Sambut Kejuaraan Dunia Voli U-21, Persiapan Tim Putri Dimulai

Para pemain muda akan menjalani pemusatan latihan nasional pada 7 April mendatang. Indonesia akan tampil di hadapan publik sendiri pada Kejuaraan Dunia 2025.

22 Mar 2025 13:51 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Persiapan Indonesia untuk menghadapi FIVB World Championship U-21 atau Kejuaraan Dunia Voli U-21 di Surabaya, Jawa Timur, diawali dengan pemanggilan para pemain. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memanggil 25 pemain putri untuk menjalani pemusatan latihan nasional pada 7 April mendatang.

Quote

Bagi pemain yang masih mengikuti kompetisi Proliga 2025, diberi waktu berkumpul hingga Proliga usai.

Pemanggilan itu tertuang dalam surat tertanggal 19 Maret 2025 yang ditujukan kepada lima Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengprov PBVSI). Surat tersebut sekaligus membatalkan surat PBVSI pada 30 Oktober 2024 saat pemanggilan pertama.

Dalam surat terbaru disebutkan, sebanyak 25 pemain dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan mulai 7 April 2025. Pelatnas tim U-21 putri ini akan dilaksanakan di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor.

PBVSI memberikan dispensasi bagi pemain yang masih bertanding di babak final four Proliga 2025. Mereka bisa bergabung setelah menyelesaikan komitmen dengan klub masing-masing.

“Bagi pemain yang masih mengikuti kompetisi Proliga 2025, diberi waktu berkumpul hingga Proliga usai,” kata Sekjen PP PBVSI Heyzer Harsono, Jumat (21/3/2025).

Pebola voli putri Indonesia, Maradanti Namira Tegariani (kanan) dan Junaida Santi, memblok pukulan pemain Hongkong dalam laga AVC Challenge Cup 2024, di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Kamis (23/5/2024).

Proliga yang telah bergulir sejak 3 Januari dijadwalkan selesai 11 Mei 2025. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, sebelumnya memperkirakan, pelatnas baru bisa benar-benar intensif selepas bulan Mei ketika semua pemain telah berkumpul.

Dengan persiapan intensif baru dimulai selepas Mei, tim U-21 memiliki waktu sedikitnya tiga bulan untuk persiapan Kejuaraan Dunia yang akan digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 4-17 Agustus 2025. Indonesia akan bersaing dengan 23 tim lainnya dalam ajang tersebut.

Tim putri mendapatkan jalur khusus untuk tampil di ajang tersebut karena Indonesia menjadi tuan rumah. Selain Indonesia, beberapa negara Asia Tenggara lain, seperti Thailand dan Vietnam, juga dipastikan lolos.

Partisipasi Thailand dan Vietnam di Kejuaraan Dunia dipastikan setelah mereka berhasil melaju ke babak semifinal Kejuaraan Asia U-20 2024.

Pertandingan perdana Proliga 2025 antara tim debutan, Yogya Falcons (merah), melawan finalis musim lalu, Jakarta Electric PLN, di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/1/2025). Yogya Falcons, harus mengakui keunggulan Jakarta Electric PLN dengan skor 0-3 (12-25, 19-25, 14-25).

Para pemain putri nantinya akan ditangani oleh mantan pelatih timnas Honduras, Marcos Sugiyama, yang sengaja didatangkan untuk menyambut Kejuaraan Dunia 2025. Pelatih yang mengantarkan Honduras menempati peringkat ketiga Central American Final Four 2024 ini telah tiba di Indonesia pada akhir tahun.

Sugiyama menangani tim Yogya Falcons di Proliga 2025. Tim tersebut merupakan cikal bakal tim Indonesia yang diproyeksikan untuk Kejuaraan Dunia U-21. Maka, para pemainnya pun sebagian besar pemain muda yang namanya kemudian dipanggil untuk pelatnas.

Pemain lainnya yang dipanggil ialah pemain muda yang menonjol selama Proliga 2025, seperti Junaida Santi (18). Pada musim ini, Santi berhasil menjadi andalan Jakarta Pertamina Enduro dan mengantar tim melaju ke babak final four Proliga.

Dengan demikian, Santi baru akan bisa bergabung ke pelatnas setelah perjalanan timnya usai. Santi juga menjadi bagian tim ketika Indonesia tampil di AVC Challenge Cup 2024.

Berikut daftar pemain yang dipanggil pelatnas.

  1. Zahwa Aliah Jasmien   (Jawa Barat)
  2. Indah Guretno Dwi Margiani   (Jawa Timur)
  3. Chelsa Berliana Nurtomo  (DKI Jakarta)
  4. Nasywa Deslianti Wardatul (Jawa Barat)
  5. Junaida Santi (DKI Jakarta)
  6. Azzahra Dwi Febyane (Jawa Barat)
  7. Alya Regifa Fahira (Jawa Barat)
  8. Ajeng Nur Cahaya (Jawa Timur)
  9. Alifa Zahwa Arifin  (DI Yogyakarta)
  10. Yasmine Azizah Ramadhani (Jawa Barat)
  11. Khansa Naila Nurnakeisha (Jawa Tengah)
  12. Maradanti Namira Tegariani   (DI Yogyakarta)
  13. Geofanny Eka Cahyaningtyas  (Jawa Timur)
  14. Viviola Agustina (Jawa Tengah)
  15. Pascalina Mahuze (Jawa Barat)
  16. Syelomitha Afri laviza Wongkar (Jawa Barat)
  17. Lintang Yulia Prasasti (Jawa Tengah)
  18. Fiola Marsya Azzahra (Jawa Tengah)
  19. Waode Ardiana (Jawa Barat)
  20. Afra Hasna Nurhaliza (Jawa Barat)
  21. Adensa Laurel Saputra (DKI Jakarta)
  22. Naysilla Wiedy Kirana (Jawa Barat)
  23. Mayhasta Bethari Siswanto (Jawa Timur)
  24. Calista Maya Ersandita (Jawa Barat)
  25. Syakirah Athania Putri (Jawa Timur)


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari