Sabar/Reza Bergantung pada Pertandingan Terakhir

Sabar/Reza akan bergantung pada pertandingan terakhir di fase grup untuk lolos ke semifinal turnamen BWF World Tour. Sementara Putri dan Jafar/Felisha tersingkir.

18 Des 2025 15:26 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

HANGZHOU, KAMIS — Atlet-atlet Indonesia merasakan beratnya persaingan dalam turnamen bulu tangkis Final BWF World Tour yang hanya diikuti pemain-pemain terbaik. Dua wakil dipastikan tersingkir di penyisihan grup, sementara Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani akan mengandalkan laga terakhir untuk mendapat peluang lolos ke fase semifinal.

Sesi pertama hari kedua turnamen yang berlangsung di Hangzhou Sports Centre Olympics Gymnasium, China, Kamis (18/12/2025), bukan sesi yang baik bagi pebulu tangkis Indonesia. Tiga wakil yang tampil pada pagi hingga siang kalah saat berhadapan dengan pemain top dunia.

Sabar/Reza, satu-satunya wakil Indonesia yang menang pada hari pertama, Rabu malam, kali ini kalah. Mereka dikalahkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), dengan skor 20-22, 17-21 pada penyisihan Grup A.

Dengan adanya satu pertandingan lain pada grup tersebut yang berlangsung Kamis malam, antara Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia) dan Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin (Taiwan), Kim/Seo memiliki peluang terbesar menempati peringkat dua teratas grup sebagai syarat lolos ke semifinal. Pasangan yang datang ke Hangzhou dengan 11 gelar juara pada 2025 itu menang atas Chiu/Wang, Rabu.

Selain pertandingan Man/Tee melawan Chiu/Wang, nasib setiap pasangan pada grup ini akan ditentukan melalui pertandingan yang akan berlangsung Jumat. Reza menyatakan tekad untuk tampil mati-matian saat berhadapan dengan Chiu/Wang. Selain bisa mengantarkan mereka ke semifinal, kemenangan atas Chiu/Wang akan menjadi pembalasan ketika Sabar/Reza kalah pada final Hylo Terbuka di Jerman pada 2 November.

Sabar Karyaman Gutama/Mohamamd Reza Pahlevi Isfahani kalah dari Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) pada penyisihan grup turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Kamis (18/12/2025). Sabar/Reza harus menang pada pertandingan Kamis untuk membuka peluang lolos ke semifinal.

”Kemungkinan, pemenang pada pertandingan besok bisa melaju ke semifinal. Jadi, kami harus tampil mati-matian,” kata Reza, yang juga bersaing di Final BWF 2024 dan kalah pada semifinal.

Kemenangan dua gim atas Man/Tee sebenarnya menjadi awal baik bagi Sabar/Reza yang datang ke Hangzhou setelah meraih medali emas SEA Games Thailand 2025. Akan tetapi, kekalahan dua gim dari Kim/Seo bisa membuat persaingan ganda putra A menjadi ketat. Selain hasil pertandingan sendiri, nasib pemain bisa tergantung pada rival mereka.

Dalam pertandingan penyisihan grup yang menggunakan format round robin, setiap gim hingga poin yang didapat sangat berarti untuk menentukan posisi dalam klasemen. Dengan delapan peserta pada setiap nomor yang dibagi dalam dua grup, mereka harus memperebutkan posisi dua terbaik untuk lolos ke semifinal.

Jika minimal dua peserta memiliki jumlah kemenangan yang sama, posisi ditentukan berdasarkan beberapa indikator, seperti selisih gim dan selisih skor. Maka, tak ada cara lain selain menang dengan skor sejauh mungkin dari lawan.

Pada persaingan Grup B, ganda putra Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, memiliki tugas memenangi dua pertandingan, salah satunya saat melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India), Kamis malam. Tugas berat itu ditanggung karena mereka kalah dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) pada Rabu malam.

Muhammad Shohibul Fikri melancarkan smes saat berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) pada penyisihan Grup B ganda putra turnamen Final BWF. Di Hangzhou, Rabu (17/12/2025), Fajar Alfian/Fikri kalah 24-22, 16-21, 9-21.

Melalui laga epik selama 1 jam 23 menit, Fajar/Fikri kalah 24-22, 18-21, 19-21. Dalam pertandingan dengan durasi terlama pada hari pertama itu, kedua pasangan memperlihatkan kemampuan yang membuat setiap perebutan poin berjalan menarik.

Pada gim ketiga, misalnya, terjadi reli terpanjang dengan 80 pukulan yang menghasilkan poin bagi ganda Indonesia melalui smes Fajar dengan tenaga tersisa. Setiap kali reli terlihat akan berakhir, salah satu pasangan bisa mengembalikan kok meski dalam posisi sulit. Fajar dan Fikri pun terkapar di lapangan setelah momen yang membuat mereka unggul 10-7 tersebut.

Fajar/Fikri berpeluang menang ketika mempertahankan keunggulan sejak awal gim ketiga hingga skor 16-13. Akan tetapi, setelah itu, mereka berulang kali melakukan kesalahan, termasuk dari pukulan yang seharusnya menghasilkan poin dengan mudah. Fikri, misalnya, gagal menyeberangkan kok dari smes yang dilakukan di dekat net.

”Pasti kami tidak puas dengan hasil hari ini. Kami merasa belum bermain maksimal, sementara lawan tampil cukup baik, terutama di gim ketiga. Mereka sempat tertinggal, tapi bisa bangkit dengan kepercayaan diri yang luar biasa. Semoga besok kami bisa tampil lebih baik,” tutur Fajar.

Fikri berusaha melupakan kekalahan untuk bisa bermain lebih baik saat melawan Rankireddy/Shetty. Fajar/Fikri menang dalam satu pertemuan lain dengan pasangan India tersebut, yaitu di perempat final Australia Terbuka, November. Namun, Rankireddy/Shetty punya modal kepercayaan diri setelah menang pada pertandingan Rabu. Mereka mengalahkan wakil tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang, 12-21, 22-20, 21-14.

Perlawanan ketat

Bagi Putri Kusuma Wardani dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, persaingan dengan pemain-pemain terbaik dunia membuat mereka tersingkir di grup setelah dua kali kalah. Posisi terbaik yang bisa mereka raih adalah urutan ketiga pada grup masing-masing.

Meski demikian, apresiasi patut diberikan pada Putri dan Jafar/Felisha karena memberi perlawanan ketat pada pemain bintang di sektor masing-masing. Apalagi, mereka menjalani debut pada turnamen yang hanya diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor ini.

Putri Kusuma Wardani akan memasuki lapangan untuk melawan Akane Yamaguchi pada penyisihan tunggal putri turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Kamis (18/12/2025).

Hasil undian menempatkan Putri pada persaingan berat karena bergabung dengan dua tunggal putri terbaik, yaitu An Se-young dan Akane Yamaguchi, selain Tomoka Miyazaki. Putri pun kalah dari An dan Yamaguchi.

Walaupun demikian, Putri menunjukkan upaya dan daya juangnya untuk mengimbangi An dan Yamaguchi, dua pemain yang belum pernah dikalahkannya. Saat berhadapan dengan Yamaguchi, Kamis, Putri kalah 24-22, 19-21, 13-21. Adapun dari An, atlet Indonesia ranking ketujuh dunia itu kalah 16-21, 21-8, 8-21.

Seperti ketika berhadapan dengan An, Putri bermain baik saat melawan Yamaguchi, terutama jika dibandingkan dua pertemuan terakhir. Pada perempat final China Masters dan semifinal Korea Terbuka, Putri kalah dari Yamaguchi, masing-masing dalam dua gim.

Putri menjalankan taktik menjauhkan pukulan dari jangkauan Yamaguchi hingga juara dunia 2021, 2022, dan 2025 itu berada pada posisi tidak nyaman. Setelah itu, Putri menyerang ke area lapangan kosong. Putri berulang kali mengakhiri taktik ini dengan melakukan smes silang ke arah garis pinggir lapangan.

Namun, ketika pemenang ditentukan melalui gim ketiga, Putri kesulitan mengimbangi Yamaguchi. Dalam beberapa bulan terakhir, atlet Jepang itu kerap tampil dengan permainan menyerang dibandingkan mengembangkan reli terlebih dulu.

”Saya cukup senang dengan hasil ini. Walaupun belum bisa menang, hari ini ada peningkatan mengingat kurang puas pada kekalahan dalam dua pertandingan sebelumnya,” kata Putri.

Putri Kusuma Wardani saat berhadapan dengan Akane Yamaguchi pada penyisihan grup turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Kamis (18/12/2025). Putri kalah 24-22, 19-21, 13-21.

Putri memiliki pertandingan terakhir yang harus dijalani, yaitu melawan Miyazaki, Jumat. Juara dunia yunior 2022 asal Jepang tersebut juga dua kali kalah, dari Yamaguchi dan An. Namun, posisi Putri dalam klasemen lebih baik karena selalu bermain tiga gim, sedangkan Miyazaki selalu kalah dalam dua gim.

Putri dan Miyazaki berbagi tiga kemenangan dari enam pertemuan lain, tetapi Putri kalah dalam dua pertemuan terakhir, yaitu pada babak kedua Denmark Terbuka dan babak pertama Perancis Terbuka, Oktober lalu.

”Saya mau habis-habisan lawan Tomoka, ingin membalas dua kekalahan terakhir. Menjalani pertandingan terakhir di grup harus bisa mengeluarkan permainan terbaik,” ujar Putri.

Performa baik, tetapi tanpa kemenangan, juga ditunjukkan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu saat berhadapan dengan juara dunia asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, di Grup B ganda campuran. Pertandingan yang berakhir dengan skor 21-17, 14-21, 15-21 itu juga menunjukkan peningkatan penampilan Jafar/Felisha dibandingkan saat dikalahkan Chen/toh pada final Australia Terbuka, 16-21, 11-21.

Setelah merebut gim pertama, Jafar mengatakan bahwa dia dan Felisha mulai kesulitan mengimbangi lawan sejak interval gim kedua. ”Mereka selalu mendahului kami dalam permainan di depan, mainnya juga dipercepat. Kami, dengan posisi menang angin, jadi banyak ragu-ragu,” kata Jafar.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhadapan dengan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) pada penyisihan grup turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Kamis (18/12/2025). Jafar/Felisha kalah, 21-17, 14-21, 15-21.

Meskipun telah dipastikan tak bisa meneruskan langkah ke semifinal, Jafar/Felisha punya tekad kuat untuk menang dalam laga terakhir agar tak menempati peringkat terakhir klasemen. Mereka akan berhadapan dengan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia).

Jafar/Felisha punya bekal baik untuk melawan Goh/Lai, yaitu hasil selalu menang dalam dua pertemuan yang berlangsung tahun ini. ”Kami ingin memperpanjang tren positif itu,” ucap Jafar.

Pada pertandingan Kamis malam, satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, akan berhadapan dengan Anders Antonsen. Laga tersebut menjadi pertemuan dua pemain yang kalah pada hari pertama. Jonatan dikalahkan Kunlavut Vitidsarn, sementara Antonsen kalah dari Christo Popov.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti