SOROTAN MANCA

Rivalitas Dua Raksasa Teluk di Afrika

Bermula dari Yaman, perseteruan UEA dan Arab Saudi kini merembet melintasi Laut Merah ke kawasan yang dipenuhi konflik.

22 Feb 2026 15:30 WIB · Internasional

AP

Oleh Irene Sarwindaningrum, Helena Fransisca Nababan

Dulu mitra dekat, Arab Saudi sekarang terlihat berusaha ”mengucilkan” Uni Emirat Arab. Lewat serangkaian manuver, Riyadh terlihat ingin membatasi ruang gerak Abu Dhabi di koridor Laut Merah, Tanduk Afrika, hingga Sahel.

Perebutan pengaruh Arab Saudi dan UEA membayangi KTT Uni Afrika di Addis Ababa, Etiopia, 14-15 Februari 2026. Kantor berita Reuters, Sabtu (14/2/2026), melaporkan, sembilan diplomat mengatakan, para pemimpin sangat berhati-hati agar tak terseret dalam rivalitas ini.

Bermula dari Yaman, perseteruan UEA dan Arab Saudi kini merembet melintasi Laut Merah ke kawasan yang dipenuhi konflik. Jejak seteru itu terlihat dalam perang di Somalia dan Sudan, ketegangan Etiopia-Eritrea, hingga Libya.

Konfrontasi ini tak pernah terbuka. Arab Saudi terlihat lebih sering mengandalkan langkah taktis melalui sekutunya. Riyadh juga merapat ke mitra-mitra regional tanpa menempatkan Abu Dhabi dalam lingkar koordinasi.

A photograph shows damaged military vehicles, reportedly sent by the United Arab Emirates to support Southern Transitional Council (STC) separatist forces, following an air strike carried out by the Saudi-led coalition in the port of Mukalla, southern Yemen, on December 30, 2025. Saudi Arabia on December 30 called the UAE's support for the separatist offensive in Yemen a threat to the kingdom and regional security, hours after a Riyadh-led coalition launched strikes against the Emirati-backed forces. (Photo by AFP)

Puncak keretakan Saudi dan UEA terlihat saat jet tempur Arab Saudi membombardir Pelabuhan Mukalla di Yaman pada 30 Desember 2025. Serangan itu terjadi menyusul tuduhan bahwa pelabuhan itu digunakan untuk menerima pengiriman senjata dari UEA untuk kelompok Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC).

Serangan itu menyasar kendaraan tempur dan senjata yang baru tiba dari Fujairah, UEA. Semua kendaraan itu, menurut pernyataan yang disiarkan kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), baru tiba kala dibom Arab Saudi.

”Mengingat senjata-senjata tersebut merupakan ancaman yang segera dan eskalasi yang membahayakan perdamaian serta stabilitas, Angkatan Udara Koalisi melaksanakan serangan udara terbatas,” demikian pernyataan militer Saudi.

(FILES) Yemenis members of the Sabahiha tribes of Lahj, who live along the strip between the south and north of the country, gather during a rally to show their support for the UAE-backed Southern Transitional Council (STC), which wants to revive an independent South Yemen, as they wave the old South Yemen flag in Khormaksar Square, in the coastal port city of Aden, the temporary capital of the Republic of Yemen on December 14, 2025. Saudi Arabia warned on December 27, 2025 it would back Yemen's government in any military confrontation with separatist forces and urged them to withdraw "peacefully" from recently-seized provinces. In recent weeks, separatists backed by the United Arab Emirates and seeking to revive the formerly independent state of South Yemen have made territorial gains. (Photo by Saleh Al-OBEIDI / AFP)

Operasi STC di wilayah Hadramout dan Al Mahra, perbatasan dengan Saudi, memicu reaksi keras Riyadh. Arab Saudi menilai bagian selatan Yaman itu sebagai isu keamanan nasional. Kawasan ini disebut sebagai garis merah yang tak boleh dilanggar.

Pemerintah UEA membantah terlibat dalam kegiatan STC. UEA menyatakan tidak ada senjata dalam kapal. Sementara mobil-mobil yang dikirim ke Mukalla dinyatakan untuk tentara UEA di Yaman.

Selanjutnya, Arab Saudi mendukung Pemerintah Yaman yang meminta UEA menarik mundur pasukannya dari Yaman. Tak lama, UEA menarik pasukannya. Akan tetapi, Abu Dhabi menyatakan, penarikan itu atas kebijakan sendiri.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA pada 30 Desember 2025, Abu Dhabi menyebut penghentian misi personel yang tersisa di Yaman dilakukan secara sukarela sesuai kebijakan UEA. Langkah itu menandai berakhirnya hubungan UEA dengan Yaman. Sementara STC harus berhadapan dengan Arab Saudi.

(FILES) Yemenis members of the Sabahiha tribes of Lahj, who live along the strip between the south and north of the country and who support the UAE-backed Southern Transitional Council (STC), hold an image of the STC leader Aidaros Alzubidi as they wave the old South Yemen flag, during a rally in  Khormaksar Square, in the coastal port city of Aden, the temporary capital of the Republic of Yemen on December 14, 2025. More than 15 Saudi air strikes hit the home province of Yemen's separatist leader Aidaros Alzubidi on January 7, 2026 after he did not appear in Riyadh for peace talks, a Yemeni local official said. (Photo by Saleh Al-OBEIDI / AFP)
Asap dan kobaran api membumbung ke angkasa dari fasilitas minyak Aramco Saudi di Jeddah, kota di tepi Laut Merah, Arab Saudi, Jumat (25/3/2022), Sehari kemudian Houthi secara unilateral mengumumkan gencatan senjata tiga hari. TOPSHOT - Smoke and flames rise from a Saudi Aramco oil facility in Saudi Arabia's Red Sea coastal city of Jeddah, on March 25, 2022, following a reported Yemeni rebels attack. - Yemeni rebels said they attacked a Saudi Aramco oil facility in Jeddah as part of a wave of drone and missile assaults today as a huge cloud of smoke was seen near the Formula One venue in the city. (Photo by AFP)

Kucuran besar

Saudi terus berupaya mengambil alih kendali di Yaman. Caranya dengan kombinasi uang, insentif politik, dan penataan ulang struktur. Menurut laporan Reuters, Rabu (5/2/2026), Riyadh menganggarkan hampir 3 miliar dolar AS untuk membayar gaji pasukan dan aparatur di Yaman. Anggaran ini termasuk sekitar 1 miliar dolar AS bagi pejuang selatan yang sebelumnya dibayar Abu Dhabi.

Menteri Informasi Yaman Muammar Eryani mengatakan, Arab Saudi telah bekerja sama dengan mereka dan menyatakan siap membayar seluruh gaji secara penuh, tanpa merinci total angkanya. ”Arab Saudi telah bekerja sama dengan kami dan menyatakan kesiapan untuk membayar seluruh gaji secara penuh,” katanya.

Sementara Abu Dhabi dinyatakan telah mendedikasikan sumber daya signifikan selama lebih dari satu dekade untuk perbaikan keamanan dan kemanusiaan di Yaman. Setelah penarikan pasukan pada tahun sebelumnya, UEA menegaskan tidak lagi terlibat dalam urusan Yaman.

Di Somalia, Mogadishu memutus seluruh hubungan dengan Abu Dhabi. Somalia menuding UEA memengaruhi pengakuan Israel atas upaya kemerdekaan Somaliland.

Somalia tidak terang-terangan masuk kubu Riyadh. Namun, setelah putus dengan UEA, Somalia meneken kesepakatan pertahanan dengan Qatar.

Tak lama kemudian, Somalia juga menjalin kerja sama militer dengan Arab Saudi. Pada saat yang sama, Turki, yang makin mesra dengan Riyadh, mengirim jet tempur ke Mogadishu.

This aerial view shows residents waving Somaliland flags as they gather to celebrate Israel’s announcement recognising Somaliland’s statehood in downtown Hargeisa, on December 26, 2025. Somaliland's president on December 26, 2025 welcomed Israel's announcement that it was recognising its statehood and said the decision marked the beginning of a "strategic partnership".Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu's office said earlier that the country formally recognised Somaliland, which declared independence from Somalia in 1991, as an "independent and sovereign state". (Photo by Farhan Aleli / AFP)

Galang konsolidasi

Arab Saudi bermain halus. Para diplomat mengatakan, Riyadh membangun aliansi dengan negara-negara di kawasan. Konsolidasi itu mencakup negara kuat di kawasan, Mesir, Turki, dan Qatar.

Konsolidasi Saudi-Mesir, salah satunya, terlihat dari kunjungan Menlu Saudi Pangeran Faisal bin Farhan ke Kairo pada 5 Januari 2026, seperti dilaporkan Arab News dan Al Jazeera. Seusai pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi, Kepresidenan Mesir menyatakan, Mesir memiliki posisi identik dengan Saudi di Yaman dan Sudan.

Saudi Arabia's Minister for Foreign Affairs Prince Faisal bin Farhan Al-Saud addresses the 79th session of the United Nations General Assembly, Saturday, Sept. 28, 2024. (AP Photo/Pamela Smith)
Infografik Perang Sudara yang Mematikan di Sudan

Dalam isu pemisahan Somaliland dari Somalia, Saudi Gazette melaporkan adanya pernyataan bersama yang menolak pengakuan Israel atas Somaliland. Pernyataan itu juga menegaskan Somaliland bagian dari Somalia.

Dalam daftar penanda tangan yang dilansir media Arab, UEA tidak masuk di dalamnya. Pada jalur resmi, Somalia dan Arab Saudi meneken kesepakatan kerja sama militer. Hal ini mengindikasikan upaya Riyadh memperkuat pijakan di titik strategis koridor Laut Merah.

Seorang diplomat senior Afrika menyebut, Riyadh terbangun karena khawatir bisa kehilangan Laut Merah. Ia menilai selama ini Saudi terlalu lama tidur ketika UEA memperluas pengaruhnya di Tanduk Afrika.

Oromo Liberation Army (OLA) fighters attend an orientation session in western Oromia, Ethiopia, June 2, 2025. (AP Photo)
Para wanita duduk di bawah kotak kardus bermerek Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) saat mereka menunggu untuk didaftarkan oleh pihak berwenang di kompleks Hotel Agda, di kota Semera, wilayah Afar, Ethiopia, pada 14 Februari 2022. Kompleks Hotel Agda di Semera menampung ratusan warga sipil yang melarikan diri dari kekerasan. Sebagian besar orang adalah pengungsi Eritrea yang mengungsi dari kamp Barhale, tetapi pengungsi Etiopia juga ditampung di lokasi tersebut. - Para penyintas melaporkan bahwa "setidaknya lima pengungsi tewas dan beberapa wanita diculik" dalam kekerasan yang dimulai 3 Februari di kamp Bahrale dekat perbatasan dengan Tigray, kata badan pengungsi PBB dalam sebuah pernyataan. *** Local Caption *** Women sit under United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) branbded cardboard boxes as they wait to be registered by the authorities at the compound of the Agda Hotel, in the city of Semera, Afar region, Ethiopia, on February 14, 2022.The Agda Hotel compound in Semera hosts hundreds of civilians fleeing violence. Most of the people are displaced Eritrean refugees from Barhale camp, but also displaced Ethiopians are sheltered in the location. - Survivors reported that "at least five refugees were killed and several women were kidnapped" in violence that began February 3 in the Bahrale camp near the border with Tigray, the UN refugee agency said in a statement. (Photo by EDUARDO SOTERAS / AFP) / AFP PICTURES OF THE YEAR 2022

Tak lama kemudian, Aljazair yang dekat dengan Arab Saudi ikut-ikutan menuduh UEA berupaya mencampuri pemilu di negaranya. ”Mereka mencampuri pemilu kami, pada pemilu pertama dan kemudian pemilu kedua. Mereka mencampuri urusan ini dan itu,” kata Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, dikutip dari Middle East Eyes, Sabtu (7/2/2026).

Tuduhan itu diikuti langkah Aljazair memutus perjanjian udara 2013 dengan UEA. UEA tidak menanggapi tuduhan campur tangan. Namun, Otoritas Penerbangan Sipil Umum Uni Emirat Arab (GCAA) menyatakan, penghentian perjanjian udara belum berdampak pada penerbangan. Layanan tetap berjalan.

Pakar Afrika dari University of Maryland, Michael Woldemariam, mengatakan, Saudi mungkin berupaya membatasi atau memangkas ruang gerak UEA di kawasan. Akan tetapi, upaya itu belum tentu berhasil karena UEA memiliki pengaruh besar melalui militer serta jejaring finansial.

Milisi Houthi mengacungkan senjata mereka dalam sebuah demonstrasi di Ibukota Yaman, Sanaa, memprotes intervensi koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi. Unjuk rasa digelar pada Kamis (27/1/2022). TOPSHOT - Armed Yemeni supporters of the Iran-backed Huthi movement, brandish their weapons as they rally in the capital Sanaa to protest against the Saudi-led coalition's intervention in their country, on January 27, 2022. - The coalition intervened in Yemen in 2015 to prop up the internationally recognised government after the Huthis seized the capital Sanaa months earlier. Hundreds of thousands have been killed and millions displaced in the conflict which the United Nations has labelled the world's worst humanitarian crisis (Photo by MOHAMMED HUWAIS / AFP)

Akar keretakan

Arab Saudi dan UEA awalnya mitra dekat, bahkan pernah menjadi pilar keamanan kawasan. Seiring waktu, kedua raksasa Teluk ini melihat kepentingan mereka berbeda dalam segala hal, mulai dari kuota minyak hingga pengaruh geopolitik.

Abu Dhabi dan Riyadh kerap berkoordinasi dalam sejumlah isu kawasan sejak gelombang Arab Spring. Di Yaman, keduanya berada dalam koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi, yang mulai mengintervensi pada Maret 2015 untuk mendukung Pemerintah Yaman melawan Houthi meskipun gagal.

Pada 2019, UEA mengurangi pasukan di Yaman, tetapi mempertahankan pengaruh melalui STC. Hal itu membuat Riyadh memikul tanggung jawab perang melawan Houthi.

Kemudian, pada September 2020, UEA menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Kesepakatan Abraham yang dimediasi AS. Arab Saudi menolak ikut sampai sekarang.

Merujuk pada laman European Council on Foreign Relation (ECFR) edisi 29 Januari 2026, kekecewaan Arab Saudi pada kebijakan luar negeri UEA semakin meningkat. Hal itu terutama setelah Saudi mendapati UEA memberikan dukungan untuk aktor non-negara dan separatis di Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

UEA memandang dukungan itu sebagai cara melawan ekstremisme dan menjaga kestabilan kawasan. Sementara Saudi memandang hal itu sebagai sumber ketidakstabilan kawasan. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum, Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti