Masuknya ”compound” ke Olimpiade LA 2028 beri harapan dan tujuan baru bagi atlet disiplin di Indonesia. Jenjang kompetisi multicabang tidak lagi berhenti di Asia.
22 Mei 2025 11:45 WIB · Olahraga
Setelah penantian lama untuk bisa tampil di kasta tertinggi olahraga, panahan disiplin compound akhirnya akan dilombakan di Olimpiade Los Angeles 2028. Kesempatan ini datang setelah LA 2028 menambah nomor perlombaan, salah satunya pada cabang panahan. Masuknya compound ke Olimpiade pun memberi harapan dan tujuan baru bagi atlet disiplin ini, tidak terkecuali di Indonesia.
Pada November 2023, mimpi para pemanah disiplin compound untuk tampil di Olimpiade seolah pupus ketika Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang membawahkan Olimpiade, memutuskan tidak menambah disiplin ini di Olimpiade Los Angeles 2028. Delegasi dalam Sidang Komite Olimpiade Internasional hanya memilih lima olahraga baru, antara lain bisbol/softball, kriket, flag football, lacrosse, dan squash, ke dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Los Angeles.
Saat itu, Sekretaris Jenderal World Archery atau Federasi Panahan Dunia Tom Dielen mengaku turut kecewa seperti halnya para atlet compound yang telah berharap agar disiplin panahan ini diikutsertakan dalam Olimpiade. Meski begitu, Dielen juga meyakini disiplin itu akan tampil di Olimpiade pada akhirnya. ”Ini hanya masalah waktu, bukan masalah apakah, kompetisi panahan compound akan ditambahkan ke dalam Olimpiade,” ujarnya.
Kabar baik itu akhirnya datang pada April 2025 setelah Dewan Eksekutif IOC menetapkan beberapa perubahan untuk LA 2028. Salah satunya adalah tambahan enam nomor beregu campuran. Inilah yang menjadi pintu masuk compound di Olimpiade, yakni lewat nomor beregu campuran compound.
”Ini adalah langkah maju yang monumental bagi olahraga ini dan bagi jutaan pemanah campuran di seluruh dunia yang telah lama mencari pengakuan Olimpiade,” kata Presiden Federasi Panahan Dunia Ugur Erdener, dikutip dari laman resmi federasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/18/64af7df1-3b49-41ba-ac19-3d3bb64900c9_jpg.jpg)
Nomor beregu campuran compound bergabung dengan lima nomor recurve yang sudah ada, yakni perseorangan putra dan putri, beregu putra dan putri, dan beregu campuran. Dengan demikian, total medali panahan yang tersedia menjadi enam. Ini adalah pertama kalinya bagi compound akan berlaga di Olimpiade sejak panahan diperkenalkan kembali ke pesta olahraga terbesar di dunia tersebut pada tahun 1972 di Muenchen, Jerman.
Saat hadir kembali pada 1972, panahan hanya melombakan nomor perseorangan putra dan putri recurve. Nomor beregu baru dimasukkan pada tahun 1988 di Seoul, Korea Selatan, dan medali panahan kelima, beregu campuran recurve, memulai debutnya di Olimpiade Tokyo 2020. Penambahan format beregu campuran untuk panahan gabungan memastikan panahan mempertahankan pembagian gender yang setara dan kuota atlet di LA 2028.
Panahan compound adalah gaya busur modern, yang ditemukan di Amerika Serikat, menggunakan katrol untuk menggerakkan anak panah secara efisien ke jarak yang jauh. Penggunaan katrol juga mengurangi beban tarikan sehingga pemanah bisa menahan busur dalam posisi tertarik lebih lama tanpa kelelahan.
Hal inilah yang membedakan dengan panahan recurve. Busur recurve melengkung ke luar pada ujungnya. Ini memberikan lebih banyak kekuatan dan kecepatan pada anak panah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/07/16/20210716-HKT-Olimpiade-Panahan-mumed-03_1626451989_jpg.jpg)
Compound masih dalam tahap awal ketika panahan kembali dipertandingkan di Olimpiade Muenchen 1972 dan tidak populer secara internasional hingga bertahun-tahun kemudian. Puluhan tahun berlalu, compound akhirnya tampil sebagai disiplin kompetitif pada tahun 1990-an dan dilombakan bersama recurve di Kejuaraan Panahan Dunia pada tahun 1995.
Sejak saat itu, compound secara bertahap telah memasukkan dirinya ke dalam dunia elite panahan kompetitif. Hanya 11 tahun setelah ditambahkan ke kejuaraan dunia, disiplin tersebut disertakan dengan recurve di Piala Dunia Panahan yang diluncurkan kembali pada tahun 2006, dengan hadiah uang yang sama, acara yang sama, dan eksposur yang sama.
Pekan lalu, Federasi Panahan Dunia mengumumkan penambahan nomor beregu compound di Olimpiade Los Angeles 2028 akan diiringi pengurangan kuota untuk nomor lain. Sebab, meskipun panahan memperoleh tambahan nomor, batasan kuota atlet tetap pada 128 orang (64 putra dan 64 putra). Cabang olahraga ini diharuskan untuk mempertahankan universalitas dengan tingkat keberagaman peserta yang tinggi di seluruh negara dan benua.
Federasi Panahan Dunia akan mengusulkan kepada IOC untuk memasukkan delapan tim recurve, berkurang dari 12 tim di Paris 2024, untuk membuka slot individu bagi lebih banyak negara dan melindungi universalitas kompetisi. Sebanyak 12 tim campuran (total 24 atlet) akan bersaing untuk memperebutkan medali compound pertama di LA 2028.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/06/07/58680ac8-9fdd-4ab6-a0d9-e4bed3d29267_jpg.jpg)
”Agar dapat menjalankan nomor tambahan dalam kuota yang ada, penyesuaian format diperlukan untuk memastikan sebanyak mungkin negara kelas dunia masih memiliki kesempatan untuk berkompetisi di Los Angeles,” kata Sekretaris Jenderal Federasi Panahan Dunia Tom Dielen.
Adapun Indonesia terakhir kali mengirimkan atlet compound pada ajang multicabang pada Asian Games Hangzhou 2022. Saat itu, Indonesia diwakili delapan pemanah compound, yang dua di antara bermain untuk nomor beregu campuran, yakni Ratih Zilizati Fadhly dan Dhany Diva Pradana.
Berdasarkan hasil seleksi nasional tahap dua pada November 2024 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Ratih dan Dhany terpilih menjadi bagian dari 16 atlet yang mengamankan tempat di pemusatan latihan nasional. Total ada delapan atlet compound yang lolos seleksi. Delapan atlet lainnya mengisi disiplin recurve, termasuk Diananda Choirunisa yang dua kali tampil di Olimpiade.
Mereka disiapkan untuk ajang-ajang internasional, terdekat adalah SEA Games Thailand 2025. Pada SEA Games Kamboja 2023, panahan tidak dilombakan sehingga para atlet tidak bisa mengulang cerita manis pada SEA Games Vietnam 2021. Saat itu, Indonesia keluar sebagai juara umum.
Indonesia meraih lima medali emas dan satu perak. Satu emas berasal dari tim putra compound lewat Prima Wisnu Wardhana, Hendika Putra Pertama, dan Deki Hastian Andika. Prima saat ini menghuni pelatnas setelah terpilih lewat seleknas tahap dua.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/23/d59c1127-1ad9-4156-9a62-da8ec72b0228.jpg)
Pelatih kepala tim panahan Indonesia, Lilies Handayani, mengatakan, penambahan nomor beregu compound di Olimpiade LA 2028 merupakan kabar gembira bagi dunia panah, termasuk di Tanah Air. Apalagi, tutur Lilies, di Indonesia cukup banyak pemanah, mulai dari usia yunior, yang fokus di disiplin compound.
”Para pemanah Indonesia atau masyarakat yang suka panahan jadi punya gambaran bagus ke depannya soal compound. Mereka yang memanah compound jadi memiliki tujuan baru, yaitu Olimpiade,” tutur Lilies.
”Kalau dulu mungkin mereka yang punya teknik dan fisik bagus disarankan beralih ke recurve karena agar jenjangnya lebih panjang, sekarang punya kesempatan fokus di disiplin mereka. Apalagi para pemanah yunior,” ujar mantan pemanah yang bersama Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani mempersembahkan medali perak untuk Indonesia di Olimpiade Seoul 1988.
Lilies mengatakan, para atlet compound pelatnas juga sudah mulai disiapkan untuk menyambut LA 2028 secara bertahap. Salah satunya dengan mengikutkan mereka ke kejuaraan-kejuaraan internasional.
Tahun ini, baik atlet compound maupun recurve akan fokus mengikuti tiga kejuaraan panahan, antara lain Piala Asia di Singapura pada Juni; Piala Dunia di Madrid, Spanyol, pada Juli; dan Kejuaraan Dunia di Gwangju, Korea Selatan, pada September.
”Compound terkesan lebih mudah karena lebih bisa akurat, tetapi justru ini membuat bidikan harus kena semua karena benchmark ajang internasional, hasilnya rata-rata sudah 10 semua, artinya tidak ada yang meleset. Jadi lebih sengit sehingga peluang pun lebih berat. Meski begitu, ini adalah kesempatan bagus untuk compound, termasuk bagi Indonesia,” kata Lilies.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/07/21/39458c81-bc40-4980-aab6-7f2e948ac87c_jpg.jpg)
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak mengatakan, setelah pengumuman bahwa Olimpiade LA 2028 akan melombakan nomor compound, Perpani langsung menyiapkan pelatnas untuk disiplin ini. Setelah pada seleksi dua dijaring masing-masing empat atlet putra dan putri untuk compound, jumlahnya mengerucut lagi menjadi tiga putra dan tiga putri.
SEA Games dan kejuaraan-kejuaraan internasional menjadi target jangka pendek dari para atlet compound ini. Menurut Razak, terpenting adalah para atlet compound kini mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di kancah internasional. Kesempatan ini yang sebelumnya hanya dimiliki recurve karena menjadi disiplin yang dilombakan di Olimpiade.
“Kami berharap dengan dukungan dari pemerintah lewat Kemenpora, pelatnas compound berkesinambungan seperti recurve. Kami akan coba buktikan di ajang-ajang internasional, termasuk SEA Games,” ucap Razak.
“Untuk LA2 2028, kami menargetkan 8 atlet akan lolos ke Olimpiade, full team, ada untuk semua nomor. Jadi tiga atlet putra dan putri recurve, serta masing-masing satu atlet compound,” tuturnya lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari