Skenario dini juara Liverpool hingga pekan ke-33 Premier League belum terwujud. Di pekan ke-34, satu poin tambahan akan mengunci gelar juara The Reds musim ini.
26 Apr 2025 05:55 WIB · Riset
Kemenangan 1-0 melawan Leicester City pada pekan ke-33 Liga Inggris, 20 April 2025, semestinya sudah bisa membuat Liverpool berpesta juara seandainya Arsenal kalah. Sayang, ”The Gunners” meraih tiga poin beberapa jam sebelum Liverpool bertanding melawan Leicester City.
Arsenal, tim London Utara ini, sebagai satu-satunya tim yang mungkin mengejar poin Liverpool, menghajar Ipswich Town dengan skor 4-0. Alhasil, baik ”The Reds” maupun tim ”Meriam London” sama-sama meraih tiga poin.
Saat ini jarak keduanya masih mungkin berbalik meskipun berat. Liverpool mengantongi 79 poin, Arsenal mengekor dengan 66 poin. Artinya, ada selisih 13 poin dengan menyisakan lima pertandingan hingga akhir musim.
Akan tetapi, bak roller coaster, Arsenal yang membara kembali melempem. The Gunners memulai pekan ke-34 terlebih dahulu. Kamis (24/4/2025), Arsenal menjamu Crystal Palace. Hasilnya tak maksimal. Arsenal hanya meraup satu poin dari hasil imbang 2-2.
Dengan hasil tersebut, momentum mengunci juara lebih cepat kembali berpihak kepada Liverpool. Saat itu akan dibuktikan pada Minggu (27/4/2025) malam tatkala The Reds bersua dengan Tottenham Hotspur di Anfield, kandang Liverpool.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/01/86caab72-0298-497f-8a12-0353c8615070_jpg.jpg)
Liverpool hanya perlu mendapatkan satu poin alias bermain imbang melawan Spurs untuk memastikan gelar juara. Jika imbang, poin Liverpool menjadi 80. Artinya, dalam empat laga tersisa, jika menang terus, Arsenal hanya akan meraih poin maksimal 78. Angka tersebut tidak akan mungkin mengejar poin Liverpool sekalipun The Reds selalu kalah hingga akhir musim.
Di atas kertas, target mencuri poin dari Tottenham bisa jadi bukan masalah besar. Bagaimana tidak, Spurs musim ini tampil angin-anginan yang membuat mereka berada di peringkat ke-16, mepet di zona degradasi.
Hingga pekan ke-33, Tottenham baru mengumpulkan 37 poin saja, tidak ada separuh dari poin yang telah didapatkan oleh Liverpool. Lebih lagi, dalam lima pertandingan, Spurs hanya menang sekali. Sisanya, selalu kalah.
Bak langit dan bumi, Liverpool hanya sekali kalah dalam lima pertandingan terakhir. Empat lainnya selalu menang. Dengan begitu, jangankan meraih hasil imbang, mengalahkan Tottenham bukan hal yang rumit saat ini bagi Liverpool.
Lebih lagi, catatan lima pertandingan di antara kedua tim pun lebih berpihak kepada The Reds. Terakhir pada Februari 2025 Liverpool melumat Tottenham dengan skor 4-0 di ajang Carabao Cup. Padahal, sebulan sebelumnya, Tottenham menang 1-0 atas Liverpool.
Menariknya, pertandingan antara Liverpool dan Tottenham di Liga Inggris kerap diwarnai skor dengan jumlah fantastis. Di musim ini, misalnya, pada Desember 2024, Liverpool menekuk Tottenham dengan skor 6-3. Sebelumnya pada tahun yang sama, Liverpool menggulung Tottenham dengan skor 4-2.
Sementara itu, kemenangan terakhir Tottenham atas Liverpool di Liga Inggris terjadi pada September 2023. Kala itu skor akhir 2-1 untuk Spurs. Kembali, jika bicara hitung-hitungan di atas kertas, kemenangan atas Tottenham bukan perkara sulit bagi Liverpool, apalagi dengan suntikan semangat mengunci gelar musim ini.
Meskipun begitu, Liverpool harus melakoni pertandingan dengan waspada. Posisi Tottenham yang begitu dekat dengan zona degradasi mungkin saja memantik semangat besar tim London ini. Ini penting demi menjaga pamor mereka sebagai tim yang harus disegani di Liga Inggris.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/24/7ad6cce8-cca7-48e0-8a23-062adee7357e_png.png)
Jika gelar juara berhasil direngkuh Liverpool musim ini, gelar tersebut akan menjadi yang ke-20. Namun, perlu dicatat, 18 gelar juara Liverpool terjadi pada era lama, yakni First Division. Semuanya diraih Liverpool sebelum tahun 1992 ketika format baru bertajuk Premier League.
Meskipun begitu, dominasi Liverpool memang terasa kuat di era itu. Dari tahun 1979 hingga 1990, Liverpool tujuh kali juara. Sayangnya, memasuki era Premier League tampak muncul kutukan bagi Liverpool. Puasa gelar harus terjadi selama 30 tahun.
Baru pada musim 2019-2020 ketika dikomandoi oleh Juergen Klopp, Liverpool meraih gelar pertama Premier League-nya. Lima tahun berselang, Liverpool kembali berada di jalur juara Liga Inggris.
Momentum musim ini sekaligus menjadikan The Reds sebagai tim yang memutus dominasi juara Liga Inggris empat musim terakhir berturut-turut. Pelatih Arne Slot tentu makin mendapat angin segar.
Dialah sosok yang ditunggu-tunggu untuk mengembalikan Liverpool ke era juara. Slot akan masuk dalam daftar pelatih legendaris Liverpool, seperti Joe Fagan, Bob Paisley, dan Klopp, yang membawa The Reds merajai tanah Inggris.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/f0c6125a-1976-42ec-98e1-3041b99122c4_jpg.jpg)
Selain momentum Liverpool, pekan ke-34 juga akan menjadi pekan krusial bagi sejumlah tim. Chelsea, Newcastle United, hingga Nottingham Forest masih akan sikut-sikutan untuk meraih posisi di zona Liga Champions.
Sementara sang petahana, Manchester City, berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Namun, posisi mereka tidak aman sebab hanya berselisih tidak lebih dari tiga poin dengan Nottingham Forest dan Newcastle. Padahal, pekan ke-34 sudah dimainkan ”The Citizens” terlebih dulu tengah pekan kemarin.
Artinya, jika Nottingham Forest menang melawan Brentford, begitu pula Newcastle menaklukkan Ipswich Town, City akan merosot lagi ke peringkat kelima klasemen. Posisi kelima saat ini masih aman untuk Liga Champions.
Perlu dicatat, Liga Spanyol dan Liga Inggris akan mengirimkan lima wakilnya di Liga Champions musim depan. Klub lain yang bersiap menyodok ke lima besar adalah Chelsea dan Aston Villa. Dengan poin yang masih begitu ketat, meski Liverpool mungkin dipastikan juara, Liga Inggris tampak akan tetap panas hingga pekan ke-38. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Vincentius GitiyarkoEditor:
Andreas Yoga PrasetyoInfografik:
Dicky IndratnoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar