Presiden Perancis Emmanuel Macron menawarkan format pertemuan empat pihak. Jaminan keamanan diperlukan dalam konteks seluruh Eropa.
19 Agt 2025 04:36 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, SELASA — Setelah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ruang Oval, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan dengan sejumlah pemimpin Eropa, Senin (18/8/2025) siang waktu setempat atau Selasa (19/8/2025) dini hari WIB. Dalam pertemuan yang digelar di Ruang Timur, Gedung Putih, itu, para pemimpin Eropa mengapresiasi langkah Trump.
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte mengatakan, apa yang diupayakan Trump adalah ”terobosan” untuk mewujudkan perdamaian. Rutte pun berterima kasih kepada Trump lantaran berhasil ”meruntuhkan tembok” sekaligus membawa Presiden Rusia Vladimir Putin ke meja perundingan.
”Saya sangat gembira. Mari kita manfaatkan hari ini sebaik-baiknya,” kata Rutte merujuk pertemuan tersebut.
Meskipun demikian, para pemimpin Eropa pun menegaskan bahwa mendukung perdamaian berarti mendukung Ukraina terlebih dahulu. ”Jika kita ingin mencapai perdamaian dan ingin menjamin keadilan, kita harus melakukannya dengan bersatu,” kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni kepada Trump.
”Kita berada di pihak Ukraina,” kata Meloni sebagaimana dikutip CNN. ”Tim Eropa dan Amerika Serikat membantu Ukraina,” tambah Presiden Finlandia Alexander Stubb tak lama kemudian.
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengapresiasi Trump. Ia mengatakan, pertemuan trilateral adalah ”sangat penting”. Menurut dia, pertemuan itu menjadi cara untuk menyelesaikan perang di Ukraina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/19/859e22ab7cd5960bb763e38e0da100f7-Trump_Russia_Ukraine_War_131939567.jpg)
Namun, Macron juga menawarkan pentingnya menggelar pertemuan empat pihak, yaitu Ukraina, AS, Rusia, dan Eropa, secara terpisah.
”Sebagai tindak lanjut, kita membutuhkan pertemuan kuadrilateral karena ketika kita berbicara tentang jaminan keamanan, kita berbicara tentang keamanan seluruh Benua Eropa,” kata Macron. ”Inilah alasan mengapa kita semua bersatu di sini bersama Ukraina.”
Media Jerman, Bild, melaporkan, Trump sempat menginterupsi pertemuan itu untuk menghubungi Putin. Merujuk laporan langsung CNN, negosiasi antara Trump dan para pemimpin Eropa kemudian dilanjutkan di Ruang Oval. Menurut juru bicara Zelenskyy, Serhiy Nykyforov, pertemuan itu dilanjutkan dalam format ”khusus pemimpin”. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi hal itu.
Pertemuan hari Senin di Gedung Putih yang dihadiri oleh sejumlah pemimpin Eropa itu memperlihatkan solidaritas mereka untuk Ukraina. Para pemimpin Eropa yang turut hadir yaitu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Pada awal pertemuan, Trump kembali menyampaikan bahwa Rusia menerima jaminan keamanan sebagai bagian dari kesepakatan damai.
”Dalam sebuah langkah yang sangat signifikan, Presiden Putin setuju bahwa Rusia akan menerima jaminan keamanan untuk Ukraina,” kata Trump. Ia pun menyampaikan optimismenya atas peluang mengakhiri perang Ukraina-Rusia. Selain itu, Trump juga menyampaikan kesiapan untuk menggelar pertemuan trilateral antara Rusia, AS, dan Ukraina. (AP/AFP/REUTERS)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/19/afbebf68988b4ad683374eda12d184cd-Trump_Russia_Ukraine_War_131939408.jpg)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan