Satu Kelas, Rizki Juniansyah dan Rahmat Abdullah Bakal ”Berduel” Lagi?

Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah berada di kelas 79 kg di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025. Pertarungan level dunia terakhir mereka berujung dramatis.

27 Sep 2025 15:35 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Meski di SEA Games Thailand 2025 akan tampil terpisah, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah berada di kelas yang sama di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025. Akankah ”duel” antara dua lifter terbaik Indonesia ini kembali terjadi?

Lifter peraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, dan lifter peraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat Erwin Abdullah, menjadi bagian dari tim angkat besi Indonesia yang akan berpartisipasi di Kejuaraan Dunia 2025 di Forde, Norwegia, 2-10 Oktober. Indonesia mengirim masing-masing lima lifter putra dan putri ke ajang level dunia pertama yang melombakan kategori berat badan baru.

Per 1 Juni 2025, IWF (Federasi Angkat Besi Internasional) menerapkan kelas baru yang terdiri dari 60 kilogram, 65 kg, 71 kg, 79 kg, 88 kg, 98 kg, 110 kg, dan +110 kg pada sektor putra. Adapun sektor putri terdiri dari 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, 69 kg, 77 kg, 86 kg, dan +86 kg.

Perlombaan angkat besi dikategorikan berdasarkan berat badan atlet. Tujuannya agar memastikan persaingan yang adil di antara para lifter.

Rizki dan Rahmat akan turun di kelas 79 putra. Kategori berat badan ini paling memungkinkan bagi mereka yang sebelumnya tampil di kelas 73 kg dan sesekali 81 kg.

Lifter putra Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah (kiri) dan Rizki Juniansyah melakukan perkenalan sebelum tampil pada seleksi nasional angkat besi untuk SEA Games Thailand 2025 di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Sebulan lalu, tepatnya pada 20 Agustus 2025, Rizki dan Rahmat sudah ”berduel” di seleksi nasional untuk menjadi lifter terbaik yang berhak tampil di kelas 79 kg tersebut. Rizki berhasil memenangi pertarungan untuk mewakili Indonesia di SEA Games Thailand 2025 itu. Rahmat harus puas tampil di kelas yang lebih berat, 88 kg.

Meski di ajang multicabang Rizki dan Rahmat dipisah, mereka bisa tampil di kelas yang sama pada ajang tunggal seperti Kejuaraan Dunia. Alhasil, Rizki dan Rahmat sama-sama menempati kelas 79 kg.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia Djoko Pramono, Jumat (26/9/2025), mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan jika ada atlet bertarung di kelas yang sama di Kejuaraan Dunia. Selain Rizki dan Rahmat, lifter veteran Eko Yuli Irawan juga akan bertarung di kelas yang sama dengan yuniornya, Leonardo Geovani, di kelas 65 kg.

Djoko mempersilakan mereka saling unjuk kemampuan, apalagi di ajang internasional perdana yang mereka ikuti setelah penerapan kelas baru. Kalau perlu, kata Djoko, setiap atlet mengeluarkan kemampuan terbaik sesuai keunggulan masing-masing.

Lifter putra Indonesia, Rizki Juniansyah, melakukan percobaan kedua angkatan clean and jerk pada seleksi nasional angkat besi untuk SEA Games Thailand 2025 di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Quote

Saya tetap berangkat ke Kejuaraan Dunia. Tapi, soal tampil tidaknya akan tetap lihat kondisi nanti.

Rizki, misalnya, harus bisa merajai di total angkatan karena kemampuannya di jenis angkatan snatch dan clean and jerk cenderung seimbang. Rizki merupakan pemegang rekor dunia total angkatan 365 kg di kelas 73 kg. Dia mengukirnya di Piala Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand.

Sementara itu, Rahmat bisa menunjukkan kemampuan terbaik di clean and jerk. Rahmat memegang rekor dunia clean and jerk 209 kg di kelas 81 kg dan 190 kg di kelas 73 kg.

Rizki mengatakan, duel tak akan terjadi secara langsung karena mereka turun di grup berbeda. Lifter asal Serang, Banten, ini berada di Grup A, sedangkan Rahmat berada di Grup B. Setiap lifter akan tampil sesuai grup masing-masing. Setelah semua lifter tampil, hasil angkatan keseluruhan akan dilihat untuk menentukan peraih medali.

Berdasarkan jadwal, lifter yang berada di Grup B akan tampil lebih dulu pada Senin (6/10/2025) pukul 12.00 WIB. Adapun lifter Grup A tampil pada hari yang sama pukul 14.30 WIB.

Lifter putra Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, melakukan percobaan pertama angkatan snatch pada seleksi nasional angkat besi untuk SEA Games Thailand 2025 di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Sementara itu, Rahmat mengatakan, duel belum tentu terjadi bukan hanya karena mereka berada di grup berbeda, tetapi juga karena kondisinya yang belum fit sepenuhnya. Rahmat mengalami cedera bahu kanan saat seleksi nasional untuk SEA Games bulan lalu dan masih dalam proses pemulihan.

”Saya tetap berangkat ke Kejuaraan Dunia. Tapi, soal tampil tidaknya akan tetap lihat kondisi nanti,” ujar Rahmat.

Setahun lalu di Phuket, Thailand, Rizki dan Rahmat menciptakan duel paling dramatis di panggung angkat besi. Duel, yang disebut banyak orang sebagai momen paling membuat patah hati di dunia angkat besi, terpaksa harus terjadi karena Rahmat dan Rizki berada di kelas yang sama, yakni 73 kg. Sementara itu, hanya ada satu tiket kelas 73 kg bagi Indonesia untuk ke Olimpiade Paris 2024.

Padahal, Rahmat dan Rizki adalah dua mutiara angkat besi di kelas 73 kg. Potensi mereka bahkan sudah terlihat sejak jauh-jauh hari. Keduanya juga menjadi dua lifter terkuat dunia di kelas tersebut. Terbukti dari dominasi mereka di puncak daftar peringkat kualifikasi Olimpiade.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase