Kompas.id Brief

Seberapa Besar Guncangan DeepSeek di Dunia Kecerdasan Buatan?

Dibandingkan para pesaingnya, DeepSeek hanyalah anak bawang. Namun, kemunculannya di lokapasar telah mengguncang dunia. Akankah guncangan itu terus berlanjut?

29 Jan 2025 12:12 WIB · Internasional

Oleh Mahdi Muhammad

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini:

  1. Apakah DeepSeek itu?
  2. Mengapa DeepSeek mengguncang dunia?
  3. Siapa di belakang pengembangan DeepSeek?
  4. Apa yang tidak bisa diperoleh dari DeepSeek?
  5. Apa yang terjadi dengan pengembangan AI ke depan?
  6. Apa yang bisa kita lakukan di Indonesia?

Apakah DeepSeek Itu?

copy title

DeepSeek adalah sebuah model asisten kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang diluncurkan oleh perusahaan asal China dengan nama yang sama. Peluncuran DeepSeek versi terbaru, yakni V-3 dan R1, menyaingi asisten AI yang dikembangkan perusahaan teknologi Barat terlebih dulu, seperti Chat-GPT dari OpenAI, Llama milik Meta, Gemini dari Google, dan Claude dari Anthropic. DeepSeek diketahui mahir bahasa Inggris dan China.

Dibanding produk AI lainnya, usia DeepSeek masih tergolong sangat muda, yakni kurang dari tiga tahun. Dimulai dengan mengembangkan versi pertama pada November 2023, DeepSeek Coder, DeepSeek menggunakan model bahasa  besar atau LLM milik MIT (Massachussets Institute of Technology). Setelah itu, hanya berselang kurang dari tujuh bulan, DeepSeek meluncurkan seri ke dua, yakni V2 pada Mei 2024. 

Kecepatan pengembangan DeepSeek dianggap sangat mengagumkan karena platform ini mampu mengembangkan versi terbaru hanya dalam hitungan bulan. Pengembangan lanjutan model AI DeepSeek, yakni R1 dan V3, kembali terjadi hanya dalam waktu kurang dari enam bulan. Versi R1 lite meluncur pada November 2024 dan V3 meluncur sebulan kemudian, Desember 2024. 

Yang membuat produk ini dikenal adalah ketika DeepSeek meluncurkan aplikasinya di dua platform lokapasar Apple dan Android (Google), yakni App Store  dan Play Store. Pada 28 Januari 2025 aplikasi ini menjadi aplikasi paling banyak diunduh di pasar AS melalui AppStore (Apple), menggusur dominasi ChatGPT buatan OpenAI.

Mengapa DeepSeek Mengguncang Dunia?

copy title

Kemunculan DeepSeek menguncang dunia. Harga saham banyak perusahaan teknologi rontok. Secara total, indeks saham semikonduktor AS turun 9,2 persen dalam sehari. Ini kerontokan terparah sejak Maret 2020.

Nvidia, perusahaan manufaktur semikonduktor asal Amerika Serikat, menjadi perusahaan yang paling terpukul dengan kemunculan DeepSeek. Harga sahamnya anjlok 16,9 persen atau setara hampir 600 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 9.600 triliun, hampir 2,7 kali lipat nilai anggaran belanja Pemerintah Indonesia pada APBN 2025.

Setidaknya ada dua hal yang membuat DeepSeek mengguncang dunia, yakni kualitas produk dan efisiensi. Pertama soal kualitas produk. Meski hanya menggunakan chipset H800s yang 50 persen lebih lambat dibanding chipset H100, kualitas DeepSeek disebut-sebut oleh sejumlah eksekutif Silicon Valley sudah setara atau pada beberapa segmen melebihi ChatGPT buatan OpenAI pimpinan Sam Altman dan Llama buatan Meta milik Mark Zuckerberg.

Television graphics are seen in the window of Nasdaq headquarters in Times Square, as Nasdaq fell nearly 4 percent this morning on January 27, 2025 in New York City. European and Asian stock markets mostly slid Monday and Wall Street was forecast to open sharply lower on talk that a cheaper Chinese generative AI program, DeepSeek, can outperform big-name rivals, notably in the United States. (Photo by Bryan R. SMITH / AFP)

DeepSeek hanya membutuhkan waktu pelatihan 2,8 juta jam penggunaan GPU (GPU Hours). Sedangkan versi AI Meta AI, yaitu Llama 3.1 405B, membutuhkan waktu pelatihan hingga 30,84 juta jam GPU. Hal ini berdampak pada pembiayaan.

Dengan menggunakan chip H800s, proses pengembangan dua versi asisten AI terbarunya membuat DeepSeek hanya merogoh kocek kurang dari 6 juta dollar AS. Bandingkan dengan OpenAI, yang menurut laporan CNBC, mengeluarkan dana hingga 5,4 miliar dollar AS setahun. Microsoft menghabiskan 13 miliar dollar AS untuk berinvestasi di OpenAI. Sedangkan Google mengeluarkan modal kerja 51 miliar dollar AS pada 2024.

Siapa di Belakang DeepSeek?

copy title

Di belakang DeepSeek adalah Liang Wenfeng, yang mendirikan perusahaan tersebut pada Desember 2023. Lulusan teknik elektro dan ilmu komputer Universitas Zhejiang, China, sebelum mendirikan DeepSeek telah mendirikan perusahaan investasi dana lindung High-Flyer Quant tahun 2016. 

Di perusahaan keuangan itu, kecerdasan buatan mulai dipergunakan sekitar tahun 2019-2021 untuk membantu manajemen memproyeksikan kerja-kerja perusahaannya, terutama digunakan bagi kepentingan optimal para kliennya. Teknologi AI digunakan dalam berbagai analisis data keuangan dan keputusan investasi atau yang disebut sebagai perdagangan kuantitatif.

Dikutip dari laporan BBC, High-Flyer Quant menjadi perusahaan dana lindung kuantitatif pertama di China yang mampu mengumpulkan dana lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar 13 juta dollar AS.

Apa yang Tidak Bisa Diperoleh dari DeepSeek?

copy title

DeepSeek tidak bisa memberikan jawaban terhadap pertanyaan atau topik yang dianggap sensitif secara politik di China. Topik yang dianggap sensitif antara lain tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa prodemokrasi di Lapangan Tiananmen pada 1989, status Taiwan, dan isu terkait para pemimpin China.

DeepSeek dikatakan ”diprogram” untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan garis pemerintah atau ketentuan Partai Komunis China (PKC).

DeepSeek bisa memberikan banyak klaim yang dirinci oleh kelompok HAM, mulai dari kerja paksa hingga penahanan massal dan indoktrinasi. Namun, setelah beberapa detik, jawaban itu menghilang, lalu digantikan dengan pernyataan ”Di luar jangkauan saya saat ini. Mari kita bicarakan hal lain”.

Ketika ditanya pertanyaan yang sama tentang Presiden China Xi Jinping, DeepSeek kembali meminta untuk membicarakan hal lain saja. Ketika ditanya tentang kepemimpinan China, DeepSeek memberikan jawaban standar yang sering diucapkan para pemimpin China.

Apa yang Akan Terjadi dalam Pengembangan AI ke Depan?

copy title

DeepSeek memang bukan AI pertama yang buatan China. Ada QwenAI buatan Alibaba dan DouBaou buatan ByteDance, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan induk TikTok.

Kemunculan DeepSeek dan aplikasinya dipandang sebagai ancaman bagi teknologi yang sama yang dikembangkan negara-negara Barat. Presiden AS Donald Trump menyebutnya sebagai alarm peringatan. Selain karena kualitasnya, juga karena efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh pengembangnya. 

CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan, model terbaru DeepSeek sangat mengesankan karena sangat efektif dan efisien dalam komputasi. ”Kita harus menyikapi perkembangan AI di China dengan sangat, sangat serius,” katanya saat berbicara pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss,  Rabu (22/1/2025) lalu.

TOPSHOT - This photograph shows the logo of the Chinese app DeepSeek (L) and US app ChatGPT displayed on a mobile phone, in Paris, on January 28, 2025. (Photo by JOEL SAGET / AFP)

Tak hanya melulu soal efisiensi dan kualitas, soal platform DeepSeek yang bersifat terbuka (open source) juga membuatnya menjadi sangat menarik dalam proses pengembangannya. Sifat terbuka DeepSeek ini membuat siapa pun bisa mengakses kode pemrogramannya, melihat cara kerjanya, memodifikasi, dan turut mengembangkannya sendiri.

Hal itu artinya setiap orang yang memiliki keahlian dan ketertarikan mengembangkan DeepSeek bisa memperkuatnya dan melakukan pengembangan yang lebih luas dengan biaya murah. 

Situasi ini mengingatkan pada sistem operasi komputer Linux, yang pengembangannya dilakukan untuk menyaingi sistem operasi iOS Apple, Windows dari Microsoft atau Android dari Google.

Apa yang bisa kita lakukan di Indonesia?

copy title

Kita masih perlu meningkatkan sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan. China bisa menyalip ketika akses cip dibatasi. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa ada cara untuk menjadi pemenang dibandingkan mengeluh atau mengikuti cara-cara yang konvensional.

Investasi untuk berbagai pengembangan AI, sebagai contoh Sahabat AI, sepertinya harus ditinjau ulang ketika Deepseek tersedia gratis. Kita masih harus membuat loncatan ketika panggung dunia dikuasai China dan Amerika Serikat dengan mengingkatkan kemampuan sumber daya manusia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mahdi Muhammad
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji