LIGA INGGRIS

Seandainya Liverpool Lebih Cepat Ganti Pelatih Bola Mati

Tiga kali kemenangan beruntun Liverpool di Liga Inggris diinspirasi skema bola mati. Skema yang semula titik lemah perlahan menjadi senjata andalan ”Si Merah”.

01 Mar 2026 03:08 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

LIVERPOOL, SABTU — Pelatih Arne Slot kembali membuktikan, penjelasannya soal bola mati sebagai penyebab utama kejatuhan Liverpool bukanlah alasan tidak berdasar. Liverpool benar-benar menjadi tim yang lebih baik berkat peningkatan dari bola mati setelah mengganti pelatih bola mati.

Hal tersebut dibuktikan saat ”Si Merah” menang atas West Ham United, 5-2, di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Sabtu (28/2/2026) WIB. Fondasi kemenangan Virgil van Dijk dan rekan-rekan berasal dari tiga gol pada 45 menit pertama. Semua gol itu dihasilkan lewat skema tendangan sudut.

Tiga gol dari bola mati cukup untuk menutupi penampilan Liverpool yang terbilang ala kadarnya. ”Skornya 5-2, tetapi laga ini lebih ketat dari yang terlihat. Saat Anda tahu bisa mencetak gol dari bola mati saat permainan buntu, itu bagus. Kami kekurangan itu di awal musim,” kata penyerang Liverpool, Cody Gakpo.

TOPSHOT - Liverpool's Dutch defender #04 Virgil van Dijk (R) heads in their second goal during the English Premier League football match between Liverpool and West Ham United at Anfield in Liverpool, north west England on February 28, 2026. (Photo by Paul ELLIS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Gol pembuka Liverpool dihasilkan oleh penyerang Hugo Ekitike pada menit kelima. Bola tidak langsung masuk ke gawang setelah umpan dari tendangan sudut. Bola keluar kotak penalti, lalu disundul lagi ke dalam kotak. Ekitike berhasil memanfaatkan kelengahan para pemain lawan di sisi kiri.

Di pertengahan babak pertama, giliran Van Dijk yang menggandakan keunggulan. Kali ini, gol murni dihasilkan lewat umpan Dominik Szoboszlai dari tendangan sudut. Umpan ke arah dalam (inswinging) dari Szoboszlai berhasil disambut dengan sundulan Van Dijk.

Liverpool menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-0 berkat sepakan gelandang Alexis Mac Allister di dalam kotak penalti. Sang gelandang memanfaatkan situasi kemelut dari skema tendangan sudut yang dieksekusi Mohamed Salah. Para pemain West Ham gagal menyapu umpan dengan sempurna.

Tiga gol awal itu memperlihatkan Liverpool yang jauh berkembang dari situasi bola mati. Mereka bukan lagi tim yang sama seperti pada paruh pertama musim. Adapun dari awal musim sampai akhir tahun 2025, mereka mengalami defisit gol dari bola mati di luar penalti sampai -9 (3 kali memasukkan-12 kali kemasukan).

Akibat hasil buruk itu, pelatih bola mati Aaron Briggs didepak dari tim. Lewis Mahoney mengambil alih perannya. Pergantian itu efektif. Sejak awal tahun, Liverpool mencatat surplus gol sebesar +6 dari bola mati (9-3). Mereka jauh lebih produktif dan mampu meminimalisasi kemasukan, terutama dari tendangan sudut.

”Hal utama dari kemenangan ini adalah kami mencetak tiga gol dari bola mati. Sebelumnya, kami mendapatkan peluang juga, tetapi kesulitan mencetak gol dari itu. Kami tahu perlahan bisa kembali ke situasi normal lagi. Itu mulai terjadi. Bola mati bisa membuat perbedaan besar,” kata Slot.

Liverpool's manager Arne Slot walks off the pitch after the Premier League soccer match between Liverpool and West Ham United in Liverpool, England, Saturday, Feb. 28, 2026. (AP Photo/Jon Super)

Liverpool hanya menghasilkan satu gol dari tendangan sudut selama 22 pekan awal liga. Mereka kini menghasilkan enam gol hanya dari enam laga terakhir dari skema tersebut. Perubahan paling signifikan di era Mahoney adalah eksekusi dengan teknik inswinging. Pemain kaki kiri mengambil tendangan sudut dari sisi kanan, begitu pun sebaliknya.

Sejalan dengan bola yang dikirim ke arah dalam gawang, para pemain Liverpool akan berkumpul tepat di depan kiper lawan. Si Merah menciptakan kekacauan di kotak penalti lawan. Sosok yang paling diuntungkan dalam situasi itu adalah Van Dijk, salah seorang pemain paling andal dalam duel udara di seisi liga.

Wajar jika Van Dijk sudah menghasilkan tiga gol dari enam pertandingan liga terakhir dengan skema serupa, memanfaatkan umpan inswinging. Sebelumnya, di paruh pertama liga, bek veteran tim nasional Belanda itu belum pernah menciptakan gol sekali pun.

Akibat kekacauan yang tercipta dari skema tendangan sudut, West Ham terlalu fokus menjaga area depan gawang. Liverpool pun nyaris selalu mendapatkan kesempatan kedua untuk menyerang dari bola muntah. Situasi itu yang terjadi dalam proses terciptanya gol pertama dan ketiga tuan rumah.

Pelatih West Ham Nuno Espirito Santo berkata, timnya semestinya bisa mencuri poin jika bisa bertahan lebih baik dari situasi bola mati. ”Sulit dijelaskan, terutama paruh pertama. Kami bermain dengan baik, punya beberapa peluang dan bertahan dengan solid. Sampai akhirnya bola mati menentukan keseluruhan dari laga ini. Itu tentu mengecewakan,” ujarnya.

TOPSHOT - West Ham United's Argentinian striker #11 Taty Castellanos (R) heads in their second goal during the English Premier League football match between Liverpool and West Ham United at Anfield in Liverpool, north west England on February 28, 2026. (Photo by Paul ELLIS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Bola mati yang semula merupakan titik lemah kini mulai menjadi senjata andalan Si Merah. Liverpool menang tiga kali beruntun di liga berkat bantuan dari bola mati. Bayangkan jika kedatangan Mahoney sudah terjadi sejak awal musim, mungkin saat ini tim juara bertahan itu tidak perlu berjibaku memperebutkan zona empat besar.

Meskipun sudah lebih baik, Liverpool masih jauh dari sempurna dalam situasi bola mati, terutama dalam bertahan. Terbukti, mereka kecolongan satu gol dari tendangan sudut pada paruh kedua yang diciptakan striker tim tamu, Valentín Castellanos. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti