Vietnam menempati posisi kedua di pasar leci global.
19 Jun 2025 08:00 WIB · Ekonomi & Bisnis
Iring-iringan sepeda motor memadati sebuah jembatan ponton di Distrik Luc Ngan, Provinsi Bac Giang, Vietnam. Puluhan sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan tambahan dua keranjang pada bagian belakang itu penuh dengan muatan buah leci.
Mereka adalah para petani leci yang membawa hasil panen untuk dijual di pasar grosir di Distrik Luc Ngan. Akhir Mei hingga Juni merupakan musim panen leci di Vietnam.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/def0ef19-30b2-4d5e-b085-bd39a9029cde_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/bcbf56a7-56d0-4bd0-a8d7-7eb1ec4c7ce6_jpg.jpg)
Sementara di Phuc Hoa, sejumlah truk barang sejak pagi hari sudah memadati Phuc Hoa, sebuah distrik petani yang dikenal sebagai pusat leci di Vietnam. Truk-truk yang membawa leci yang baru dipanen itu kemudian menuju wilayah perbatasan dengan China.
Komunitas petani di Phuc Hoa berjumlah sekitar 7.000 orang. Setiap tahun, komunitas itu menghasilkan sekitar 10.000 ton leci. Dari jumlah itu, antara 40 dan 50 persen biasanya diekspor ke China. Sebagian besar dikirim langsung melintasi perbatasan.
Salah seorang petani, Nguyen Van Ngoc (70), mengatakan, ia mulai menanam leci sejak tahun 1999. Seluruh hasil panen leci dijual kepada pedagang China yang datang langsung ke petani. ”Hasil panen tahunan kami mencapai sekitar 14 ton,” ujar Van Ngoc.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/121894b7-9f96-40f7-8cda-e4483aa2e6d9_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/c4eb4169-6c6d-491e-a2de-9bcfcb551ee7_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/7113734c-e3ef-4afe-9afa-9e6ccbb68dbf_jpg.jpg)
Menantu perempuan Van Ngoc yang juga bertani leci, Nguyen Thi Duyen, mengatakan, pasar China telah banyak mengubah hidup mereka.
”Ketika saya mulai menanam leci pada 1999, awalnya hanya ada sedikit pedagang dan penjualan sulit dilakukan. Namun, sejak pedagang China datang, penjualan menjadi jauh lebih mudah,” ujar Duyen.
Menurut dia, orang China menyukai leci yang matang. ”Dalam beberapa tahun ini, para pedagang dari China membeli hasil panen langsung di kebun kami,” ucapnya.
Sebelum para pedagang China datang, harga jual leci sangat rendah, hanya 10.000 hingga 15.000 dong Vietnam (sekitar 0,4-0,5 dollar AS) per kilogram. Namun, pada musim panen tahun ini leci yang dijual kepada pedagang China laku 30.000 dong (1,1 dollar AS) atau sekitar Rp 18.700 per kilogram, tiga kali lebih tinggi dari harga sebelumnya.
Dengan panen 13 hingga 14 ton, keluarga Duyen dapat memperoleh hingga 400 juta dong (sekitar 15.300 dollar AS) atau sekitar Rp 250 juta dalam satu musim panen yang berlangsung kurang dari satu bulan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/b5a70d95-f359-48bb-a25a-8f9f5167e6f3_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/6c062c0c-7a9c-4e9d-bdec-66a68d67365f_jpg.jpg)
Sementara harga jual leci di pasar domestik sering berfluktuasi tergantung pada hasil panen, penjualan ke pedagang China telah memberikan stabilitas harga yang lebih baik.
China tetap menjadi produsen dan eksportir leci terbesar di dunia, dengan permintaan tahunan mencapai sekitar 2 juta ton. Pasar utamanya adalah Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Hong Kong, Singapura, Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/bb0c4d8e-1880-4426-9be8-f7f5ae3370f6_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/4b3b62e1-3136-4519-a93b-48b2dac38946_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/e3e71bf7-6c7e-44a0-b7db-6fc4785cd578_jpg.jpg)
Vietnam sendiri menempati posisi kedua secara global dan terus memperkuat posisinya di pasar leci global. Pada 2025, negara tersebut menargetkan hasil panen sekitar 303.000 ton, meningkat 30 persen dibandingkan dengan tahun 2024. (AFP/XINHUA)
Penulis:
Raditya Helabumi JayakarnaEditor:
Aloysius Budi KurniawanPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra