Hadapi Saudi, Saatnya Shin Tae-yong Menyisihkan Ego

Performa buruk dua laga adalah sinyal dari keretakan kondisi ruang ganti timnas Indonesia. Tidak ada budaya diskusi antara Shin Tae-yong dan para pemainnya.

18 Nov 2024 08:41 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Kualitas Shin Tae-yong sudah tidak perlu diragukan lagi. Berbagai capaian telah dipersembahkan untuk tim nasional Indonesia sejak datang pada Desember 2019. Namun, ketika program naturalisasi telah meningkatkan standar skuad ”Garuda”, Shin mulai kehilangan kendali terhadap para pemainnya.

Shin mulai menunjukkan kebanggaan yang berlebihan terhadap akar asal-usulnya dari Korea Selatan. Hal itu menyebabkan Shin menunjukkan ego yang perlahan memecah belah timnas Indonesia.

Memasuki tahun kelima di Indonesia, Shin belum bisa berbahasa Indonesia. Hanya frasa singkat, seperti ”terima kasih”, ”selamat pagi”, dan ”sampai jumpa”, yang kerap keluar dari mulut pelatih berusia 54 tahun itu dalam sesi wawancara bersama media Indonesia selama ini.

Padahal, dalam kontrak terbarunya yang berdurasi hingga Juni 2027, terdapat klausul yang mewajibkan Shin belajar bahasa Indonesia. Memasuki bulan keenam kontrak baru itu berjalan, Shin belum menunjukkan keseriusannya mempelajari bahasa Indonesia.

Jeong ”Jeje” Seok-seo, penerjemah Shin untuk bahasa Indonesia, masih dominan memberikan instruksi kepada pemain pada sesi latihan dan pertandingan. Ia juga memerlukan Jeje dalam agenda konferensi pers dan wawancara.

Masalah komunikasi

Shin juga menggunakan pelatih fisik Indonesia, Shin ”Jin” Sang-gyu, untuk berkomunikasi dengan pemain-pemain naturalisasi yang mayoritas lahir dan besar di Belanda. Jin adalah sosok yang memberikan instruksi bahasa Inggris pada sesi latihan dan laga timnas Indonesia.

Pada sesi konferensi pers turnamen resmi dan laga tandang, yaitu ketika ada keharusan penggunaan bahasa Inggris, Jin turut hadir mendampingi Shin.

Quote

Menurut sumber ’Kompas’ di lingkaran PSSI, pertandingan melawan Bahrain menyebabkan keretakan di dalam skuad Garuda.

Keterbatasan bahasa itu yang menyebabkan munculnya masalah pada perjalanan skuad Garuda di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Para pemain tim nasional sepak bola Indonesia berlatih di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/11/2024). Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar pada Selasa (19/11) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Tanpa bisa berbahasa Indonesia dan Inggris, tentu hanya terjadi komunikasi satu arah antara Shin—dibantu penerjemah—dan anak-anak asuhannya.

Komunikasi itu hanya berupa instruksi. Pencinta timnas Indonesia tentu kerap menyaksikan Shin bercanda dengan para pemainnya. Bercanda tentu hanya melibatkan kata-kata sederhana. Situasi berbeda terjadi ketika Shin harus memberikan instruksi detail tentang sepak bola.

Itulah mengapa pelatih berkaliber dunia, seperti Pep Guardiola dan Jose Mourinho, menguasai lebih dari bahasa negara mereka dan bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa itu diperlukan keduanya untuk menjalani hubungan emosional dengan anak asuhannya yang melewati batas-batas teknis sepak bola.

Hubungan yang erat antara pelatih dan pemain amat penting pula untuk membantu pemain tampil dengan kemampuan terbaiknya.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberi intruksi anak asuhnya di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (12/11/2024). Indonesia akan menghadapi Jepang pada pertandingan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar pada Jumat (15/11) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Tak ayal, mayoritas pola komunikasi di dalam timnas Indonesia hanya satu arah. Tidak ada diskusi antarpemain dengan Shin untuk membahas rencana taktik dan strategi di dalam pertandingan. Padahal, komunikasi dua arah itu adalah hal lumrah bagi para pemain yang dididik sistem pembinaan Belanda dan berkarier di Eropa.

Layaknya sistem demokrasi, pemain berhak memberikan pandangannya untuk membantu tim bertanding. Lalu, pelatih terbuka melakukan diskusi meskipun memiliki hak prerogatif untuk menentukan rencana permainan di pertandingan.

Keretakan di Bahrain

Menurut sumber Kompas di lingkaran PSSI, pertandingan melawan Bahrain menyebabkan keretakan di dalam skuad Garuda. Seusai pertandingan, sejumlah pemain berusaha mengajak Shin berdiskusi setelah gagal meraih kemenangan akibat gol penyama kedudukan tim tuan rumah di pengujung laga.

Namun, yang terjadi, Shin kurang berkenan dengan situasi itu. Kondisi itu menyebabkan sejumlah pemain menerima konsekuensi dari ego besar Shin yang ingin menunjukkan kekuasaannya tak terbantahkan di ruang ganti tim Indonesia.

”Pemain-pemain yang mempertanyakan taktik Shin di Bahrain menerima ’hukuman’ pada laga melawan China,” ujar sumber Kompas itu.

Sandy Walsh, bek kanan Indonesia, berusaha menghadang pemain Bahrain pada situasi sepak pojok di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026, 10 Oktober 2024, di Stadion Nasional Bahrain. Laga itu berakhir seri 2-2.

Pada laga kontra China yang berakhir kekalahan Indonesia, 1-2, Shin melakukan rotasi besar. Ia rela mencadangkan Thom Haye, gelandang terbaik Indonesia saat ini. Ia juga melepas ban kapten dari Jay Idzes, lalu hanya memainkan Mees Hilgers selama satu babak. Selain itu, Shin tidak memasukkan Eliano Reijnders dalam daftar susunan pemain. 

Eliano, yang bermain untuk PEC Zwolle, pun kembali tidak masuk dalam daftar pemain di laga menghadapi Jepang. Eliano sejatinya menjalani proses naturalisasi setelah mendapat rekomendasi teknis dari Shin yang diserahkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Proses naturalisasi singkat Eliano bersama Hilgers yang hanya menempuh waktu 24 hari juga tidak mudah dan ”murah”. PSSI melakukan proses kilat hingga harus melakukan sumpah WNI kepada dua pemain itu di Kedutaan Besar Indonesia di Brussels, Belgia. 

Sinyal adanya hubungan yang tidak kondusif antara Shin dan beberapa pemain juga terdengar pada sesi wawancara di sela latihan jelang hadapi Jepang, Selasa (12/11/2024). Ia berkata, ”Saya akan berusaha untuk meraih hasil positif, tetapi semua bergantung kepada pemain.”

Para pemain tim nasional sepak bola Indonesia berlatih di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/11/2024). Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar pada Selasa (19/11) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kemudian, seusai laga menghadapi Jepang, Shin secara terbuka menyebut Ragnar Oratmangoen sebagai salah satu biang keladi kekalahan Indonesia 0-4 dari Jepang.

”Jika Ragnar bisa mencetak gol di awal laga, jalannya pertandingan bisa berbeda,” ujar Shin merujuk peluang besar Indonesia pada menit kesembilan.

Quote

Pemain-pemain yang mempertanyakan taktik Shin di Bahrain menerima ’hukuman’ pada laga melawan China.

Menyalahkan pemain akibat situasi buruk dan tidak beruntung di dalam pertandingan adalah hal yang tabu saat ini. Pelatih-pelatih terbaik di Eropa selalu enggan menyalahkan satu pemain yang terlihat melakukan blunder di dalam pertandingan.

Di luar pernyataan Shin, gejala buruknya komunikasi Shin dengan pemain juga sudah terlihat di lapangan. Hal itu bisa terlihat dari gol penyama kedudukan Bahrain. Strategi zonal marking Indonesia dalam situasi sepak pojok Bahrain menyisakan lubang. 

Kemudian, kesalahan Shayne Pattynama serta penempatan posisi tidak tepat dari Hilgers dan Jay Idzes menyebabkan dua gol China. Selanjutnya, tiga dari empat gol Jepang diawali blunder pemain Indonesia di lini pertahanan.

Situasi terciptanya gol pertama China ke gawang Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026, 15 Oktober 2024, di Stadion Pemuda Qingdao. Indonesia kalah 1-2.

Justin Hubner menciptakan gol bunuh diri. Lalu, setelah turun minum, Jay dan Maarten Paes kehilangan fokus sehingga ”membantu” Jepang hasilkan gol ketiga. Organisasi pemain bertahan Indonesia tampak buruk untuk mengantisipasi pergerakan Yukinari Sugawara. 

Shin hanya memiliki waktu singkat untuk memugar kondisi mental anak asuhannya setelah takluk dua laga beruntun dari China dan Jepang menuju laga menentukan, yaitu kontra Arab Saudi, Selasa (19/11/2024) pukul 19.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kekalahan dari Arab Saudi bakal menyulitkan langkah Garuda memenuhi target duduk di posisi empat besar Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, Shin dan seluruh skuad Indonesia harus menyisihkan ego masing-masing demi mengembalikan tren positif. 

Mereka perlu menyadari hasil laga Indonesia akan memengaruhi suasana hati atau mood lebih dari 200 juta penduduk Indonesia, setidaknya satu hari setelah laga.

Suporter Indonesia tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel sepanjang laga saat Indonesia melawan Jepang pada laga Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (15/11/2024). Indonesis kalah 0-4 dari Jepang.

Selain itu, Shin dan anak asuhannya perlu memahami salah satu semboyan dalam kehidupan sosial di Indonesia, yakni ”bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Jangan bercerai, Garuda!


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan