Saat Panen Leci Tiba di Vietnam

Vietnam menempati posisi kedua di pasar leci global.

19 Jun 2025 08:00 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Raditya Helabumi Jayakarna

Iring-iringan sepeda motor memadati sebuah jembatan ponton di Distrik Luc Ngan, Provinsi Bac Giang, Vietnam. Puluhan sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan tambahan dua keranjang pada bagian belakang itu penuh dengan muatan buah leci.

Mereka adalah para petani leci yang membawa hasil panen untuk dijual di pasar grosir di Distrik Luc Ngan. Akhir Mei hingga Juni merupakan musim panen leci di Vietnam.

Vietnamese farmers transport harvested lychees to sell to domestic traders at a wholesale market in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 9, 2020. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Iring-iringan para petani yang mengangkut buah leci hasil panen saat menyeberangi sungai menuju pasar grosir di Distrik Luc Ngan, Provinsi Bac Giang, Vietnam.
A man stands next to a truck loaded with harvested lychees in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Truk bermuatan leci hasil panen berada di pasar grosir Distrik Luc Ngan, Provinsi Bac Giang, Vietnam, Rabu (18/6/2025). *** Local Caption *** Truk bermuatan leci hasil panen berada di pasar grosir Distrik Luc Ngan, Provinsi Bac Giang, Vietnam, Rabu (18/6/2025).

Sementara di Phuc Hoa, sejumlah truk barang sejak pagi hari sudah memadati Phuc Hoa, sebuah distrik petani yang dikenal sebagai pusat leci di Vietnam. Truk-truk yang membawa leci yang baru dipanen itu kemudian menuju wilayah perbatasan dengan China.

Komunitas petani di Phuc Hoa berjumlah sekitar 7.000 orang. Setiap tahun, komunitas itu menghasilkan sekitar 10.000 ton leci. Dari jumlah itu, antara 40 dan 50 persen biasanya diekspor ke China. Sebagian besar dikirim langsung melintasi perbatasan.

Salah seorang petani, Nguyen Van Ngoc (70), mengatakan, ia mulai menanam leci sejak tahun 1999. Seluruh hasil panen leci dijual kepada pedagang China yang datang langsung ke petani. ”Hasil panen tahunan kami mencapai sekitar 14 ton,” ujar Van Ngoc.

This aerial photo shows Vietnamese farmers transporting harvested lychees to sell to traders at a wholesale market in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Foto aerial saat para petani yang mengangkut buah leci hasil panen tiba di pasar grosir di distrik Luc Ngan, provinsi Bac Giang, Vietnam, Rabu (18/6/2025)
People select quality lychees at a purchasing point in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Menyortir buah leci
A farmer picks lychee fruit in her field in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Memetik leci

Menantu perempuan Van Ngoc yang juga bertani leci, Nguyen Thi Duyen, mengatakan, pasar China telah banyak mengubah hidup mereka.

”Ketika saya mulai menanam leci pada 1999, awalnya hanya ada sedikit pedagang dan penjualan sulit dilakukan. Namun, sejak pedagang China datang, penjualan menjadi jauh lebih mudah,” ujar Duyen.

Menurut dia, orang China menyukai leci yang matang. ”Dalam beberapa tahun ini, para pedagang dari China membeli hasil panen langsung di kebun kami,” ucapnya.

Sebelum para pedagang China datang, harga jual leci sangat rendah, hanya 10.000 hingga 15.000 dong Vietnam (sekitar 0,4-0,5 dollar AS) per kilogram. Namun, pada musim panen tahun ini leci yang dijual kepada pedagang China laku 30.000 dong (1,1 dollar AS) atau sekitar Rp 18.700 per kilogram, tiga kali lebih tinggi dari harga sebelumnya.

Dengan panen 13 hingga 14 ton, keluarga Duyen dapat memperoleh hingga 400 juta dong (sekitar 15.300 dollar AS) atau sekitar Rp 250 juta dalam satu musim panen yang berlangsung kurang dari satu bulan.

A woman smiles as she holds bunches of lychees at a purchasing point in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) *** Local Caption *** Seorang wanita tersenyum sambil memegang seikat buah leci
Vietnamese farmers transport harvested lychees to sell to traders at a wholesale market in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Para petani antre untuk menurunkan buah leci dari sepeda motor saat tiba di pasar grosir.

Sementara harga jual leci di pasar domestik sering berfluktuasi tergantung pada hasil panen, penjualan ke pedagang China telah memberikan stabilitas harga yang lebih baik.

China tetap menjadi produsen dan eksportir leci terbesar di dunia, dengan permintaan tahunan mencapai sekitar 2 juta ton. Pasar utamanya adalah Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Hong Kong, Singapura, Indonesia, Filipina, dan Malaysia.

Vietnamese farmers transport harvested lychees to sell to traders at a wholesale market in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Petani mengangkut buah leci hasil panen untuk dijual kepada pedagang di pasar grosir di Distrik Luc Ngan, Provinsi Bac Giang, Vietnam, Rabu (18/6/2025).
Lychees are sorted at a purchasing point in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Buah leci disortir terlebih dahulu di pusat grosir.
A Vietnamese farmer transports harvested lychees to sell to traders at a wholesale market in Luc Ngan district of Vietnam's Bac Giang province on June 18, 2025. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP) Melintasi perkebunan

Vietnam sendiri menempati posisi kedua secara global dan terus memperkuat posisinya di pasar leci global. Pada 2025, negara tersebut menargetkan hasil panen sekitar 303.000 ton, meningkat 30 persen dibandingkan dengan tahun 2024. (AFP/XINHUA)


Kerabat Kerja

Penulis:

Raditya Helabumi Jayakarna
 | 

Editor:

Aloysius Budi Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra