Arsip foto 50 tahun berakhirnya perang Vietnam.
01 Mei 2025 10:10 WIB · Foto
Dari belasan foto yang dirilis kembali AP dalam rangka peringatan 50 tahun berakhirnya Perang Vietnam, ada satu foto yang begitu kuat menggambarkan situasi saat itu. Belasan personel Angkatan Laut Amerika Serikat mendorong sebuah helikopter yang telah kosong, membuangnya dari dek kapal USS Blue Ridge ke laut.
Dalam caption-nya dituliskan bahwa itu dilakukan untuk memberikan ruang bagi helikopter-helikopter yang lain agar dapat mendarat dan menurunkan penumpangnya ke kapal. Peristiwa itu terjadi Selasa, 20 April 1975, tepat 50 tahun lalu.
Di foto yang lain, yang tak kalah dramatisnya, terlihat ribuan rakyat berusaha memanjat pagar Kedutaan Besar AS di Saigon, Vietnam, agar mereka ikut diselamatkan sebelum pasukan komunis datang. Hari itu adalah hari yang sibuk bagi AS yang diwakili di Kedubes AS di Saigon. Dari pagi dini hari berlangsung evakuasi staf dan pegawai kedutaan.
Helikopter hilir mudik bergantian singgah dan segera terbang begitu penumpang di dalamnya penuh. Situasi ini diperparah dengan ribuan warga Saigon yang juga berupaya untuk ikut proses evakuasi yang diperuntukkan untuk staf dan pegawai Kedubes AS. Mereka nekat memanjat pagar tinggi yang dikelilingi kawat berduri menuju landasan helikopter.
Perang Vietnam adalah perang saudara antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan yang terpecah karena perbedaan ideologi di tahun 1954. Vietnam Utara yang dikuasai Ho Chi Minh menjadikan Hanoi sebagai ibu kota, sedangkan Vietnam Selatan yang dikuasai Ngo Dinh Diem dengan ibu kota di Saigon. Ho Chi Minh ingin menjadikan Vietnam negara komunis, sedangkan Ngo Dinh Diem ingin membangun negara ala Barat.
Segera saja, perang ini lantas melibatkan dua negara adidaya saat itu, yakni AS dan Uni Soviet. Ketika Vietnam Utara mengumumkan konstitusi komunis, AS segera mengirimkan bantuan untuk Vietnam Selatan.
Perang panjang ini berlangsung lebih dari 20 tahun. AS, yang kehilangan lebih dari 58.000 tentaranya selama membantu Vietnam Selatan, pada tahun 1973 akhirnya mengakhiri perang dan segera menarik pasukannya. Ini juga menjadi kekalahan pertama AS di medan pertempuran. Pertempuran masih berlanjut antara tentara Vietnam selatan yang tanpa dukungan AS melawan Vietnam utara.
Selama hampir dua tahun, AS sibuk menarik dan memindahkan pasukan keluar dari Vietnam, tiba-tiba pada 28 April 1975, terdengar kabar pasukan Vietnam Utara mendekat di sekitar Saigon dan menyerang Pangkalan Udara Tan Son Nhut dan terus bergerak mendekati kota Saigon.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/01/ff3c0339-18ec-4c3e-9d6e-8a899c6cb94d_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/01/efd5b592-2609-458c-ab5a-7f80e7beaca0_jpg.jpg)
AS segera mengintensifkan penarikan staf dan warganya yang masih di kota Saigon. Puluhan helikopter AS dikerahkan untuk mengevakuasi warga AS dan staf lokal yang bekerja untuk AS di Saigon. Mereka diterbangkan dari tempat yang berbeda-beda.
Masuknya puluhan ribu warga Saigon yang juga mencari perlindungan membuat situasi makin mencekam. Menjelang sore, hampir semua orang AS berhasil dikeluarkan beserta ribuan pengungsi warga Vietnam.
Mereka diangkut dengan 81 helikopter menuju kapal perang yang menunggu di tengah laut. Banyaknya helikopter membuat kapal-kapal perang penuh dengan helikopter. Mereka akhirnya membuang sebagian helikopter ke laut agar ada ruang bagi helikopter lain yang akan mendarat. Di Pelabuhan Saigon, kapal-kapal perang AS juga diserbu penduduk yang meminta perlindungan.
Dan pada 30 April 1975, siang, tak lama setelah helikopter terakhir AS meninggalkan Saigon, pemerintah Vietnam Selatan mengumumkan penyerahan tanpa syarat. Perang Vietnam yang berlangsung 20 tahun telah berakhir.
Dalam foto yang juga dirilis Associated Press, tampak ratusan tentara Vietnam Selatan berkumpul di jalan-jalan dan melucuti seragam mereka, menandai penyerahan diri kepada lawan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/01/424b60f7-fd4b-49f1-b93e-975556f58746_jpg.jpg)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .