Jakarta LavAni melakoni pertarungan sengit di Proliga 2025. Kondisi mereka yang berada di atas angin selama berpekan-pekan nyaris tergoyahkan.
16 Feb 2025 12:20 WIB · Olahraga
Berada di atas angin selama enam pertandingan beruntun rawan membuat lengah. Tim bola voli putra, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, patut berterima kasih kepada Palembang Bank SumselBabel karena telah diingatkan untuk selalu waspada selama persaingan belum berakhir, kendati posisi saat ini sudah begitu nyaman.
Jakarta LavAni Livin’ Transmedia menciptakan dominasi pada sektor putra liga bola voli profesional Indonesia, Proliga 2025. Runner up Proliga musim lalu ini mencetak enam kemenangan beruntun, lima di antaranya bahkan diraih skor sempurna 3-0.
Satu kemenangan lainnya diraih lewat empat set dengan skor 3-1. Hasil itu tercipta ketika menghadapi juara musim lalu, Jakarta Bhayangkara Presisi, pada pertandingan perdana.
Setelah selalu menang dengan skor sempurna, LavAni tak tergoyahkan di puncak klasemen sementara. Tim milik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, ini berada di atas angin. Namun, kondisi nyaman ini ternyata nyaris jadi bumerang dan memicu kekalahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/16/8731f1a38595fd53cd733c1a5bec6e6e-13e3141d_2de9_4e12_a7dd_241d0bde81c4.jpeg)
Palembang Bank SumselBabel menjadi “aktor” utama yang mengguncang kenyamanan LavAni. Dalam laga hari kedua putaran kedua Proliga 2025, Sabtu (15/2/2025) malam, Bank SumselBabel memaksa LavAni untuk bersusah payah mengalahkan mereka.
Pertandingan bahkan harus ditempuh lewat lima set, sesuatu yang baru dialami LavAni pada musim ini. Di GOR Terpadu A Yani Pontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, itu, LavAni akhirnya mengakhiri laga dengan skor 3-2 (25-14, 25-27, 27-25, 23-25, 15-12).
Set kedua banyak kesalahan sendiri yang dilakukan anak-anak, terutama di servis dan receive.
LavAni sebenarnya mengawali laga dengan meyakinkan. Boy Arnes dan kawan-kawan langsung mengambil mengambil inisiatif serangan. Mereka pun menyegel kemenangan pada set pertama.
Pada set kedua, para pemain LavAni banyak melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya berbuah poin bagi lawan. Di satu sisi, Palembang Bank SumselBabel juga memberikan perlawanan sengit sehingga bisa merebut kemenangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/16/964794e3d745761e14393e93936a7e7b-5b63d3eb_d37b_46eb_993d_91b2e9d74b7c.jpeg)
Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, pun menyoroti kesalahan-kesalahan tim asuhannya tersebut. Apalagi, kesalahan itu sangat mendasar. "Set kedua banyak kesalahan sendiri yang dilakukan anak-anak, terutama di servis dan receive," kata Erwin usai laga.
Pada set ketiga, kesalahan itu tidak sepenuhnya hilang. Palembang Bank SumselBabel juga masih menggebu untuk memberikan perlawanan bahkan hingga poin-poin penentuan.
LavAni nyaris menelan kekalahan untuk pertama kalinya setelah kembali bersaing ketat. Namun, Dewi Fortuna masih berada di pihak LavAni sehingga mereka bisa mempertahankan kemenangan beruntun pada laga yang berlangsung 2 jam 42 menit itu.
Kemenangan itu pun membuat LavAni kian kokoh di posisi puncak klasemen sementara dengan poin 20. Mereka berpeluang menutup putaran kedua sebagai juara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/16/2db6eb515d32f2e55bb39384c7ff9a15-b6bd55a8_1438_4c6e_8395_11d737776dd2.jpeg)
Sementara itu, pelatih Bank SumselBabel, Iwan Dedi Setiawan, mengapresiasi penampilan timnya yang bermain bagus. Iwan juga menuturkan, pemain asing yang baru, Bradley Robert Gunter, membuat pemainan lebih berkembang.
Melawan LavAni, Gunter menyumbang poin terbanyak tim dengan 23 poin. Disusul dengan pemain veteran yang menjadi bagian tim ketika klub ini finis sebagai runner up Proliga 2017 dan 2018, Sigit Ardian (17 poin).
Iwan pun berharap pada laga selanjutnya bisa mengukir kemenangan saat menjadi tuan rumah untuk pekan ketujuh. Selama ini, tim asuhannya baru sekali menang dari enam laga dan berada posisi keempat klasemen sementara dengan empat poin.
Proliga pekan keenam masih menyisakan tiga pertandingan. Dari sektor putri, Yogya Falcons akan berhadapan dengan Jakarta Electric PLN serta Jakarta Livin’ ‘Mandiri melawan Jakarta Popsivo Polwan. Adapun pada sektor putra, Jakarta Garuda Jaya bakal menantang Jakarta Bhayangkara Presisi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .