AUSTRALIA TERBUKA

Sabalenka Tersendat di Awal, lalu Ngebut

Aryna Sabalenka memenangi laga pembukanya di Australia Terbuka. Dia kesulitan pada set awal, lalu tampil makin solid.

18 Jan 2026 20:56 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

MELBOURNE, MINGGU — Seperti Usain Bolt yang kesulitan saat start lalu menyelesaikan lari jarak pendek secepat kilat, Aryna Sabalenka pun begitu ketika menjalani babak pertama turnamen tenis Australia Terbuka. Meski kesulitan di awal, Sabalenka memperlihatkan diri bahwa dia akan menjadi pesaing tangguh bagi siapa pun.

Momen tersebut terjadi di Rod Laver Arena, lapangan utama kompleks stadion olahraga Melbourne Park, Australia, pada hari pertama turnamen, Minggu (18/1/2026). Sabalenka berhadapan dengan petenis Perancis yang mendapat wildcard, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah.

Walaupun tiba di Melbourne Park sebagai unggulan teratas dengan dua gelar juara dari tiga final Australia Terbuka, Sabalenka membuat penggemarnya dag-dig-dug ketika kehilangan set pertama. Dia langsung tertinggal tiga poin (0-40) meski dalam posisi melakukan servis, dua melalui unforced error dan satu dari winner Rajaonah.

Sabalenka bisa menyamakan posisi (40-40), tetapi gagal memanfaatkan kesempatan memenangi gim pembuka. Alih-alih menciptakan as melalui servis keras yang menjadi senjatanya, tunggal putri nomor satu dunia itu membuat double fault. Diikuti unforced error berikutnya dari forehand, dia pun kehilangan gim pertama.

Pemilik empat gelar Grand Slam itu langsung membalas dengan mencuri servis Rajaonah pada gim berikutnya. Namun, dia tak lantas bisa unggul dengan mudah. Rajaonah, petenis berusia 20 tahun, selalu mempertahankan tiga servisnya hingga skor. Baru pada gim kesepuluh, Sabalenka bisa mematahkan servis lawannya yang menempati peringkat ke-118 dunia, itu pun setelah melalui dua kali deuce.

Aryna Sabalenka memukul bola saat bertanding melawan Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah pada turnamen Australia Terbuka di Melbourne, Minggu (18/1/2026).

Setelah start lambat, Sabalenka mempercepat laju perolehan poinnya pada set kedua. Dia berulang kali menjalankan taktik serve and volley, yaitu servis keras yang segera diikuti pukulan voli di area depan lapangan. Dengan cara ini, Sabalenka langsung unggul 3-0 dan hanya kehilangan satu servis, yaitu pada gim keempat. Set kedua dimenangi dengan waktu sekitar 30 menit, lebih cepat 15 menit dibandingkan set pembuka.

Caranya bermain pada babak pertama itu seperti Bolt, legenda atletik Jamaika di nomor jarak pendek. Pemilik delapan emas Olimpiade dan 11 gelar juara dunia itu memiliki start yang tak terlalu baik, tetapi kerap melewati finis dengan kecepatan yang tak tertandingi pesaingnya.

Dengan caranya menyelesaikan pertandingan, Sabalenka memperlihatkan sinyal bahwa dia bisa tampil semakin baik ketika menemukan cara lepas dari tekanan. Pada babak kedua, dia akan berhadapan petenis kualifikasi asal Taiwan, Bai Zhuoxuan, yang mengalahkan Anastasia Pavluchenkova, 6-4, 2-6, 7-6 (10).

”Babak pertama Grand Slam selalu menyulitkan, apalagi ketika berhadapan dengan petenis muda yang belum pernah saya hadapi dan dia bermain dengan tangan kiri. Saya senang sangat senang ketika pada akhirnya bisa bermain kian baik, terutama dengan servis dan voli,” tutur Sabalenka.

Petenis berusia 27 tahun itu memang mengasah permainan servis dan voli dalam latihan pramusim. Meski demikian, menerapkan cara itu dalam pertandingan bukan hal yang mudah. ”Untuk bisa menerapkannya dalam pertandingan tanpa rasa takut adalah hal berbeda. Maka, ketika bisa melakukannya, saya pun bangga,” katanya.

Aryna Sabalenka memukul bola saat bertanding melawan Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah pada turnamen Australia Terbuka di Melbourne, Minggu (18/1/2026).

Disaksikan dua legenda yang duduk berdampingan di tribune VIP, Rod Laver dan Roger Federer, Sabalenka bercerita bahwa dia berusaha fokus pada permainannya. Dia tak ingin terlalu antusias sekaligus tertekan karena performanya ditonton dua nama besar dengan total 31 gelar juara Grand Slam itu (Laver dengan 11 gelar dan Federer 20 gelar).

”Saya penggemar berat kalian dan tentu saja ingin memperlihatkan permainan terbaik. Tetapi, banyak tekanan juga yang dirasakan hingga harus mengingatkan diri sendiri, ’Jangan melihat mereka, jangan melihat mereka’,” katanya saat diwawancara mantan petenis, Jelena Dokic, di lapangan.

Tak hanya Sabalenka, juara Grand Slam yang tampil pada hari pembuka dan menang. Emma Raducanu, juara AS Terbuka 2021, mengalahkan petenis Thailand, Mananchaya Sawangkaew, dengan skor 6-4, 6-1.

Tantangan untuk Alcaraz

Hari pembuka turnamen edisi ke-114 ini juga diwarnai penampilan tunggal putra nomor satu dunia, Carlos Alcaraz. Meski menang tiga set, Alcaraz mendapat perlawanan baik dari petenis tuan rumah, Adam Walton. Petenis Spanyol itu menang dengan skor 6-3, 7-6 (2), 6-2.

”Senang sekali bisa kembali ke sini dan tak ada yang lebih baik untuk menjalani pertandingan pertama di Rod Laver Arena. Pertandingan tadi sangat menantang karena Adam memiliki pukulan bagus dan bermain baik di level turnamen seperti ini,” kata Alcaraz.

Petenis berusia 22 tahun itu memiliki enam gelar juara Grand Slam dan menjadi petenis peringkat teratas dunia termuda saat mencapainya pada usia 19 tahun. Namun, dia masih dalam tahap pencarian untuk menaklukkan lawan pada semua babak di Melbourne Park.

Australian Open Tennis

Sejak debut pada 2021, tetapi absen pada 2023, perjalanan terjauhnya adalah perempat final yang didapat pada 2024 dan 2025. Persentase kemenangannya di Australia Terbuka, 73 persen, lebih kecil dibandingkan Grand Slam lain, yaitu Perancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka, ketika Alcaraz bisa memenangi 89 persen pertandingannya. Pada masing-masing Grand Slam itu, Alcaraz memiliki dua gelar juara.

Tantangannya bertambah karena Australia Terbuka menjadi turnamen pertama ketika Alcaraz tak lagi dilatih Juan Carlos Ferrero yang mendampinginya selama tujuh tahun. Kerja sama mereka berakhir pada Desember 2025 dengan alasan yang tidak dirilis kepada publik. Dia didampingi Samuel Lopez yang berada dalam tim kepelatihannya sejak 2024.

Kemenangan juga didapat finalis Australia Terbuka 2025, Alexander Zverev. Akan tetapi, unggulan ketiga itu kehilangan set pertama saat berhadapan dengan Gabriel Diallo. Zverev menang 6-7 (1), 6-1, 6-4, 6-2 untuk berhadapan dengan Alexei Popyrin atau Alexandre Muller pada babak kedua.

Tunggal putra nomor satu dunia yang juga juara Australia Terbuka dua edisi terakhir, Jannik Sinner, akan memulai persaingan pada Selasa. Pemain bintang yang akan tampil pada hari kedua di antaranya Novak Djokovic, Iga Swiatek, dan Cori Gauff.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar