Gol yang diciptakan Mohamed Salah pada menit ke-67 membuka jalan kemenangan Mesir atas Selandia Baru dan membuat Mesir meraih kemenangan pertamanya di Piala Dunia.
22 Jun 2026 13:45 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/c8703368562323b16786faaa8983717d-063_2282690014.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/9f4409115e2419f450e4c7e0b914bd7b-063_2282684614.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/9828f4bb38dcea808cd506ea413e8927-063_2282691936.jpg)
Kapten timnas Mesir, Mohamed Salah, merayakan keberhasilannya menjebol gawang Selandia pada pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Senin (22/6/2026).
Kapten Tim Mesir Mohamed Salah berebut bola dengan pemain Selandia Baru Michael Boxall (kiri) pada pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Senin (22/6/2026).
Kapten Tim Mesir Mohamed Salah menyapa pendukungnya seusai pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Senin (22/6/2026).
Tembakan kapten tim nasional Mesir, Mohamed Salah, yang berhasil menjebol gawang Selandia Baru pada menit ke-67 menjungkirbalikkan kekhawatiran dari ancaman tersingkir dari Piala Dunia menjadi harapan. Gol indah itu tercipta dari pengolahan bola dengan strategi 1-2 yang berujung munculnya umpan dari Mostafa Zico dan berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh Salah untuk mendobrak gawang Selandia Baru.
Kiper Selandia Baru, Max Crocombe, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas kegagalannya membendung serangan dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Senin (22/6/2026) itu. Gol pertama Salah pada Piala Dunia kali ini membuat tim dengan julukan ”Sang Firaun” (”The Pharaohs”) itu batal pulang lebih awal dan memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh ke babak selanjutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/bcbe9a6cd49004190a6ea57b31d6df03-063_2282686293.jpg)
Selandia Baru sebenarnya telah berada di atas angin setelah mencetak gol pada menit ke-15 lewat sundulan kepala Finn Surman. Gol yang berawal dari tendangan pojok itu membuat adrenalin para pemain Mesir melonjak karena ancaman kekalahan mulai menyingsing.
Sebelumnya, Selandia Baru telah menunjukkan performa gemilang ketika melawan Iran. Tim Oseania ini menampilkan spirit kotahitanga (persatuan atau kebersamaan) dalam pertandingan itu dan kembali mewujud pada awal laga melawan Mesir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/3d8b463a91346c13e07fba80d9ba8fe2-063_2282685613.jpg)
Pelatih Mesir Hossam Hassan mempersiapkan timnya untuk menunjukkan bakat yang dimiliki oleh The Pharaohs. Meski sempat menelan kekecewaan atas hasil imbang kontra Belgia, Mesir berupaya sekuat tenaga agar pertandingan berikutnya mereka dapat menyelamatkan citra sepak bola Mesir di mata dunia.
Semangat Mesir dalam mengatasi ketertinggalan atas Selandia Baru tampak dari usahanya dalam membangun serangan. Upaya mereka membuahkan hasil ketika Mostafa Zico mendapat umpan silang dari Mohamed Hany dan berhasil mencetak gol pada menit ke-51 lewat tandukan. Gol itu membuat skor kedua tim imbang, 1-1.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/7476cd6acf667919769c1b72dae33b7e-063_2282689334.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/296bc7574f4e4ab9d244896e2238d201-063_2282690884.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/e9ad826e84564523f7a23a453f8d4bce-063_2282692177.jpg)
Formasi 4-2-3-1 yang diturunkan kedua tim membuat laga ini menarik. Susunan pemain yang mereka gunakan sama seperti ketika mereka tampil pada laga perdana di Grup G.
Setelah Salah bermain gemilang dan mencetak gol kedua untuk Mesir pada pertandingan itu, Selandia Baru pun harus menggencarkan serangan untuk mengatasi ketertinggalan. Namun, kepiawaian pemain Mesir, Mahmoud Trezeguet, dalam memanfaatkan tendangan sudut Salah dan mencetak gol pada menit ke-82 membuat Selandia Baru tak berkutik hingga peluit panjang dibunyikan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/2aa297ee272ef29d8c78930c32b47f58-063_2282691804.jpg)
Pada hari itu, Mesir mencatat sejarah setelah berhasil ”pecah telur” mengukir kemenangan pertama dalam pertandingan Piala Dunia sejak debut pertamanya pada 1934. Mesir layak merayakan keberhasilan itu dengan penuh sukacita setelah menunggu momen tersebut selama 92 tahun.
Penulis:
Ferganata Indra RiatmokoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan