Suhu panas yang melanda Amerika membuat pemain Piala Dunia Antarklub dan anjing yang berjaga merasakan dampaknya.
28 Jun 2025 11:01 WIB · Olahraga
Ada yang berbeda dalam Piala Dunia Antarklub edisi ke-21 di Amerika Serikat yang telah berlangsung sejak 14 Juli lalu. Sebanyak 32 klub bertanding dalam cuaca panas ekstrem karena gelombang panas yang melanda kawasan Amerika.
Belasan anjing pelacak yang membantu pihak keamanan memakai sepatu khusus untuk menghindari pancaran panas dari aspal dan jalanan beton di sekitar stadion tempat pertandingan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/28/72f55353-8fe7-4462-bcf1-bbfc33a59a03_jpg.jpg)
Anjing pelacak sering terlihat bertugas di bandara dan di acara olahraga atau konser karena mereka dapat mencium bau bahan peledak, barang selundupan, dan amunisi. Polisi juga menggunakan anjing pelacak untuk membantu menemukan orang hilang atau melacak tersangka kriminal.
Warna cerah sepatu yang dipakai anjing-anjing ini mengundang perhatian suporter yang datang. Tak jarang mereka berhenti dan mengabadikan dengan telepon selulernya.
Walau tidak bisa dibilang hal yang biasa, alas kaki untuk anjing bukanlah hal yang aneh di Amerika. Di Portland, Maine, dan kota-kota lain di seluruh Amerika Serikat, unit polisi K9 telah menggunakan sepatu bot untuk melindungi kaki anjing dari es, pasir, dan garam yang menyertai cuaca musim dingin.
Pemandangan menarik lain, saat anjing-anjing K9 ini mendinginkan diri di depan kipas angin atau berendam di wadah berisi es batu.
”Jelas, saat kami kepanasan, mereka 10 kali lebih kepanasan. Mereka memiliki bulu yang tebal, jadi ini hal yang penting bagi kami. Anjing kami adalah nomor 1. Kami tidak dapat melakukan pekerjaan tanpa mereka,” kata Cody Schwartz, Manajer 3DK9 Detection Service, perusahaan swasta yang menyediakan tim K9 di stadion.
Selain mengenakan sepatu bot, anjing-anjing tersebut hanya boleh berpatroli selama 20 menit dalam cuaca panas untuk menghindari dehidrasi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/28/56b08de7-9a6f-4fb1-8ed1-abc254851492_jpg.jpg)
Dalam banyak pertandingan terlihat kaus pemain dalam waktu singkat menjadi basah kuyup oleh keringat. Hal ini juga menyebabkan pemain lebih cepat mengalami kelelahan dan mengalami dehidrasi atau kram.
”Cuacanya sangat panas. Jari kaki saya sakit, bahkan kuku kaki saya pun sakit, saya tidak bisa berhenti atau memulai. Ini luar biasa, tetapi karena semua orang mengalaminya, tidak ada alasan untuk mengeluh,” kata Marcos Llorente dari Atletico setelah pertandingan melawan Paris Saint-Germain.
”Di Eropa, cuacanya lebih kering dan di sini lebih lembab. Saya rasa cuaca akan dua kali lebih buruk bagi mereka (pemain Eropa),” kata Tyler Fernando, seorang penggemar sepak bola, sebelum pertandingan Bayern Muenchen melawan Benfica pada hari Selasa di Charlotte, North Carolina, yang suhunya mencapai 97 derajat fahrenheit (36 celsius) saat pertandingan.
Mereka yang menyaksikan pertandingan Auckland City melawan Boca Juniors di Nashville pada hari Selasa bahkan harus menahan suhu yang mencapai 90 derajat fahrenheit. Penonton pria bertelanjang dada dan mencari tempat yang teduh.
Chelsea memperpendek sesi latihan di Philadelphia, yang suhunya mencapai 90-an fahrenheit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/28/1a4170fa-8693-4a92-8a44-cd682877541f_jpg.jpg)
”Saya selalu berusaha menghindari alasan, saya selalu berusaha jujur. Ini bukan soal alasan, ini soal kenyataan. Tapi kami di sini dan kami berusaha melakukan yang terbaik,” kata pelatih Chelsea, Enzo Maresca.
Pedoman FIFA juga mengamanatkan jeda pertandingan ketika suhu mencapai 89,6 derajat fahrenheit. Biasanya jeda dilakukan sekitar menit ke-30 dan ke-75. Istirahat pendinginan pernah terjadi saat final Olimpiade 2008 antara Argentina dan Nigeria di Stadion Nasional Beijing. Saat itu, suhu di lapangan mencapai 107 derajat fahrenheit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/28/80be32d2-d99f-400c-9d85-880ca392ef55_jpg.jpg)
”Kubah panas” bertekanan tinggi yang terbentuk di timur Amerika mengakibatkan suhu meningkat hingga 90 derajat fahrenheit di banyak wilayah.
Ini menandakan anjing-anjing yang bertugas di stadion akan tetap mengenakan sepatu mereka selama bertugas.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul