Santiago Bernabeu, Teater Derita Real Madrid

Real Madrid menelan hasil negatif kedua di Liga Champions. Kekalahan dari AC Milan lebih menyakitkan bagi Real daripada tumbang di ”el classico”.

06 Nov 2024 09:34 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar - [email protected]

MADRID, RABU — AC Milan meruntuhkan kutukan tim tamu di Stadion Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Catatan impresif ”Los Blancos” yang tak terkalahkan di 15 laga kandang Liga Champions berakhir. Ketika magis Santiago Bernabeu memudar, pertanda masalah besar tengah menyelimuti sang pemilik salah satu ”teater” sepak bola terbaik di dunia itu.

Setelah melalui 15 pertandingan Liga Champions nirkalah dengan catatan 12 menang dan tiga imbang, Real tak berdaya di hadapan Milan pada laga keempat Liga Champion edisi 2024-2025, Rabu (6/11/2024) WIB. Milan membawa pulang keunggulan 3-1 yang merupakan hasil positif kedua mereka di Bernabeu setelah edisi 2009-2010.

Serupa dengan dua pertandingan Liga Champions sebelumnya, Real lagi-lagi kemasukan lebih dulu di babak pertama. Malick Thiaw (12’) dan Alvaro Morata (39’) menaklukkan kiper Real, Andriy Lunin, pada paruh pertama pertandingan. ”Los Blancos” telah kemasukan lima kali sebelum turun minum di Liga Champions edisi 2024-2025.

Gelandang AC Milan, Tijjani Reijnders, menyepak bola di muka gawang Real Madrid yang berbuah gol ketiga bagi timnya pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (6/11/2024) WIB. Milan unggul 3-1.

Berbeda dengan laga kontra Borussia Dortmund ketika Real bisa merespons lima gol balasan, mereka tak berdaya menghadapi Milan yang lebih berpengalaman di Eropa.

Hanya penalti Vinicius Junior pada menit ke-23 yang bisa menjadi catatan gol Real ke gawang Mike Maignan. ”I Rossoneri” pun mengunci kemenangan berkat sepakan gelandang Tijjani Reijnders saat laga berjalan 73 menit.

Posisi Real Madrid dan AC Milan di klasemen sementara Liga Champions.

Serupa dengan tim yang kalah seperti kebanyakan, pendukung Real pun mencari kambing hitam. Mereka menumpahkan kekecewaan kepada gelandang bertahan Aurelien Tchouameni yang bermain buruk dan gagal menjalankan peran gelandang jangkar dengan maksimal.

Tak ayal, gelandang asal Perancis itu mendapat siulan ketika menguasai bola. Puncaknya, ia diganti Brahim Diaz pada awal babak kedua.

Kekecewaan suporter ”Los Blancos” cukup beralasan. Mereka masih belum sepenuhnya sembuh dari kekalahan menyakitkan yang diberikan Barcelona dengan skor 0-4 di Bernabeu.

Striker AC Milan, Alvaro Morata, melakukan tendangan untuk membobol gawang Real Madrid yang dijaga kiper Andriy Lunin pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.
Striker AC Milan Alvaro Morata membobol gawang Real Madrid yang dijaga kiper Andriy Lunin pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.
Striker AC Milan Alvaro Morata berlari untuk merayakan gol selepas menaklukkan kiper Real Madrid Andriy Lunin pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.
Striker AC Milan Alvaro Morata merayakan golnya ke gawang Real Madrid bersama bek Theo Hernandez pada gim Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (6/11/2024) WIB.

Ketika para pemain Real selalu mencari alibi bahwa Liga Champions adalah pelarian dari hasil buruk di kompetisi domestik, tetapi ternyata hal itu tidak berlaku pada awal musim ini. Real pun terseok-seok dalam misi mempertahankan singgasana mereka di Eropa.

Setelah empat pertandingan, Real baru mengemas dua kemenangan dan sudah menderita dua kekalahan. Setelah kontra Milan, skuad Madrid bakal menjalani dua laga tandang supersulit menghadapi Liverpool dan Atalanta.

”Kami berutang kepada publik Santiago Bernabeu atas dua hasil buruk beruntun. Kami akan berjuang sampai akhir di Liga Champions,” ucap bek sayap kanan Lucas Vazquez, dilansir Marca.

Quote

Tidak mudah bermain di sini (Bernabeu) dan menghadapi tim terbaik di dunia saat ini jika kami tak menampilkan keberanian.

Musim terburuk

Hasil buruk di pengujung musim gugur tentu mengembalikan kenangan pendukung Real pada momen 10 tahun lalu, tepatnya musim 2014-2015. Itu adalah musim terakhir Ancelotti pada periode pertamanya menangani Real.

Pada musim itu, Ancelotti gagal memberikan trofi kepada Real. Mereka kalah dalam persaingan gelar juara Liga Spanyol dari Barcelona, disingkirkan Juventus di semifinal Liga Champions, serta gugur di babak 16 besar Piala Raja Spanyol dari Atletico Madrid. Serupa dengan musim ini, Real juga memulai kampanye kompetisi satu dekade silam dengan raihan trofi Piala Super Eropa.

Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, mengerang kesakitan di lapangan saat laga Liga Champions melawan AC Milan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.
Penyerang Real Madrid Vinicius Junior tergeletak di lapangan setelah perebutan bola dengan pemain AC Milan pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.
Penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang terduduk di lapangan dibantu kiper AC Milan Mike Maignan untuk berdiri saat laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.
Ekspresi kekecewaan penyerang Real Madrid Vinicius Junior setelah gawang mereka kebobolan pada laga laga Liga Champions melawan AC Milan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.

Ancelotti menolak jika disebut awal musim ini adalah masa terburuk pada periode keduanya memimpin Real. Menurut dia, Real hanya mengalami masa-masa sulit temporer sehingga akan bangkit di laga selanjutnya.

”Saya berpikir kondisi ini masih normal. Tim ini menjalani rentetan hasil positif, tetapi terbenam dalam dua laga terakhir. Ini bagian dari sepak bola, kami akan beraksi segera,” ucap Ancelotti, seperti dikutip AS.

Juru taktik asal Italia yang bermukim di Vancouver, Kanada, itu meminta anak asuhannya untuk meningkatkan level permainan, baik secara individu maupun kolektif. Ia juga meminta skuad Real untuk terbuka menerima kritik demi mendapatkan motivasi untuk membenahi diri.

”Kami percaya diri tim ini akan meningkatkan performa. Kami ingin melakukan segalanya lebih baik dan menemukan solusi sebab kami akan merasakan penderitaan hebat jika mengakhiri musim ini dengan buruk,” tuturnya.

Kecerdikan Fonseca

Pelatih AC Milan Paulo Fonseca membuktikan kecerdikannya meramu strategi menghadapi laga-laga besar. Setelah menumbangkan Inter Milan di Liga Italia, ia membantu Morata dan kawan-kawan mengemas kemenangan kedua di Liga Champions musim ini di markas ”raja” Eropa.

Alih-alih mempertahankan taktik favoritnya, 4-2-3-1, Fonseca menurunkan formasi 4-3-3. Youssouf Fofana dan Yunus Musah dipercaya Fonseca untuk menemani Reijnders di lini tengah. Kehadiran dua pivot berjalan efektif bagi Milan untuk meredam sedini mungkin aliran bola Real yang mengandalkan gelandang veteran Luka Modric.

Reijnders dan Musah juga aktif mempertebal kuantitas pemain Milan di sisi sayap demi mengantisipasi pergerakan ofensif dari dua bek sayap Real. Keduanya pula yang berperan besar dalam proses transisi positif Milan.

Pelatih AC Milan Paulo Fonseca memberikan instruksi kepada para pemainnya saat laga Liga Champions melawan Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (6/11/2024) dini hari WIB.

Selain para pencetak gol dan gelandang energik, Milan juga patut mengapresiasi performa brilian kiper Maignan. Sebanyak sembilan tembakan Real bisa diantisipasi kiper tim nasional Perancis itu. Ia menggagalkan 1,44 expected goals (xG) milik tim tuan rumah.

”Saya pikir adil untuk mengatakan kami bermain tanpa rasa takut. Tidak mudah bermain di sini (Bernabeu) dan menghadapi tim terbaik di dunia saat ini jika kami tak menampilkan keberanian. Kunci kemenangan ini adalah performa luar biasa di babak pertama,” ucap Fonseca kepada UEFA.com.

”Kami memahami dengan baik momen-momen pertandingan, terutama untuk memanfaatkan kesalahan permainan posisi Real. Tiga kualitas gol yang kami ciptakan membuat saya sangat senang,” tambahnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto