Israel Pastikan Petinggi Hizbullah, Hashem Safieddine, Tewas

Calon pemimpin Hizbullah, Hashem Safieddine, tewas dalam serangan udara Israel tiga minggu lalu di daerah Dahiyeh, Lebanon.

23 Okt 2024 09:54 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia - [email protected]

BEIRUT, RABU — Hashem Safieddine, yang disebut-sebut sebagai calon pengganti pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, tewas dalam serangan udara Israel tiga minggu lalu di daerah Dahiyeh, selatan Beirut, Lebanon. Militer Israel mengonfirmasi kabar tewasnya Safieddine, Selasa (22/10/2024) malam waktu setempat atau Rabu (23/10/2024) dini hari WIB.

Selain Safieddine, Kepala Direktorat Intelijen Hizbullah Ali Hussein Hazima dan seorang komandan Hizbullah juga tewas di lokasi yang sama. Belum ada tanggapan dari Hizbullah tentang klaim Israel ini. Namun, seorang kerabat Nasrallah mengakui Safieddine tidak dapat dihubungi sejak serangan Israel itu.

”Kami sudah membunuh Nasrallah, penggantinya, dan sebagian besar pimpinan senior Hizbullah. Kami akan membunuh siapa pun yang mengancam keamanan warga sipil Israel,” kata Kepala Staf Militer Israel Herzi Halevi.

Dugaan tewasnya Safieddine telah disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 8 Oktober 2024. Namun, waktu itu belum ada informasi rinci.

Netanyahu hanya mengatakan, pasukan Israel telah ”membunuh ribuan teroris, termasuk Nasrallah dan pengganti Nasrallah dan pengganti penggantinya”. Lebih dari 25 anggota Hizbullah berada di markas yang diserang Israel di Dahiyeh, termasuk Bilal Saib Aish yang bertanggung jawab mengumpulkan intelijen udara.

Seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah kepada kantor berita AFP mengatakan, Safieddine yang memiliki hubungan baik dengan Iran adalah kandidat paling berpotensi memimpin Hizbullah. Berjenggot abu-abu dan berkacamata, Safieddine sangat mirip dengan Nasrallah, tetapi beberapa tahun lebih muda darinya.

Safieddine kira-kira berusia akhir 50 tahun atau awal 60 tahun. Dia diangkat menjadi anggota Dewan Jihad, badan yang bertanggung jawab atas operasi militer Hizbullah. Dia juga menjadi anggota dewan eksekutif yang mengawasi urusan keuangan dan administratif Hizbullah.

Selama satu tahun terakhir, Safieddine menjadi juru bicara Hizbullah. Dialah yang menyampaikan pidato di pemakaman dan acara-acara lain yang tidak dapat dihadiri Nasrallah karena alasan keamanan.

Safieddine memiliki hubungan kuat dengan Iran setelah belajar agama di kota suci Qam, Iran. Putra Safieddine menikahi putri dari Komandan Pasukan Operasi Luar Negeri Garda Revolusi Iran Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan Amerika Serikat tahun 2020 di Irak.

Safieddine menyandang gelar Sayyed dan sorban hitam menandainya sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. AS dan Arab Saudi memasukkan dia ke dalam daftar ”teroris” pada tahun 2017.

Tidak seperti Nasrallah yang hidup dalam persembunyian selama bertahun-tahun, Safieddine justru sering muncul di acara-acara politik dan keagamaan. Dia sering melontarkan retorika yang berapi-api di pemakaman para pejuang Hizbullah yang tewas.

A rocket fired by an Israeli war plane approaches a building in Beirut's southern suburb of Shayah on October 22, 2024, amid the ongoing war between Israel and Hezbollah. (Photo by AFP)

Amal Saad, peneliti Lebanon tentang Hizbullah di Universitas Cardiff, mengatakan, selama bertahun-tahun orang-orang meyakini Safieddine akan menjadi ”calon penerus” Nasrallah. Nicholas Blanford, pakar Hizbullah di Beirut dan peneliti senior di Atlantic Council, juga mengatakan, Safieddine telah ”disebut-sebut sebagai calon penerus Nasrallah selama bertahun-tahun”.

”Dia memiliki kualifikasi yang tepat. Dia seorang tokoh agama, berasal dari Lebanon selatan tempat mayoritas pemimpin Hizbullah berasal, dan juga memimpin dewan eksekutif Hizbullah yang kuat,” kata Blanford.

Pemimpin Hizbullah dipilih oleh Dewan Syura yang beranggotakan tujuh orang. Hizbullah dibentuk atas inisiatif Garda Revolusi Iran dan memperoleh julukan ”Perlawanan” dengan memerangi pasukan Israel yang menduduki Lebanon selatan dari tahun 1982 hingga 2000.

Gerakan ini didirikan selama perang saudara Lebanon setelah Israel mengepung Beirut pada 1982. Setelah perang saudara Lebanon berakhir pada 1990, Hizbullah adalah satu-satunya faksi yang diizinkan untuk menyimpan senjatanya, atas nama ”perlawanan” terhadap pendudukan Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan.

Pada Juli 2024, dalam pidato di pinggiran selatan Beirut, Safieddine menyinggung bagaimana Hizbullah memandang suksesi kepemimpinan. ”Dalam perlawanan kami, ketika seorang pemimpin menjadi martir, yang lain mengangkat bendera dan melanjutkan dengan tekad baru yang kuat dan pasti,” ujarnya.

Relatives and supporters of Israelis held hostage in Gaza since the October 7 attacks by Palestinian militants, lift placards calling on the US to intervene for their release, during a demonstration in the Israeli coastal city of Tel Aviv as the US Secretary of State visits on October 22, 2024, amid the ongoing conflict between Israel and Hamas. US Secretary of State Antony Blinken urged Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu on October 22  to seize on the killing of Hamas's leader to work towards a ceasefire in Gaza, also calling for more aid to reach the war-battered territory. (Photo by Jack GUEZ / AFP)

Gencatan senjata

Konfirmasi Israel atas kematian Safieddine muncul saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sedang berkunjung ke Israel. Blinken mendesak Netanyahu untuk memanfaatkan pembunuhan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, dengan mengamankan pembebasan sandera Israel dan mengakhiri perang di Gaza.

Setelah berulang kali gagal untuk menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Blinken mengadakan perjalanan ke-11 ke Timur Tengah sejak perang Gaza meletus. Mungkin ini akan menjadi lawatan terakhir sebelum pemilihan presiden AS yang dapat mengubah kebijakan AS.

Dari sisi pandang AS, kematian Sinwar memberikan peluang baru untuk perdamaian. Netanyahu pernah mengatakan kematian Sinwar mungkin memiliki efek positif pada pemulangan para sandera dan pencapaian semua tujuan perang.

Namun, dia tidak menyebutkan kemungkinan gencatan senjata. Di sisi lain, Hamas menolak membebaskan sandera di Gaza tanpa ada janji Israel untuk menarik pasukan dari Gaza dan mengakhiri perang. Sampai sejauh ini, belum ada perubahan sikap, baik dari Israel maupun Hamas.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengatakan, dalam pertemuan itu, Blinken menekankan perlunya Israel berbuat lebih banyak untuk meningkatkan aliran bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kantor Netanyahu menyebut pertemuan Netanyahu dan Blinken berlangsung lebih dari dua jam dalam situasi bersahabat dan produktif.

TOPSHOT - US Secretary of State Antony Blinken (L) meets with Israel's President Isaac Herzog in Tel Aviv on August 19, 2024. Blinken, in Israel to push for a Gaza truce, said on August 19 ongoing negotiations were "maybe the last" chance to reach an agreement to end the war. The top US diplomat said President Joe Biden had sent him "to get this agreement to the line and ultimately over the line". (Photo by Kevin MOHATT / POOL / AFP)

AS, Mesir, dan Qatar telah menjadi perantara pembicaraan selama berbulan-bulan antara Israel dan Hamas. Ketiganya coba mencapai kesepakatan agar Hamas membebaskan puluhan sandera sebagai imbalan atas diakhirinya perang, gencatan senjata yang langgeng, dan pembebasan tahanan Palestina. Namun, baik Israel maupun Hamas saling menuduh telah mengajukan tuntutan baru yang tidak dapat diterima. Lalu, perundingan mandek pada Agustus 2024.

AS telah memperingatkan kemungkinan menangguhkan sebagian bantuan militernya jika Israel tidak segera meningkatkan akses kemanusiaan ke Gaza. Netanyahu membantah klaim Israel sedang melaksanakan rencana kontroversial untuk mengepung Gaza utara untuk membuat rakyat Gaza kelaparan.

Terkait Lebanon, Blinken kembali menyerukan resolusi diplomatik di Lebanon dan kepatuhan terhadap resolusi PBB yang mengakhiri perang terakhir Israel dengan Hizbullah pada 2006. Setelah melawat ke Israel, Blinken ke Arab Saudi, Rabu. Seorang pejabat AS mengatakan, ada perubahan mendadak dari lawatan Blinken. Semula dia akan ke Jordania tetapi batal karena ada masalah jadwal. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan