Saat Kawasan Kota Lama Kembali Menyambut Pelari Semarang 10K

Para peserta Semarang 10K tak sabar melintasi kawasan Kota Lama yang terus bersolek. Pagar seng penutup Gereja Blenduk bakal dibuka untuk menyambut pelari.

13 Des 2024 06:00 WIB · Metropolitan

Oleh Kristi Dwi Utami

Kawasan Kota Lama di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus bersolek untuk memikat hati para wisatawan. Kini, Gereja Blenduk yang merupakan salah satu ikon kawasan itu sedang dalam proses rehabilitasi. Khusus saat lomba lari Semarang 10K, bangunan yang kini masih tertutup pagar seng itu bakal dibuka untuk memanjakan netra pelari.

Lomba lari Semarang 10K 2024 yang terselenggara berkat kerja sama Pemerintah Kota Semarang, harian Kompas, dan Le Minerale bakal digelar pada Minggu (15/12/2024). Sebelumnya, lomba itu telah diselenggarakan pada 2018, 2019, 2022, dan 2023.

Evy Prihana (33), pelari asal Tegal, Jateng, pun tak sabar menanti lomba sejauh 10 kilometer itu. "Saya sudah lama ingin ikut Semarang 10K, tapi baru kesampaian tahun ini. Sebelumnya tidak kebagian slot," katanya saat dihubungi, Rabu (11/12/2024).

Evy mengaku tertarik mengikuti ajang itu setelah mendengar testimoni dari teman-temannya yang pernah berlari di lomba tersebut. Dari cerita teman-temannya, Semarang 10K menawarkan jalur yang datar dan steril. Kondisi itu sangat cocok untuk Evy yang ingin memperbaiki catatan waktunya.

Pedagang air menarik gerobaknya dengan latar belakang bangunan tua di Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2024). Kawasan Kota Lama menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kota Semarang. Sejumlah penyelenggaraan acara memanfatkan kawasan Kota Lama sebagai daya tarik salah satunya menjadi rute pelari pada Semarang 10K. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 10-12-2024

Evy juga mendengar bahwa ada kelompok sorak (cheering) di sejumlah titik di Semarang 10K. Menurut Evy, aksi-aksi yang ditampilkan oleh kelompok-kelompok itu bisa membantu memompa semangatnya ketika berlari.

"Apalagi, nanti larinya itu melewati bangunan-bangunan ikonik Kota Semarang. Pasti bagus. Saya jadi bisa dapat pengalaman baru, juga bahan untuk konten media sosial," tuturnya sambil terkekeh.

Tak hanya berlari, Evy yang merupakan anggota komunitas Tegal Runners itu juga ingin berwisata menikmati tempat-tempat wisata di Kota Semarang. Di samping itu, ia juga berniat untuk menjajal kuliner-kuliner khas Kota Semarang.

Selain mereka yang baru pertama berpartisipasi, sejumlah pelari yang pernah ikut serta dalam lomba itu pun antusias menanti Semarang 10K. Harliana Ratna (29), pelari dari komunitas Semarang Runners, misalnya, sudah tak sabar ingin kembali berlari di lintasan Semarang 10K.

Sebenarnya, jalanan yang menjadi rute Semarang 10K sudah sering kali dilintasi Harliana saat latihan bersama komunitasnya. Namun, suasana berlari saat latihan dan saat event disebutnya sangat berbeda.

"Kalau saat lomba itu kan pasti ada cheering-nya, itu sih yang paling ditunggu. Terus, kalau pas lomba itu, rutenya jadi lebih steril karena ada yang menjaga. Selain itu, ada water station (pos hidrasi) juga yang disediakan, jadi tidak takut kekurangan hidrasi selama berlari," ucap dia.

Pesepeda melintas dengan latar belakang Gereja Emmanuel atau dikenal Gereja Blenduk yang masih dalam tahap revitalisasi di Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2024). Kawasan Kota Lama menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kota Semarang. Sejumlah penyelenggaraan acara memanfatkan kawasan Kota Lama sebagai daya tarik salah satunya menjadi rute pelari pada Semarang 10K. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 10-12-2024

Harliana juga mengaku sangat antusias karena rute Semarang 10K melewati kawasan Kota Lama. Menurutnya, kawasan itu menjadi salah satu lokasi terbaik untuk berfoto saat lomba. Keindahan bangunan-bangunan cagar budaya dengan arsitektur bergaya kolonial disebutnya bakal membuat foto-foto dirinya saat berlari menjadi kian estetis.

"Sayangnya, lagi ada pembangunan di Gereja Blenduk, jadi ada besi-besi dan pagar yang menutupi bangunan itu. Tapi untungnya, seng yang (menutupi) bagian atas itu sudah dibuka. Jadi, lumayan lah, terlihat sedikit," ujarnya.

Sebagai gantinya, Harliana berencana berfoto dengan latar gedung-gedung lain di kawasan Kota Lama, seperti Marba dan Spiegel. Dua gedung itu dinilai Harliana tak kalah ikonik dengan bangunan Gereja Blenduk.

Quote

Apalagi, nanti larinya itu melewati bangunan-bangunan ikonik Kota Semarang. Pasti bagus. Saya jadi bisa dapat pengalaman baru, juga bahan untuk konten media sosial

Rehabilitasi

Sejak 8 Mei 2024, Gereja Blenduk direhabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pekerjaan yang dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara sebesar Rp 26 miliar itu ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024.

Bagian yang direhabilitasi antara lain bangunan tambur dan menara, atap kubah dan cupola, portico, dan rumah lonceng. Selain itu, ada juga pekerjaan mekanikal elektrikal pada kamera pemantau (CCTV), genset, tata suara, tata udara, penerangan, dan alarm kebakaran. Tak ketinggalan, pekerjaan lanskap, drainase, serta toilet juga dilakukan.

Pekerja saat menyelesaian proyek rehabilitasi dan perawatan Gereja Emmanuel atau dikenal Gereja Blenduk di Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2024). Kawasan Kota Lama menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kota Semarang. Sejumlah penyelenggaraan acara memanfatkan kawasan Kota Lama sebagai daya tarik salah satunya menjadi rute pelari pada Semarang 10K. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 10-12-2024

Paham akan keresahan pelari yang khawatir tak bisa berfoto di depan Gereja Blenduk, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu pun melakukan sesuatu. Beberapa hari sebelum lomba, Hevearita mengajukan izin kepada kontraktor yang menangani rehabilitasi Gereja Blenduk supaya pelari tetap bisa menikmati bangunan yang dibangun pada 1753 tersebut dengan nyaman.

"Sebenarnya, secara keseluruhan sudah selesai, tinggal finishing saja. Jadi, memang bangunan itu masih dipagari seng. Tapi, saya sudah minta izin, khusus saat Semarang 10K agar sengnya dibuka sehingga pelari bisa berfoto di situ. Nanti, siangnya, setelah selesai lomba baru ditutup lagi. Mereka membolehkan," kata Hevearita, Kamis (12/12/2024).

Di Kawasan Kota lama, Pemerintah Kota Semarang juga melakukan perbaikan jalan untuk menunjang kenyamanan pelari. Di sekitar kawasan Bubakan, misalnya, penggantian paving dilakukan karena sejumlah paving telah rusak dan membuat kontur jalan menjadi bergelombang.

Selama lomba berlangsung, Hevearita ingin memastikan seluruh jalur bersih dari sampah. Masyarakat maupun pelaku usaha yang berada di sepanjang jalur diminta untuk membuang sampah sebelum Minggu pukul 02.00 atau sesudah lomba. Dengan begitu, pelari tidak terganggu dengan pemandangan sampah maupun bau sampah.

"Selain itu, saya juga sudah minta supaya truk-truk besar yang diparkir di Jalan Merak, Gedangan, maupun di Jalan Ahmad Yani untuk jangan parkir di situ dulu. Lalu, pemulung yang biasanya menyimpan barang-barangnya seperti di Sendowo itu juga diatasi. Termasuk tuna wisama sering tidur di emperan toko Jalan Pemuda juga mohon diminta tidak tidur di situ," ucap Hevearita.

Pelari Semarang 10K Powered by Isoplus kategori saat berlari melintasi keindahan banggunan ikonik di Kota Lama, Kota Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2023). Semarang 10K menjadi agenda olahraga lari tahunan yang terbesar di Kota Semarang dengan diikuti atlet nasional, atlet pelajar hingga atlet luar negeri. Penyelenggaraan acara tersebut juga menggabungkan antara olahraga dan rekreasi. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 17-12-2023

Lebih pagi

Di hari-hari terakhir jelang lomba, segala persiapan juga terus dimatangkan. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga diintensifkan untuk memastikan penyelenggaran lomba lancar, termasuk supaya lintasan steril.

Tahun ini, Semarang 10K diikuti sekitar 2.500 pelari dari berbagai wilayah di Indonesia. Jumlah itu naik sekitar 500 orang dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada Semarang 10K 2024, waktu start dimajukan menjadi pukul 05.15 WIB dari sebelumnya pukul 05.30. Menurut Race Director Semarang 10K Riefa Istamar, hal itu dilakukan untuk membuat rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama lomba bisa lebih cepat diakhiri.

"Karena semakin siang semakin banyak warga yang mau beraktivitas. Apalagi rutenya melalui lokasi car free day (CFD). Dengan dimulai lebih awal, saat CFD mulai pada pukul 06.00, mudah-mudahan 70 persen pelari sudah melewati area CFD. Jadi aktivitas masyarakat nyaman, tidak terganggu pelari maupun rekayasa lalu lintas lama-lama," kata Riefa.

Peserta lari Semarang 10K Powered by Isoplus saat melintas di depan Gedung Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2023). Semarang 10K menjadi agenda olahraga lari tahunan yang terbesar di Kota Semarang dengan diikuti atlet nasional, atlet pelajar hingga atlet luar negeri. Penyelenggaraan acara tersebut juga menggabungkan antara olahraga dan rekreasi. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 17-12-2023

Dalam lomba tersebut, waktu waktu maksimal (cut of time) yang ditentukan adalah 2 jam. Dengan begitu, pada pukul 07.15, seluruh peserta ditargetkan sudah bisa masuk ke garis finis. Dalam waktu 1,5 jam sejak waktu lomba dimulai, para pelari diharapkan telah berada di kilometer-kilometer akhir menuju finis. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas di bagian awal rute sudah bisa dibuka bertahap.

Pertimbangan lain yang mendasari dimajukannya waktu lomba adalah untuk mengantisipasi cuaca dan suhu udara yang lembap. Hal ini karena Semarang yang berada di kawasan pesisir pantai utara Jawa memiliki potensi kelembapan yang cukup tinggi.

Untuk memastikan asupan hidrasi para pelari tercukupi, penyelenggara menyiapkan tiga pos hidrasi, yaitu di Kilometer 3, Km 5,1 dan Km 8. Di antara pos hidrasi tersebut, ada dua pos buah-buahan yang disiapkan. Buah-buhan yang disiapkan merupakan buah yang mudah dicerna saat berlari, misal semangka, melon, dan pisang.

Semua persiapan itu diharapkan membuat para peserta Semarang 10K dapat berlari dengan nyaman sekaligus bisa menikmati keindahan Kota Lama yang baru saja bersolek. Selamat berlomba!


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase