Satu Mimpi Piala Dunia Indonesia Pupus

Indra Sjafri gagal memenuhi mimpinya membawa tim U-20 Indonesia menembus Piala Dunia U-20. Kelemahan antisipasi bola udara mengandaskan mimpi besar ”Garuda Muda”.

16 Feb 2025 20:53 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

SHENZHEN, MINGGU — Ambisi PSSI untuk meloloskan tiga tim putra ke ajang Piala Dunia tahun ini dipastikan gagal terwujud. Tim U-20 Indonesia dipastikan tidak mampu memenuhi target menembus babak semifinal Piala Asia U-20 2025 sehingga ”Garuda Muda” belum mampu mencatatkan penampilan kedua di Piala Dunia U-20 sejak 1979.

Skuad asuhan Indra Sjafri menderita kekalahan 1-3 dari Uzbekistan pada gim kedua Grup C Piala Asia U-20. Dalam laga di Stadion Pusat Latihan Sepak Bola Pemuda Shenzhen, China, Minggu (16/2/2025) malam WIB, tiga pemain Uzbekistan, Mukhammadali Urinboev (21’), Abdugafur Khaydarov (47’), dan Saidnurullayev Saidurmarkhon (63’), mencetak gol yang mengubur asa Indonesia untuk lolos ke babak perempat final.

Indonesia hanya mencetak gol hiburan melalui sepakan penyerang tengah Jens Raven pada menit ke-23. Itu adalah gol pertama Indonesia di Piala Asia U-20 2025.

Hasil itu membuat Indonesia berada di peringkat ketiga karena menderita dua kekalahan beruntun. Indonesia mencetak sebuah gol dan kemasukan enam gol.

Indonesia hanya lebih baik dari Yaman yang juga duduk di peringkat terakhir Grup C. Serupa Indonesia, Yaman juga menderita dua kekalahan dari Uzbekistan dan Iran. Selisih gol Yaman lebih buruk dari Indonesia karena mencatatkan -7 gol akibat tumbang 0-1 dari Uzbekistan dan dilibas 0-6 oleh Iran.

Indonesia hanya akan menjalani laga tanpa arti menghadapi Yaman, Rabu (19/2) malam. Hasil imbang atau menang akan membantu Indonesia menutup Piala Asia U-20 2025 di peringkat ketiga Grup C.

Pemain sayap Indonesia, Marselinus Ama Ola, menggiring bola di tengah tekel pemain bertahan Uzbekistan pada laga kedua Grup C Piala Asia U-20 2025 di Stadion Pusat Latihan Olahraga Pemuda Shenzhen, China, Minggu (16/2/2025). Indonesia tumbang 1-3.

”Kami sudah berusaha maksimal. Hasil ini amat mengecewakan,” ucap bek sayap kiri dan kapten tim U-20 Indonesia, Dony Tri Pamungkas, kepada tim media AFC seusai laga.

Dengan hasil di Piala Asia U-20 2025, harapan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” berkumandang di ajang resmi FIFA, otoritas sepak bola dunia, hanya tersisa di Piala Asia U-17 2025 dan Piala Dunia 2026. Syaratnya, tim U-17 Indonesia harus mampu menembus babak perempat final Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, April mendatang, untuk tampil di Piala Asia U-17 Qatar 2025.

Adapun tim nasional Indonesia memiliki empat gim krusial di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Patrick Kluivert masih memiliki harapan lolos langsung ke Piala Dunia 2026 jika bisa duduk di peringkat kedua Grup C.

Performa di Piala Asia U-20 2025 membuat Indra mengulang perjalanan timnya di Piala Asia U-20 Myanmar 2014. Bersama Evan Dimas dan kawan-kawan, Indra gagal membawa Garuda Muda lolos dari babak penyisihan. Skuad Garuda Muda pada satu dekade lalu gagal membawa pulang poin dari fase grup.

Indra sempat nyaris membawa Indonesia Ke Piala Dunia U-20 2018 karena bisa menembus perempat final Piala Asia U-20 Indonesia 2018. Ambisi Indonesia menembus semifinal untuk merebut salah satu tiket wakil Asia ke Piala Dunia U-20 2018 dikandaskan Jepang.

Gagal dibenahi

Indra berusaha memperkuat serangan timnya dengan melakukan tiga pergantian di sektor gelandang. Evandra Florasta dan Marselinus Ama Ola dimainkan sejak sepak mula. Kemudian, Dony Tri Pamungkas lebih berperan menyerang karena posisi bek sayap kiri diisi Fava Sheva.

Striker Indonesia Jens Raven merayakan gol ke gawang Uzbekistan pada laga penyisihan Grup C Piala Asia U-20 di Stadion Pusat Latihan Sepak Bola Pemuda Shenzhen, China, Minggu (16/2/2025) malam WIB.

Di awal laga, serangan Uzbekistan yang mengarah ke kedua sisi sayap menjadi kendala bagi skuad Garuda Muda. Uzbekistan sudah mencetak gol melalui sundulan penyerang sayap, Muhammadali Urinbaev, di menit ke-21.

Saidurmarkhon juga mampu memanfaatkan kelemahan Indoensia dalam bola udara untuk mencetak gol ketiga untuk tim berjuluk ”Serigala Putih”. Pemain asal Pakhtakor itu tidak mendapat gangguan berarti sebelum menyambut umpan silang sepak pojok Urinbaev.

Proses dua gol Uzbekistan itu menunjukkan masalah pertahanan Indonesia yang gagal dibenahi Indra dan staf pelatihnya. Kuartet bek Indonesia, yaitu Alfharezzi Buffon, Kadek Arel, Iqbal Gwijangge, dan Sheva, gagal memenangkan duel udara dengan Urinbaev.

Pada gim pertama melawan Iran, Indonesia kemasukan tiga gol yang diawali dari skema umpan silang dari sisi lapangan. Pemain belakang Garuda Muda berada di posisi yang buruk serta keliru memutuskan momentum untuk duel udara sehingga gagal mengantisipasi gol Iran.

Seakan tahu kelemahan Indonesia, Uzbekistan terus dominan melepaskan umpan silang selama 90 menit. Indonesia beruntung tidak kemasukan lebih banyak gol dari Uzbekistan. Sebab, akurasi tembakan Uzbekistan amat buruk. Skuad Serigala Putih hanya hasilkan tiga tembakan tepat sasaran.

Bek sayap kanan Indonesia, Alfharezzi Buffon, berusaha menjaga bola dari rebutan gelandang serang Uzbekistan, Mukhammadali Urinboev, pada laga kedua Grup C Piala Asia U-20 2025 di Stadion Pusat Latihan Olahraga Pemuda Shenzhen, China, Minggu (16/2/2025). Indonesia tumbang 1-3.

Uzbekistan membuka babak kedua dengan baik berkat gol gelandang serang, Abdugafur Khaydarov, pada menit ke-47. Ia tanpa kawalan berarti sebelum melepaskan tembakan berkat operan backheel rekannya, Daler Tukhsanov, mengecoh dua bek Indonesia, Kadek dan Buffon.

”Kami bersyukur bisa memenuhi target untuk menang di dua laga awal untuk lolos ke babak selanjutnya. Kami akan berusaha untuk menjaga hasil positif di gim selanjutnya (melawan Iran),” kata Khaydarov kepada AFC.

Sementara itu, Indonesia sempat memberikan respons kilat melalui gol Raven. Akselerasi Evandra membuka pertahanan Uzbekistan, kemudian Ama Ola memberikan umpan terobosoan akurat untuk Raven. Itu adalah tembakan tepat sasaran perdana Raven di China.

Pergantian ganda Garuda Muda dengan memasukkan dua pemain sayap segar, yakni Arlyansyah Abdulmanan dan Mufli Hidayat, mampu menghidupkan serangan Indonesia dari kedua sisi sayap. Evandra sempat hasilkan tembakan yang membuat kiper Uzbekistan, Mukhamadyusuf Sobirov, melakukan satu-satunya penyelamatan di babak kedua pada menit ke-57.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra