Empat tahun kemenangan Taliban di Afghanistan.
18 Agt 2025 07:00 WIB · Internasional
Ratusan orang berlari di samping pesawat angkut C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang mulai bergerak maju untuk tinggal landas. Beberapa di antara mereka nekat memanjat pesawat yang bergerak di landasan pacu Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021.
Ribuan warga Afghanistan sejak beberapa hari sebelumnya telah memenuhi bandara ini. Mereka berharap bisa ikut dievakuasi keluar dari Afghanistan untuk menghindari penangkapan Taliban. Beberapa warga tewas terjatuh saat pesawat mulai mengudara. Kepanikan itu nyata terlihat di Bandara Internasional Hamid Karzai yang menjadi satu-satunya tempat aman untuk keluar wilayah Afghanistan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/17/375c0247-5e6a-4f28-b070-b2bd7c4c9597_jpg.jpg)
Hari itu sejumlah negara asing, termasuk Amerika Serikat, mengevakuasi ribuan warga negaranya, beserta staf lokal mereka. Evakuasi ini bersamaan saat Taliban memasuki ibu kota Afghanistan. Kemenangan Taliban melawan tentara Pemerintah Afghanistan itu di luar prediksi.
Terlalu cepat hingga menimbulkan kepanikan di kalangan warga dan negara-negara asing, terutama staf kedutaan. Taliban bahkan merebut kabul tanpa pertumpahan darah saat AS dan NATO menarik pasukan mereka. Ratusan tentara Afghanistan juga telah melarikan diri dengan armada militer mereka ke beberapa negara tetangga, terutama Uzbekistan.
Ratusan tentara AS dikerahkan untuk mengamankan bandara dalam upaya mengevakuasi warga Amerika dan staf lokal kedutaan. Beberapa hari sebelumnya, helikopter Chinook dan Blackhawk silih berganti mendarat di Kedutaan Besar AS di Kabul, mengevakuasi staf kedutaannya. Sebagian yang tidak terangkut diarahkan ke Bandara Internasional Hamid Karzai dengan konvoi kendaraan lapis baja.
Tentara Amerika bersusah payah mengendalikan massa. Beberapa kali tembakan peringatan dikeluarkan untuk menghalau dan menenangkan ribuan orang yang berada di bandara. Pagar tembok dan kawat berduri tak lagi bisa menghalangi massa. Ketakutan akan penangkapan Taliban membuat mereka nekat menerobos kawat berduri dan pagar demi bisa masuk lokasi bandara.
Sebuah foto tentara Amerika yang mengambil bayi melewati pagar berduri yang diabadikan fotografer AFP, Omar Haidari, sungguh menyayat hati. Tampak seorang tentara AS dipegangi rekan-rekannya agar bisa menjangkau bayi yang disodorkan warga dengan satu tangan.
Sementara pada foto lain yang didokumentasikan Kapten Chris Herbert dari Angkatan Udara AS juga menggambarkan suasana darurat saat itu. Ratusan warga Afghanistan duduk berdesakan di lantai di dalam pesawat Angkatan Udara AS, C-17 Globemaster III. Mereka diangkut dari Bandara Internasional Hamid Karzai, 15 Agustus 2021.
Sebagai penutup, foto para pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu, di Kabul, Minggu, (15/8/2021), terasa sangat simbolik. Para pejuang Taliban duduk di sebuah meja kayu beralaskan kaca yang biasa digunakan Presiden Afghanistan saat menjabat tugas sebagai kepala negara. Itu seakan mengatakan bahwa kami adalah penguasa Afghanistan saat ini.
Pada 15 Agustus 2021, Taliban berkuasa untuk kali kedua setelah penguasaan pertama tahun 1996. Taliban pertama kali menguasai Afghanistan pada 1996 setelah menggulingkan pemerintahan Presiden Burhanuddin Rabbani. Perayaan ulang tahun ke-4 kembalinya Taliban ke kekuasaan pada hari Jumat (15/8/2025) dirayakan dengan menaburkan bunga dari helikopter di atas kerumunan warga di Kabul. (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan