Satu Kesempatan Terakhir Timnas Bola Voli Indonesia

Indonesia gagal menembus semifinal AVC Nations Cup 2025. Harapan melebihi pencapaian terbaik di ajang itu hanya tersisa pada laga perebutan peringkat kelima.

22 Jun 2025 13:07 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

MANAMA, MINGGU — Timnas bola voli Indonesia hanya memiliki satu kesempatan tersisa di AVC Nations Cup 2025 untuk finis melebihi pencapaian terbaik dua tahun lalu. Kans melaju ke semifinal sudah hilang seiring kekalahan dari Pakistan, mereka kini fokus pada perebutan peringkat kelima.

Timnas bola voli Indonesia akan memulainya dengan melawan Vietnam pada babak playoff peringkat ke-8 sampai ke-5 di Isa bin Rashed Hall, Manama, Bahrain, Minggu (22/6/2026) pukul 23.00 WIB. Jika menang, Dio Zulfikri dan kawan-kawan bakal tampil lagi keesokan harinya melawan pemenang antara Taiwan dan Australia untuk memperebutkan peringkat kelima.

Dua pertandingan ini adalah satu-satunya kesempatan yang tersisa bagi Indonesia untuk bisa finis melebihi pencapaian terbaik di ajang tersebut. Dalam dua kali keikutsertaan di AVC (Konfederasi Bola Voli Asia) Nations Cup, nama baru untuk turnamen AVC Challenge Cup, langkah terjauh Indonesia adalah lolos ke perempat final dan finis sebagai peringkat keenam dari 15 peserta.

Indonesia meraih pencapaian itu pada turnamen edisi 2023. Setelah kalah 2-3 dari Thailand pada perempat final, timnas menghadapi Australia pada laga perebutan peringkat kelima. Namun, Indonesia kalah dengan skor 1-3.

Pada 2024, Indonesia diperkuat para pemain muda dengan rata-rata usia 17,21 tahun. Mereka hanya bisa finis di peringkat ke-11 dari total 12 peserta.

Para pemain Indonesia merayakan kemenangan atas Thailand pada laga Pul A AVC Nations Cup 2025 di di Isa Bin Rashed Hall, Manam, Bahrain, Rabu (18/6/2025) tengah malam WIB. Indonesia menang 3-2 (22-25, 22-25, 25-19,25-23,15-8) yang memastikan tiket ke babak perempat final AVC Nations Cup 2025.

Sebenarnya, di AVC Nations 2025, Indonesia berpeluang mencatatkan pencapaian terbaik yang baru jika menang pada laga perempat final kontra Pakistan, Sabtu (21/6/2025) malam. Apalagi, Indonesia sempat membuka harapan dengan meraih kemenangan di set pertama.

Agresivitas serangan dari Rivan Nurmulki, Farhan Halim, dan Doni Haryono mampu menyulitkan para pemain Pakistan. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Pakistan bangkit dan mengubah pola permainan mereka.

Pakistan, runner-up turnamen edisi 2024, mendominasi tiga set berikutnya melalui blok-blok tinggi yang sulit ditembus. Pakistan bahkan mampu menghasilkan hingga 16 poin hanya dari blok. Indonesia pun kalah skor 1-3 (25-20, 21-25, 20-25, 17-25).

Di sisi lain, lini pertahanan Indonesia kewalahan bahkan sejak servis Pakistan yang selalu akurat. Selain menyulitkan Indonesia membangun serangan, servis akurat juga seringkali langsung menghasilkan poin bagi Pakistan. Terhitung mereka mencuri enam poin dari servis.

Outside hitter timnas bola voli Indonesia, Boy Arnes Arabi, melepaskan pukulan ke arah pemain Pakistan dalam laga perempat final AVC Nations Cup 2025 di Isa Bin Rashed Hall, Manama, Bahrain, Sabtu (21/6/2025).

Pada set keempat, misalnya, Indonesia langsung tertinggal sejak awal dengan jarak cukup jauh 4-7. Namun, pertahanan kuat dari Pakistan membuat serangan Indonesia kembali buntu. Alhasil, meski sempat mendekat hingga selisih dua angka, Indonesia tertinggal lagi hingga akhirnya kalah.

”Kami tidak bisa mengombinasikan serangan karena penerimaan bola pertama kurang bagus. Selain itu, sulit juga bermain dengan bola tinggi karena blok Pakistan sangat kuat,” ujar Erwin Rusni, asisten pelatih timnas Indonesia.

Erwin menambahkan, setelah set pertama, Pakistan langsung menekan dari servis. Hal itu menyebabkan distribusi bola ke toser tidak maksimal sehingga pola serangan Indonesia menjadi mudah ditebak.

”Feeling blok anak-anak juga hilang. Bola pertama tidak sampai ke toser di depan net, serangan jadi monoton dan akhirnya sering kena blok,” tuturnya lagi.

AVC Nations Cup 2025 adalah turnamen bola voli internasional tahunan yang diselenggarakan oleh AVC. Oleh karena Liga Bola Voli Nasional (VNL) merestrukturisasi formatnya dan menghapus Challenger Cup sebagai kualifikasi langsung ke turnamen, AVC Nations Cup menjadi ajang bagi negara-negara yang saat ini tidak berpartisipasi dalam VNL untuk mengumpulkan poin peringkat dunia.

Poin peringkat dunia ini berguna untuk modal mengejar tiket ke VNL yang merupakan kompetisi bola voli bergengsi di dunia. Selain itu, juara turnamen ini akan lolos ke Kejuaraan Asia 2026.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .