Kapal Tenggelam, Satu Keluarga asal Spanyol Hilang di Labuan Bajo

Kapal wisata tenggelam di perairan Komodo, destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo. BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk beberapa hari lalu.

27 Des 2025 19:24 WIB · Lingkungan

SAR MAUMERE

Oleh Frans Pati Herin

KUPANG, KOMPAS — Kecelakaan kapal wisata kembali terjadi di destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Satu keluarga terdiri atas empat orang, asal Spanyol, hilang. Cuaca buruk menghambat pencarian korban.

Para korban hilang tersebut terdiri dari ayah bernama Martin Carreras Fernando bersama tiga anaknya, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier. Sang ibu, Ortuno Andrea, dan satu anak lainnya, Mar Martinez Ortuno, selamat.

Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, dalam keterangan tertulis melaporkan, keluarga itu menumpangi kapal wisata KM Putri Sakinah menjelajah perairan Komodo. Kapal tenggelam saat dalam perjalanan dari Pulau Komodo ke Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) malam.

Setelah 30 menit berlayar dari Komodo, kapal mengalami mati mesin pada pukul 20.30 Wita. Kapal terombang-ambing oleh kondisi cuaca buruk sehingga kapal tersebut pun tenggelam. Awak kapal dan penumpang berusaha mencari selamat.

Operasi pencarian kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di Pulau Padar, destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Sabtu (27/12/2025). Empat wisatawan asal Spanyol hilang.

Selain satu keluarga yang berjumlah enam orang itu, ada pula satu pemandu wisata dan empat awak kapal. Total ada 11 orang yang ikut dalam pelayaran tersebut. Keluarga asal Spanyol menyewa kapal untuk liburan beberapa hari di perairan Komodo dan sekitarnya.

Setelah mendapat laporan kapal tenggelam, lanjut Fathur, tim langsung bergerak menuju lokasi dan menyelamatkan tujuh orang dimaksud. Korban selamat kemudian dibawa ke Labuan Bajo untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Pada Sabtu, pencarian dilanjutkan. Tim menggunakan kapal RIB Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, RIB Lanal Maumere, dan RIB Ditpolair Polda NTT. Penyisiran di sekitar lokasi kejadian di sebelah utara Pulau Padar dilakukan sejak pagi hingga pukul 18.00 Wita.

Tim SAR gabungan mulai menemukan badan dan serpihan badan kapal KM Putri Sakinah. Ada juga tabung gas, badan kamar nakhoda, serta berbagai barang lain. Penemuan itu dalam radius 5 mil laut dari lokasi kejadian tenggelamnya kapal.

Operasi pencarian kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di Pulau Padar, destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Sabtu (27/12/2025).

Sepanjang pencarian pada hari kedua, tim mengalami hambatan berupa gelombang dengan ketinggian hingga 1,5 meter disertai arus yang sangat kencang. Selain itu, hujan lebat mengurangi jarak pandang. Pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya.

Peringatan cuaca buruk 

Sejak pekan lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk mulai 22 hingga 28 Desember. Perairan Komodo dan destinasi Labuan Bajo termasuk dalam daerah yang terdampak cuaca buruk.

Pada Kamis (25/12/2025), secara spesifik, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang telah mengeluarkan peringatan akan terjadi gelombang tinggi mulai 26 hingga 29 Desember. Disebutkan, tinggi gelombang di Selat Sape, dekat perairan Komodo, bisa mencapai 2,5 meter. Kecepatan angin mencapai 25 knot atau 46,3 kilometer per jam.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenot’ek pada Selasa (23/12/2025) melaporkan sedang terjadi sirkulasi siklonik di antara utara Australia dan selatan NTT. Pusaran angin membawa uap air untuk dibentuk menjadi awan. Dinamika atmosfer itu berpotensi menjadi bibit siklon tropis.

Peta peringatan dini cuaca di Nusa Tenggara Timur yang dirilis BMKG pada Selasa (23/12/2025).

Akibatnya, terbentuk belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT. ”Kondisi ini mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat,” ucap Sti.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo Stephanus Rudiyanto mengatakan, kondisi kapal dipastikan laik laut. Namun, dalam perjalanan terjadi anomali cuaca di laut yang tidak terprediksi oleh prakiraan cuaca. Pada saat penetapan surat perintah berlayar, prediksi tinggi gelombang oleh BMKG kurang dari 0,5 meter.

”(Anomali cuaca) Berupa gelombang tinggi atau swell yang berlangsung dalam periode singkat. Saya sendiri turun evakuasi malam itu dan sempat terkena swell 2 meter lebih selama kurang dari 3 menit. Sehabis itu cuaca landai lagi,” katanya.

Selama masa libur Natal dan Tahun Baru, Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi yang ramai didatangi. Wisatawan akan bepergian ke Pulau Rinca, Pulau Padar, Pantai Pink, dan Pulau Komodo. Perjalanan menggunakan kapal.

Wisatawan menikmati panorama alam dari puncak Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Jumat (24/6/2022). Pulau Padar berada dalam wilayah Tanam Nasional Komodo.

Destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo terkenal dengan keindahan pantai, lekukan perbukitan, dan daya tarik wisatawan bawah air. Ikon utama destinasi itu adalah binatang komodo, reptil purba yang hidup sampai hari ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Frans Pati Herin
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul