Saat Biksu Berjalan Jauh untuk Perdamaian

Puluhan biksu memulai kembali perjalanan  ratusan kilometer dari Bali menuju Candi Borobudur setelah beristirahat di Surabaya.

15 Mei 2026 18:18 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Kompas/Bahana Patria Gupta

Oleh Bahana Patria Gupta

 

Pagi pukul 06.00 di Vihara Buddhayana Dharmawira Center sudah riuh oleh umat. Satu per satu umat datang membawa makanan dan minuman. Tiga meja panjang disusun sedemikian rupa. Satu meja untuk aneka kue, satu meja untuk makanan berat, dan satu meja lainnya untuk tempat minuman.

Makanan dan minuman tersebut menjadi sarapan bagi para biksu peserta Indonesia Walk for Peace yang bermalam setelah sehari sebelumnya berjalan dari Pasuruan dengan melewati Sidoarjo, dan tiba di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Indonesia Walk for Peace dimulai dari Brahmavihara-Arama, Kabupaten Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dengan diikuti biksu dari Indonesia dan negara lain, seperti Malaysia, Thailand, dan Laos.

Sementara umat menata makanan, para biksu juga sibuk menyiapkan diri untuk memulai kembali perjalanan. Ada yang merapikan jubah, menutupi luka di kaki, menggosokkan minyak ke tubuh, dan memindahkan tas pribadi ke mobil pengiring. Persiapan juga dilakukan oleh para pendukung kegiatan yang mengikuti sejak awal seperti patroli pengawal (patwal), ambulans, dan kendaraan logistik.

Biksu peserta Indonesia Walk for Peace sesaat sebelum kembali melanjutnya perjalanan di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Sebanyak 56 biksu yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Laos tersebut melakukan perjalanan suci dari Bali menuju Candi Borobudur sepanjang 660 km dengan membawa pesan toleransi, kedamaian universal dan harmoni sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2560 BE pada 31 Mei 2026. 

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)
Biksu peserta Indonesia Walk for Peace memperbaiki penggunaan jubahnya sesaat sebelum kembali melanjutnya perjalanan di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Sebanyak 56 biksu yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Laos tersebut melakukan perjalanan suci dari Bali menuju Candi Borobudur sepanjang 660 km dengan membawa pesan toleransi, kedamaian universal dan harmoni sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2560 BE pada 31 Mei 2026. 

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)
Biksu peserta Indonesia Walk for Peace memegang alas kakinya sebelum kembali melanjutnya perjalanan di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Sebanyak 56 biksu yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Laos tersebut melakukan perjalanan suci dari Bali menuju Candi Borobudur sepanjang 660 km dengan membawa pesan toleransi, kedamaian universal dan harmoni sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2560 BE pada 31 Mei 2026. 

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)
Biksu peserta Indonesia Walk for Peace sesaat sebelum kembali melanjutnya perjalanan di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Sebanyak 56 biksu yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Laos tersebut melakukan perjalanan suci dari Bali menuju Candi Borobudur sepanjang 660 km dengan membawa pesan toleransi, kedamaian universal dan harmoni sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2560 BE pada 31 Mei 2026. 

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

<p>Berdoa sebelum memulai perjalanan. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)</p><p>Umat ikut berdoa. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)</p><p>Persiapan keberangkatan (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)</p>

Berdoa sebelum memulai perjalanan. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Umat ikut berdoa. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Persiapan keberangkatan (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Pada pukul 06.45 WIB, para biksu memulai perjalanan kembali menuju Balai Kota Surabaya. Salah satu biksu dari Indonesia yang mengikuti perjalanan yaitu Tedja Punyo mengaku sudah siap melanjutkan perjalanan kembali setelah beristirahat semalam di vihara. “ Ya saya sudah siap, memang cuaca panas jadi kendala yang cukup berat, banyak biksu kakinya rusak,” ujar Tedja Punyo di tengah persiapan.

Warga Harsono (74) memberikan permen kepada biksu peserta Indonesia Walk for Peace di Jalan Manyar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Sebanyak 56 biksu yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Laos tersebut melakukan perjalanan suci dari Bali menuju Candi Borobudur sepanjang 660 km dengan membawa pesan toleransi, kedamaian universal dan harmoni sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2560 BE pada 31 Mei 2026. 

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Jika hari sebelumnya cuacanya cukup terik, pagiitu para biksu memulai perjalanan dengan awan yang melingkupi Kota Surabaya. Dari Vihara yang berada di Panjang Jiwo, para biksu akan melintasi rute Jalan Ngagel Jaya Selatan-Jalan Ngagel-Jalan Kertajaya-Jalan Gubeng –Jalan Pemuda-Jalan Yos Sudarso dan berakhir di Balai Kota Surabaya sebagai pemberhentian awal.  Jarak yang ditempuh kurang lebih sejauh 8 kilometer.

Salah satu warga, Harsono (74), menunggu untuk memberikan permen untuk para biksu yang melintas. Berbekal informasi yang didapat dari Vihara Buddhayana Dharmawira Center, Harsono menunggu di depan Taman Flora yang cukup teduh. Dia sendirian di tempat itu.

“Saya sudah dapat info sebelumnya, jadi saya pilih tempat yang akan dilalui.  Saya hanya bisa membawa 30 kantong permen. Hanya dapatnya segitu soalnya,” ujar Harsono.  Saat para biksu melintas, tangan Harsono dengan cekatan memberikan satu per satu para biksu dengan satu kantong penuh permen.

“Saya ingin menjadi bagian dari kegiatan ini. Saya ingin mempraktikkan kebajikan,” ujar Harsono dengan nada bangga.

Biksu peserta Indonesia Walk for Peace menuju Balai Kota Surabaya
Pedagang mendorong gerobak saat biksu peserta Indonesia Walk for Peace melintas
Melintas di Jalan Manyar
Siraman cahaya matahari pagi.
Menuju Balai Kota Surabaya

Tidak hanya Harsono, hampir sepanjang jalan yang dilalui banyak warga lain yang telah menunggu. Mereka memberikan makanan dan minuman untuk para biksu. Para biksu juga berbagi pemberian makanan dan minuman dari warga untuk warga yang lebih membutuhkan, seperti para tukang becak.  

Setelah melintasi Sidoarjo dan Surabaya, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Jawa Tengah dengan target jarak tempuh 30 hingga 40 kilometer per hari. Para biksu dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026, sebelum puncak Hari Raya Waisak pada 31 Mei 2026 mendatang.

Biksu peserta Indonesia Walk for Peace melintas di Jalan Ngangel Jaya Selatan
Jalan beriringan
Bersjalan bersama bayangan
Warga melihat biksu peserta Indonesia Walk for Peace melintas
Pengendara berhenti saat biksu peserta Indonesia Walk for Peace melintas
Biksu peserta Indonesia Walk for Peace melintas di Jalan Gubeng
Bunga kertas dari warga
Umat memberikan makan dan minuman kepada biksu
Biksu peserta Indonesia Walk for Peace tiba di Balai Kota Surabaya, Kota Surabaya

Walau perjalan panjang ini akan berakhir untuk perayaan Hari Raya Waisak. Laku para biksu ini menjadi simbol sebuah harapan untuk perdamaian bagi semua umat beragama yang ada di dunia.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Bahana Patria Gupta
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung