BerandaOlahragaSabar/Reza Terinspirasi ”...

Sabar/Reza Terinspirasi ”The Daddies”

Indonesia memiliki dua wakil pada final tunamen China Masters. Langkah Jonatan Christie diikuti Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.

23 Nov 2024 22:30 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani

SHENZHEN, SABTU — Pebulu tangkis Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani akan tampil pada final China Masters Super 750, final level tertinggi yang mereka capai. Final tersebut, kemudian keberhasilan menempati ranking ke-13 dunia, dan lolos ke turnamen Final BWF World Tour, didapat berkat kerja keras, ketekunan, dan juga inspirasi dari Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sabar/Reza menjadi wakil kedua Indonesia yang lolos ke final China Masters di Shenzhen Gymnasium, China, setelah Jonatan Christie. Pada semifinal yang berlangsung pada Sabtu (23/11/2024) malam, mereka mengalahkan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan ketiga, He Ji Ting/Ren Xiang Yu, dengan skor 21-16, 21-18. Pada sesi siang, Jonatan juga menang atas pemain China, yaitu Shi Yu Qi, 21-17, 21-16.

He/Ren, ganda putra ranking keenam dunia, menjadi salah satu dari tiga unggulan yang disingkirkan Sabar/Reza di China Masters pada babak kedua hingga perempat final. Dua pasangan lain, yang juga merupakan pemain ranking sepuluh besar dunia, adalah pemain Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izuddin (peringkat kedelapan), dan pemain nomor satu dunia, Liang Wei Keng/Wang Chang (China). Adapun pada babak pertama, mereka mengalahkan rekan senegara, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Bagi Jonatan, lolos ke final China Masters, untuk berhadapan dengan Anders Antonsen (Denmark), membuatnya menjadi pemain terakhir yang mendapat tiket turnamen Final BWF. Ajang yang akan berlangsung di Hangzhou, China, 11-15 Desember, ini diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor, termasuk peraih emas Olimpiade Paris 2024.

Dengan demikian, Indonesia meloloskan enam wakil dari semua nomor. Pemain lain yang lolos lebih dulu adalah Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (ganda putri). Adapun ganda putra memiliki dua wakil, yaitu Sabar/Reza dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Namun, mereka yang akan tampil di Hangzhou akan dipastikan setelah BWF memberi undangan pada setiap pemain yang memenuhi syarat, lalu dikonfirmasi oleh pemain yang bersangkutan.

Untuk Sabar/Reza, kesempatan tampil di Final BWF menjadi salah satu pencapaian terbaik tak hanya pada 2024, tetapi sejak berpasangan pada Januari 2020 di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta. Namun, awal perjalanan mereka tak mudah karena adanya pandemi Covid-19. Sebagian besar turnamen bulu tangkis pada tahun tersebut dibatalkan. Sabar/Reza hanya mengikuti satu turnamen, yaitu Thailand Masters.

Sabar Karyaman Gutama (kiri)/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, lolos ke final turnamen bulu tangkis China Masters. Di semifinal, Sabtu (23/11/2024), mereka mengalahkan He Ji Ting/Ren Xiang Yu (China) 21-16, 21-18.

Kejuaraan yang diikuti pada 2021 tak terlalu signifikan, yaitu hanya empat dengan hasil terbaik menjadi finalis Spanyol Masters Super 300. Karena merasa tak nyaman berlatih di pelatnas, Sabar/Reza memutuskan keluar dan menjadi pemain independen seperti Hendra/Ahsan.

Semua kesulitan, seperti mencari sponsor, tempat latihan, sparring partner, dan mengurus semua kebutuhan pertandingan sendiri dijalani. Meski memiliki target sebagai motivasi untuk terus berkembang, mereka tak menduga ketika bisa mendapat serangkaian hasil baik pada 2024.

Final di China Masters, Minggu, menjadi final kelima pada tahun ini dan yang tertinggi. Sebelumnya, Sabar/Reza mencapai final di Orleans Masters dan Spanyol Masters yang berlevel Super 300, serta Hong Kong dan Makau Terbuka Super 500. Dari empat final itu, mereka menjadi juara di Spanyol.

Setelah mengawali 2024 di peringkat ke-48 dunia, Sabar/Reza naik ke posisi ke-13 sejak 28 Oktober. Mereka memenuhi target menempati ranking 20 besar dunia. Posisi itu menempatkan mereka sebagai ganda putra nomor dua Indonesia, di bawah Fajar/Rian dengan ranking keempat.

”Saya tidak menduga dengan hasil yang kami dapat pada tahun ini. Saya bersyukur karena kami bisa lebih dewasa dan berkembang pada setiap pertandingan, terutama dari sisi mental. Semoga, kami bisa terus konsisten,” kata Sabar.

Seperti partnernya, Reza tak menduga mendapat banyak hasil baik. ”Semua orang tahu bahwa menjadi pemain independen itu sulit. Kami bersyukur, tahun ini ada sponsor yang membantu untuk mengikuti turnamen. Klub kami juga membantu dalam latihan,” tutur Reza yang berasal dari PB Jaya Raya, sementara Sabar dari PB Exist.

Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (kedua dan ketiga dari kiri) berfoto bersama Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan setelah babak pertama China Masters, Selasa (19/11/2024). Hendra/Ahsan menjadi inspirasi bagi Sabar/Reza.

Sabar/Reza mendapat dukungan dari perusahaan kuliner, Waroeng Steak, yang juga menjadi sponsor bagi Hendra/Ahsan. Pasangan berjulukan ”The Daddies” itu menjadi sumber inspirasi mereka untuk menjalani dan memiliki target sebagai atlet independen.

”Mereka adalah living legend. Semua mengidolakan mereka,” kata Sabar yang berharap warisan dari Hendra/Ahsan bisa diteruskan ganda putra Indonesia lainnya, termasuk mereka.

Hendra/Ahsan keluar pelatnas sejak awal 2019 meski tetap berlatih di Cipayung karena diminta PP PBSI sebagai sparring partner di nomor ganda putra. Mereka bertahan sebagai pemain elite dunia dengan beberapa gelar besar seusai menjadi atlet independen, seperti juara All England, juara dunia, dan juara Final BWF pada 2019. Hendra/Ahsan pun lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 (bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon) setelah menggeser Fajar/Rian sebagai ganda putra nomor dua Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan