Demi Amankan Kursi, Netanyahu Incar Lawan Politik, Israel Hadapi Pertarungan Politik Domestik

Netanyahu berniat memecat kepala Shin Bet. Selain karena tak percaya pada Shin Bet, diduga Netanyahu mau jegal penyelidikan Shin Bet pada hubungan Israel dan Qatar.

17 Mar 2025 11:10 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

JERUSALEM, SENIN — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berusaha memberhentikan Kepala Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet) Ronen Bar. Alasannya, Netanyahu sudah lama tak bisa percaya lagi kepada Bar. Padahal, kepercayaan kepada institusi yang menangani kontraterorisme dan keamanan bagi pejabat pemerintah itu justru sangat penting pada saat-saat genting perang seperti sekarang.

Bar, Minggu (16/3/2025), meyakini rencana pemecatannya itu tidak terkait dengan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia justru curiga ada motif politik di balik rencana pemecatannya. Pemecatan Bar ini kemungkinan akan menuai kritik mengingat Israel menghadapi prospek pertempuran baru di Gaza dengan puluhan sandera Israel masih ditahan di sana.

Rencana pemecatan ini memperdalam isu perebutan kekuasaan yang mayoritas berfokus pada siapa yang bertanggung jawab atas serangan Hamas yang memicu perang di Gaza. Upaya Netanyahu memecat Bar dilakukan saat Bar sedang menyelidiki orang-orang yang dekat dengan Netanyahu.

FILE - Ronen Bar, chief of Israel's domestic Shin Bet security agency, attends a ceremony marking Memorial Day for fallen soldiers of Israel's wars and victims of attacks at Jerusalem's Mount Herzl military cemetery, May 13, 2024. (Gil Cohen-Magen/Pool photo via AP, File)

Bar menanggapi Netanyahu dengan mengatakan satu-satunya kepercayaan yang harus ia menangi adalah kepercayaan dari rakyat Israel. Bar akan tetap menjabat posisinya sekarang karena menjadi kewajibannya untuk menyelesaikan penyelidikannya, membebaskan para sandera di Gaza, dan mempersiapkan calon penggantinya.

Sebelum rencana pemecatan Bar, Netanyahu pernah memecat Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024. Kepala Militer Herzi Halevi juga mengundurkan diri pada Januari 2025 karena kegagalan keamanan Israel pada 7 Oktober.

Ditentang

Jaksa Agung Israel Gali Baharav-Miara meminta Netanyahu untuk mengklarifikasi dasar hukum atas keputusannya sebelum mengambil tindakan apa pun. Pemimpin oposisi Yair Lapid akan mengajukan banding atas pemecatan Bar karena hal itu memalukan dan bermotif politik.

Bar mengkritik harapan Netanyahu akan kesetiaan pribadi yang bertentangan dengan kepentingan publik. Namun, Bar tetap akan menghormati keputusan hukum apa pun terkait masa jabatannya. Rencana pemecatan Bar ini akan dibawa ke hadapan pemerintah, Rabu mendatang. Namun, kemungkinan masalah ini dapat menghadapi gugatan hukum.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023. Ini menjadi salah satu kegagalan keamanan terburuk Israel. Bar telah mengakui dirinya bertanggung jawab atas kegagalan 7 Oktober itu. ”Saya bertanggung jawab atas peran institusi tersebut dalam kegagalan mencegah serangan, tetapi jelas maksud di balik pemecatan saya ini tidak terkait dengan tanggal 7 Oktober,” kata Bar dalam pernyataan tertulis.

Bar juga sudah memberi tahu Netanyahu bahwa dirinya berencana untuk mengundurkan diri. Namun, hal itu akan dilakukannya setelah 59 sandera yang tersisa berhasil dipulangkan dan setelah menyelesaikan penyelidikannya.

infografik Peta "Timur Tengah Baru" Versi Netanyahu

Netanyahu menolak seruan untuk membentuk komisi penyelidikan resmi negara atas 7 Oktober dan mencoba menyalahkan kegagalan tersebut kepada militer dan Shin Bet. Bar sudah menyatakan penyelidikan ini tidak boleh hanya berhenti pada militer, tetapi juga harus sampai menyelidiki pemerintah dan Netanyahu.

Shin Bet baru-baru ini mengeluarkan laporan yang mengakui kegagalan mengantisipasi serangan Hamas. Akan tetapi, Shin Bet juga mengkritik Netanyahu dengan mengatakan kebijakan pemerintah yang gagal yang menjadi penyebabnya.

Shin Bet juga mengatakan mereka sebenarnya sudah mengetahui potensi ancaman dari Hamas, sementara militer Israel mengakui mereka telah meremehkan kemampuan Hamas. ”Dari hasil penyelidikan kami, ternyata terungkap bahwa selama ini pimpinan politik sengaja mengabaikan peringatan yang sudah diberikan terkait kemampuan Hamas,” kata Bar.

Jika berhasil menyingkirkan Bar, Netanyahu diperkirakan akan menunjuk seorang loyalis untuk menggantikan Bar. Ini akan menghambat komisi penyelidikan. Peneliti di lembaga pemikir Israel, Institut Demokasi, Amichai Cohen, mengatakan, usulan pemecatan Bar harus mendapatkan persetujuan parlemen terlebih dahulu.

Konflik kepentingan

Selain itu, keputusan sebesar ini juga harus mendapatkan persetujuan jaksa agung. Keputusan Netanyahu ini, kata Cohen, menggambarkan konflik kepentingan terkait temuan Shin Bet seputar serangan 7 Oktober dan penyelidikan terhadap hubungan antara kantor Netanyahu dan Qatar yang menjadi mediator dalam pembicaraan tentang perang di Gaza.

Netanyahu marah karena Shin Bet sedang menyelidiki anggota stafnya atas hubungan mereka dengan Qatar. Mantan juru bicara Netanyahu, Eli Feldstein, dilaporkan oleh Channel 12 Israel telah bekerja untuk sebuah firma yang berpusat di Doha yang merekrut wartawan Israel untuk menulis berita pro-Qatar.

Harian Israel yang condong ke kiri, Haaretz, telah melaporkan bahwa dua anggota staf Netanyahu lainnya, Jonatan Urich dan Yisrael Einhorn, diduga membangun kampanye untuk meningkatkan citra Qatar menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji