan petenis AS Jessica Pegula pada laga semifinal di Melbourne, Australia, Kamis (29/1/2026).

Rybakina juga selalu menang dalam dua set. Dia melangkah ke final dalam ”senyap” di saat ada petenis lain dengan posisi lebih tinggi sebagai unggulan. Petenis Kazakhstan unggulan kelima itu berada di bawah Sabalenka, Iga Swiatek (2), Cori Gauff (3), dan Amanda Anisimova (4).

Dia tidak begitu difavoritkan juara atau ke final karena tidak bisa melewati babak keempat Grand Slam pada 2025 ketika empat unggulan di atasnya mendapat hasil lebih baik. Sabalenka adalah juara Amerika Serikat Terbuka, Swiatek menjuarai Wimbledon, sementara Gauff juara di Perancis Terbuka. Anisimova tak juara, tetapi dia tampil di final dalam dua Grand Slam beruntun, Wimbledon dan AS Terbuka. Dalam turnamen pemanasan Australia Terbuka, yaitu WTA 500 Brisbane, Rybakina pun tersingkir di perempat final.

Meskipun demikian, ada fakta yang membuat Rybakina tak dapat dipandang sebelah mata. Dia menjuarai turnamen Final WTA pada November 2025 dengan mengalahkan petenis-petenis berperforma terbaik sepanjang tahun itu.

Dalam turnamen yang diikuti delapan petenis dengan prestasi terbaik sepanjang 2025 tersebut, Rybakina mengalahkan Anisimova, Swiatek, dan Ekaterina Alexandrova pada penyisihan grup. Setelah itu, dia mengalahkan Pegula dan menang atas Sabalenka di final dengan skor 6-3, 7-6 (0).

Saat berhadapan dengan Pegula di Melbourne Park, performa Rybakina pun begitu solid. Selain servis ke area T (tengah lapangan) dan sudut luar yang membuat Pegula kesulitan mengembalikannya, Rybakina pun mempunyai forehand keras dan datar.

Petenis AS Jessica Pegula melakukan servis ke petenis Kazakhstan Elena Rybakina pada laga semifinal Australia Terbuka di Melbourne, Kamis (29/1/2026).

Namun, konsistensi permainannya hilang pada momen penting hingga Rybakina dua kali gagal memanfaatkan serving for the match. Dia gagal memanfaatkan servisnya saat unggul 5-4 dan 6-5 hingga set kedua berakhir dengan tiebreak. Sejak skor 5-4 hingga 6-6, Rybakina lebih banyak membuat unforced error dibandingkan winner. Poin terakhir, melalui backhand winner, akhirnya didapat berselang 29 menit setelah Rybakina mendapat match point pertama.

”Saya sangat stres. Saya berusaha bertahan, berjuang untuk setiap poin dalam laga ketat seperti tadi. Saya senang bisa mengatasinya, apa pun situasinya,” kata Rybakina yang terkenang pada kekalahan dari Anna Blinkova pada babak kedua Australia Terbuka 2024. Saat itu, dia kalah tiga set dengan skor 20-22 set ketiga yang merupakan tiebreak terpanjang pertandingan tunggal putri Australia Terbuka.

Belajar dari momen tersebut, Rybakina berharap bisa bermain dalam level yang lebih baik. Apalagi, Sabalenka adalah petenis yang tak mudah melakukan unforced error.

Final nanti akan menjadi pertemuan ke-15 bagi kedua petenis dengan keunggulan 8-6 bagi Sabalenka. Bersaing pertama kali pada turnamen di Wuhan, China, pada 2019, mereka menjadi bagian dari tiga tunggal putri terbaik pada 2021 hingga 2023. Satu petenis lainnya adalah Swiatek.

”Final 2023 adalah pertarungan sengit. Aryna bermain lebih baik pada momen-momen akhir dan dia layak untuk menang. Untuk final kali ini, saya berharap bisa bermain lebih baik dan akan menikmatinya,” tutur Rybakina.

Petenis Belarus Aryna Sabalenka mengembalikan bola ke petenis Ukraina Elina Svitolina pada laga semifinal Australia Terbuka di Melbourne, Kamis (29/1/2026).

Sementara, Sabalenka mengingatkan diri sendiri bahwa tugasnya belum selesai meski menyamai Evonne Goolagong dan Martina Hingis dengan empat kali lolos ke final atau lebih secara beruntun. Kedua petenis itu tampil di final enam kali beruntun pada era berbeda. Goolagong lolos ke final pada 1971-1976 dengan gelar yang didapat pada 1974-1976. Adapun Hingis juara 1997-1999 dari final 1997-2002.

”Sangat bangga dengan pencapaian luar biasa ini, tetapi perjalanan belum selesai. Saya senang bisa bermain dengan level yang diinginkan di semifinal tadi,” kata Sabalenka.

Pada tunggal putra, semifinal yang akan berlangsung Jumat menjadi persaingan di antara empat unggulan teratas. Dalam semifinal pertamanya di Australia Terbuka, Carlos Alcaraz (1) akan berhadapan dengan Alexander Zverev (4). Ini menjadi ulangan perempat final 2024 saat Alcaraz kalah dari Zverev.

Dalam sesi malam, juara Australia Terbuka dalam dua tahun terakhir, Jannik Sinner, akan berhadapan dengan ”penguasa” Melbourne Park, Novak Djokovic. Djokovic adalah pemilik sepuluh gelar Australia Terbuka, tetapi dia tertinggal 4-6 dalam pertemuan dengan Sinner. Lima kekalahan Djokovic didapat dalam lima pertemuan terakhir sejak Piala Davis 2023 hingga semifinal Wimbledon 2025. Dalam lima pertemuan terakhir itu, Djokovic hanya memenangi dua set dari total 15 set. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan