Dikenal sebagai pembunuh raksasa, Jepang bakal menghadapi salah satu calon juara Belanda di laga perdana Grup F Piala Dunia 2026.
13 Jun 2026 19:41 WIB · Olahraga
AP Photo/George Walker IV
ARLINGTON, SABTU – Pelatih Hajime Moriyasu sukses membangun sistem permainan Jepang yang bertumpu pada fleksibilitas dan kecepatan transisi sejak memimpin pada 2018. Moriyasu membuat skuad berjuluk ”Samurai Biru” itu bahkan mendapat reputasi sebagai pembunuh raksasa setelah menumbangkan Jerman dan Spanyol di fase grup Piala Dunia 2022.
Belakangan, kekuatan menata organisasi pertahanan, pressing agresif, serta transisi menyerang yang sangat cepat ala Jepang itu terlihat kian matang. Dalam laga persahabatan, Jepang membuktikannya dengan menundukkan Inggris dan Brasil.
Saat mengalahkan Inggris, 1-0, pada 31 Maret 2026, Jepang pandai membatasi pergerakan lini tengah. Akibatnya, duet Cole Palmer dan Phil Foden kala itu gagal menjadi motor permainan Inggris. Praktik serupa diterapkan saat menuntaskan perlawanan Spanyol empat tahun lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/c50f8310366fac601679ed7df5287b49-Japan_WCup_Soccer_2_.jpg)
Kini, pendekatan itu akan diuji kembali di putaran final Piala Dunia 2026. Dalam laga perdana Grup F di Stadion AT&T, Dallas, Senin (15/6/2026) dini hari WIB, Jepang akan menghadapi Belanda, salah satu kandidat kuat juara.
Namun, laga itu diprediksi tidak akan mudah. Moriyasu kehilangan kapten sekaligus jangkar lini tengah Wataru Endo. Belum lama ini, Endo cedera sebelum akhirnya memutuskan pensiun dari tim nasional.
Kepergian Endo berpotensi mengubah keseimbangan lini tengah Jepang. Moriyasu diperkirakan akan menempatkan Ao Tanaka untuk mendampingi Kaishu Sano atau Daichi Kamada menjaga lini tengah Jepang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/a96ff17149318b09a4c10b4f6cba2d56-Japan_WCup_Soccer_1_.jpg)
Sayap serang Jepang, Takefusa Kubo, mengatakan, tim tetap percaya diri menghadapi semua laga Piala Dunia. Meski terkejut dengan kepergian sang kapten, dia yakin ada transfer ilmu yang diberikan Endo kepada pemain lain.
”Saya mendengar Endo telah berbicara dengan Ko Itakura. Endo telah menyampaikan banyak informasi dan saya yakin Itakura akan membagikannya kepada tim,” ujar Kubo yang memperkuat klub Spanyol, Real Sociedad.
Selepas kepergian Endo, peran Itakura memang sangat vital. Selain menyandang status kapten, pengetahuan bek tengah Ajax Amsterdam itu menggalang pertahanan saat bersama Endo sangat diperlukan Jepang untuk meladeni karakter para pemain Belanda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/6dc3bbcac473fc3fa755da00f9c5dacc-20260613_NNN_Formasi_Belanda_Jepang_mumed.png)
Kali ini, target utama Jepang adalah meredam Frenkie de Jong, gelandang tengah yang menjadi pusat sirkulasi bola Belanda. Pemain Barcelona ini tengah dalam motivasi tinggi setelah harus melewatkan Piala Eropa 2024 akibat cedera engkel.
Jika lolos, De Jong bakal leluasa menjadi motor permainan Belanda. Umpannya berpotensi menciptakan ruang bagi Ryan Gravenberch dan Tijjani Reijnders untuk mengembangkan permainan.
”Sejak bersama tim Belanda, saya pikir sekarang kami memiliki skuad dengan potensi terbesar. Namun, kami juga perlu memastikan untuk menjadi tim terbaik,” ujar De Jong kepada The Guardian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/6e7bfe8e14c9be1f0fd13c5ac4c6f496-wires_photo_5_.jpg)
Memutus lini tengah Belanda memberikan keuntungan ganda bagi Jepang. Kubo, Ayase Ueda, dan Junya Ito dapat bergerak cepat melancarkan serangan.
Meski Jepang bakal tampil tanpa Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino, trisula serangan itu pandai membuka ruang tembak dan mengeksploitasi celah di belakang pertahanan lawan hanya dalam beberapa sentuhan.
Menghadapi ancaman Jepang, Pelatih Belanda Ronald Koeman berharap timnya tampil lebih agresif dan efisien. Keinginan itu diutarakan Koeman setelah Belanda kalah 0-1 dari Aljazair dan menang susah payah 2-1 atas Uzbekistan di laga persahabatan.
”Kami tahu Jepang kuat. Kami mempelajari bagaimana mereka bermain, dan kondisi fisik pemainnya yang membuat mereka sulit dihadapi,” kata Koeman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/22b2d545ad7fe2549e6d0a7db0f3079d-wires_photo_6_.jpg)
Namun, Koeman tetap optimistis. Dia yakin ”Oranye”, julukan Belanda, bisa memberikan yang terbaik dalam pesta bola kali ini.
”Kami menghormati Jepang, tetapi kami Belanda. Mereka akan menghormati kami juga. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik dan sulit,” tutur Koeman.
Kepercayaan diri itu semakin tinggi setelah kiper utama Bart Verbruggen kembali berlatih bersama tim. Penyerang Memphis Depay juga diperkirakan siap bermain setelah berangsur pulih dari cedera.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/c7f37bb721d28bd3fd70f99291299f8f-APTOPIX_Netherlands_WCup_Soccer.jpg)
”Jika kebugarannya mencapai level terbaik, kami tahu apa yang bisa dia berikan. Dia adalah pencetak gol terbanyak kami dan kami membutuhkannya,” ujar Koeman.
Belanda memang butuh ketajaman Depay. Pencetak 55 gol dari 109 laga untuk Belanda itu diharapkan menjebol kuatnya pertahanan Jepang.
Sejauh ini, Jepang adalah salah satu pemilik pertahanan terbaik menuju Piala Dunia 2026. Dalam 10 pertandingan kualifikasi, tim Samurai Biru hanya kebobolan tiga gol dan mencetak 30 gol.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Cornelius Helmy Herlambang