Begini Cara Ikut Program Angkut Motor Gratis KAI Lewat Situs Nusantara Kemenhub

Lebaran tahun ini pemerintah kembali membuka program angkut Motor Gratis menggunakan KAI. Masyarakat bisa mendaftar melalui situs Nusantara Kemenhub.

11 Mar 2025 10:52 WIB · Ekonomi

Oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan program mudik Motor Gratis atau Motis pada Lebaran 2025. KAI akan melalui lintas utara dari Jakarta hingga Semarang, Jawa Tengah, serta lintas tengah dari Jakarta hingga Lempuyangan, Yogyakarta.

Pada 2025, setidaknya 7.424 unit sepeda motor dan 16.960 penumpang akan diangkut KA dalam program Motor Gratis. Program yang berlangsung selama delapan hari ini dapat mulai diakses untuk jadwal keberangkatan 26-29 Maret 2025 serta arus balik pada 4-6 April 2025.

Program Motis 2025 melayani dua rute utama. Pertama, lintas utara dimulai dari Jakarta Gudang-Pasar Senen (penumpang)-Bekasi (penumpang)-Cirebon Prujakan-Tegal-Pekalongan-Semarang Tawang. Kedua, lintas tengah akan melalui Jakarta Gudang-Pasar Senen (penumpang)-Cirebon Prujakan-Kroya-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Lempuyangan.

”Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program Motis ini sebagai alternatif mudik yang lebih aman dan efisien. Pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman tanpa harus menghadapi risiko kecelakaan di jalan raya akibat perjalanan jauh menggunakan sepeda motor,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/3/2025).

Masyarakat yang tertarik dapat mendaftar secara daring melalui situs http://nusantara.kemenhub.go.id/ atau langsung di Stasiun Bekasi, Stasiun Depok Baru, Stasiun Tangerang, dan Stasiun Cibinong. Tiap peserta Motis akan mendapatkan dua tiket serta satu tiket untuk anak berusia di bawah tiga tahun (infant). Fasilitas tiket diberikan secara gratis.

Calon penumpang memotret tiket sebelum mesuk gerbong kereta Motis Tengah 1 relasi Pasar Senen-Kutoarjo di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (7/4/2024). Kompas/Riza Fathoni (RZF) 07-04-2024

Guna terdaftar dalam program Motis, masyarakat wajib memenuhi persyaratan lain. Ketentuan yang harus dipenuhi adalah memiliki kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang masih berlaku, serta motor berkapasitas mesin di bawah 200 cc. Informasi lebih lanjut dapat diakses lewat akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Perkeretaapian di @ditjenperkeretaapian dan @motis.djka.

Anne mengatakan, KA yang digunakan dalam program Motis 2025 adalah kereta kelas ekonomi dengan skema subsidi atau kewajiban pelayanan publik (PSO). Masyarakat tidak akan dikenai biaya tambahan.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengemukakan bahwa program Motis mendorong masyarakat agar bepergian dengan moda transportasi yang lebih aman. Alih-alih menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor, masyarakat dapat memanfaatkan KA. Sepeda motor pribadi dapat diangkut menuju tujuan mudik dengan KA.

”Motis ini merupakan program yang rutin kami selenggarakan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah untuk masyarakat yang akan melaksanakan mudik Idul Fitri, dengan lebih murah, aman, nyaman, dan selamat,” ujar Risal.

Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal saat ditemui oleh tim harian Kompas untuk membahas pengoperasian LRT Jabodebek dan juga Kereta Cepat Jakarta - Bandung, Jakarta (3/8/2023).

Baik lintas utara maupun tengah memiliki kuota harian Motis yang berbeda. Untuk lintas utara, KAI akan mengangkut 232 sepeda motor dan 530 penumpang. Pengangkutan harian lintas tengah lebih banyak dengan 696 unit dan 1.590 penumpang.

”Dengan adanya subsidi ini dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang dapat diakses dengan mudah, aman, dan nyaman dengan layanan KA ekonomi yang dapat dinikmati secara gratis,” kata Risal.

Pemerataan jangkauan KA

Dalam waktu bersamaan, KAI tengah berupaya memeratakan akses transportasi yang terjangkau bagi masyarakat di Sumatera. Penambahan kereta ini juga mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran mendatang.

KAI akan mengirimkan 22 KA dari Jawa ke Sumatera, tepatnya ke Divisi Regional (Divre) II di Padang, Sumatera Barat, dan Divre IV di Tanjungkarang, Lampung. Beban seluruh KA yang akan diangkut KAI Logistik mencapai 836 ton.

Pengiriman akan dilakukan bertahap sejak 1 Maret 2025 melalui Jakarta International Container Terminal (JICT) menuju Stasiun Rejosari, Lampung, serta Stasiun Bukit Putus, Padang. Pihaknya menargetkan pengiriman tuntas pada 17 Maret 2025.

Infografik Perjalanan KA Penumpang Harian

Anne mengatakan, Divre IV Tanjungkarang akan menerima tujuh kereta ekonomi (K3) dan tiga kereta makan pembangkit (KMP2/MP2). Sementara Divre II Sumatera Barat akan mendapatkan 10 kereta ekonomi (K3) dan dua kereta makan pembangkit (KMP3).

Ia memastikan seluruh proses pengangkutan ini dilakukan dengan standar keamanan tinggi guna menjaga kondisi sarana yang dikirimkan. Setibanya di Padang dan Lampung, seluruh kereta akan menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum beroperasi.

Tambahan KA di Divre II Sumatera Barat akan menambah frekuensi perjalanan KA Pariaman Ekspres Fakultatif pada rute Pauhlima (Padang)-Naras (Pariaman) pergi dan pulang (pp). Layanan baru juga akan tersedia pada rute Kayu Tanam-Padang (pp).

Pada Divre IV Tanjungkarang, tambahan kereta akan digunakan memperpanjang rangkaian KA Kuala Stabas dan KA Rajabasa. Harapannya, kapasitas angkut penumpang akan bertambah.

”KAI berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi yang ekonomis dan berkualitas bagi masyarakat. Kehadiran tambahan sarana ini akan meningkatkan kapasitas angkut penumpang dan memastikan layanan yang lebih baik, terutama saat musim mudik Lebaran,” ucap Anne.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yosepha Debrina Ratih Pusparisa
 | 

Editor:

Agnes Theodora