Sederet Kerja Sama Strategis Menuju 100 Tahun Hubungan Indonesia-Perancis

Kedua negara memiliki visi yang sama tentang tata dunia. Kemitraan strategis menguatkan posisi keduanya menghadapi ketidakpastian global.

28 Mei 2025 20:13 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nino Citra Anugrahanto

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia dan Perancis mengembangkan kemitraan strategis dalam berbagai sektor penting, mulai dari pertahanan, teknologi, pertanian, ekonomi, hingga budaya. Jalinan kemitraan itu menjadi bagian memperpanjang hubungan diplomatis kedua negara, yang akan berusia 100 tahun pada 2050 mendatang. 

Komitmen penguatan kemitraan itu dipertegas kembali sewaktu Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Perancis Emmanuel Macron, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Kunjungan Macron itu sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik dan satu dasawarsa kemitraan strategis yang terjalin antara Indonesia-Perancis. 

”Hari ini kami sepakat untuk melangkah lebih jauh lagi dengan mengadopsi deklarasi visi bersama menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Perancis di tahun 2050. Ini juga menunjukkan komitmen kita untuk meningkatkan kerja sama di bidang strategis,” kata Prabowo, seusai mengadakan pertemuan bilateral dengan Macron. 

Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam Upacara Penyambutan Kunjungan Kenegaraan Presiden Perancis di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Presiden Perancis Emmanuele Macron bersama istri , Brigitte Macron, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Selain Jakarta, Emmanuel Macron juga akan berkunjung ke Candi Borobudur di Jawa Tengah. Kunjungan ini juga menjadi bentuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Perancis yang dimulai sejak 75 tahun silam. Kunjungan Macron ke Indonesia ini menjadi kunjungan pimpinan negara di Uni Eropa yang pertama sejak Prabowo menjadi presiden. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
28-5-2025

Wujud kemitraan strategis itu dituangkan dalam penandatanganan dokumen kesepakatan yang mencakup deklarasi bersama, kerja sama antarpemerintah, antarlembaga, kemitraan swasta, hingga kerja sama antarbank sentral.

Total ada 21 kesepakatan strategis yang dibangun oleh dua negara. Penandatanganan yang dilakukan oleh para menteri negara masing-masing itu disaksikan langsung Prabowo dan Macron.

Dalam bidang pertahanan, misalnya, Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis sepakat menjalin kemitraan strategis terkait pertukaran dan pelindungan bersama atas informasi rahasia bidang pertahanan. Lebih dari itu, kedua negara juga menyepakati kemitraan strategis pada sektor pertahanan secara lebih umum.

”Perancis adalah salah satu mitra utama Indonesia dalam modernisasi alutsista pertahanan, termasuk dalam pengembangan industri pertahanan melalui joint production dan alih teknologi,” sebut Prabowo. 

Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam Upacara Penyambutan Kunjungan Kenegaraan Presiden Perancis di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Presiden Perancis Emmanuele Macron bersama istri , Brigitte Macron, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Selain Jakarta, Emmanuel Macron juga akan berkunjung ke Candi Borobudur di Jawa Tengah. Kunjungan ini juga menjadi bentuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Perancis yang dimulai sejak 75 tahun silam. Kunjungan Macron ke Indonesia ini menjadi kunjungan pimpinan negara di Uni Eropa yang pertama sejak Prabowo menjadi presiden. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
28-5-2025

Prabowo juga mencatat, Indonesia-Defence Dialaogue ke-11 yang berlangsung pada April kemarin mencatatkan hasil positif. Indonesia pun berpartisipasi dalam latihan Angkatan Laut La Perouse. Itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kawasan. 

”Saya juga mengundang Presiden Macron besok untuk bersama-sama meninjau pendidikan dan latihan kita di Akademi Militer, di Magelang. Juga, kita akan meneruskan kerja sama pertahanan yang meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia kita,” jelas Prabowo. 

Dari sektor ekonomi, sebut Prabowo, kedua negara sepakat mendorong hubungan dagang dan investasi yang lebih seimbang. Ia meminta dukungan Perancis agar mempercepat penyelesaian Perjanjian Indonesia-Uni Eropa terkait kemitraan ekonomi yang komprehensif dalam EU CEPA. Diyakininya, perjanjian itu kelak bisa terwujud. 

”Kami terima kasih bahwa Presiden Macron menjanjikan untuk mendukung keanggotaan kami tidak hanya di CEPA, tetapi juga di OECD (Organization for Economic Cooperation and Development),” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam Kunjungan Kenegaraan Presiden Perancis di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Presiden Perancis Emmanuele Macron bersama istri , Brigitte Macron, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Selain Jakarta, Emmanuel Macron juga akan berkunjung ke Candi Borobudur di Jawa Tengah. Kunjungan ini juga menjadi bentuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Perancis yang dimulai sejak 75 tahun silam. Kunjungan Macron ke Indonesia ini menjadi kunjungan pimpinan negara di Uni Eropa yang pertama sejak Prabowo menjadi presiden. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
28-5-2025

Lebih dari itu, kemitraan strategis juga dijalin lebih erat dengan penandatangan kesepakatan para menteri dari dua negara. Sejumlah bidang lain yang disasar meliputi pendidikan, kebudayaan, transportasi, transisi energi, sampai urusan kebencanaan. 

Quote

Perancis adalah salah satu mitra utama Indonesia dalam modernisasi alutsista pertahanan, termasuk dalam pengembangan industri pertahanan melalui joint production dan alih teknologi.

Bahkan, salah satu program unggulan Prabowo semacam Makan Bergizi Gratis ikut masuk pada kemitraan strategis itu. Pada sektor itu, kerja sama dijalin antara Badan Gizi Nasional dan Danone guna meningkatkan gizi nasional demi membangun generasi yang sehat dan maju.

Danantara juga masuk dalam poin kerja sama itu. Lembaga dana investasi pemerintah itu sepakat menjalin kerja sama dengan Eramet, bersama Indonesia Investment Authority (INA), terkait mineral kritis. Sektor itu disasar guna mendukung ekosistem kendaraan listrik dan hilirisasi nikel. 

”Saya harus menyampaikan bahwa keadaan hubungan antara Perancis dan Indonnesia berada dalam tingkat yang sangat baik,” kata Prabowo. 

Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam Upacara Penyambutan Kunjungan Kenegaraan Presiden Perancis di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Presiden Perancis Emmanuele Macron bersama istri , Brigitte Macron, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Selain Jakarta, Emmanuel Macron juga akan berkunjung ke Candi Borobudur di Jawa Tengah. Kunjungan ini juga menjadi bentuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Perancis yang dimulai sejak 75 tahun silam. Kunjungan Macron ke Indonesia ini menjadi kunjungan pimpinan negara di Uni Eropa yang pertama sejak Prabowo menjadi presiden. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
28-5-2025

Bukti baiknya kerja sama dua negara ditunjukkan Prabowo lewat undangan yang diterimanya dari Macron untuk menghadiri ”Hari Bastille”, yang diadakan setiap 14 Juli. Itu menjadi Hari Revolusi Perancis, yang menandai berdirinya Republik Perancis saat ini. Selain diundang datang, kontingen TNI diajak ikut serta dalam pawai pada gelaran tersebut. 

Sementara itu, Macron mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan hangat Prabowo dan segenap masyarakat atas kedatangannya sejak pagi. Ia memandang dua negara memiliki visi yang sama dalam kedaulatan, hukum internasional, hingga prinsip nonstandar ganda.

Ditegaskannya kembali soal posisi Perancis terhadap konflik Ukraina serta situasi yang masih panas di Palestina dan Israel. Kedua negara sepakat mendorong solusi damai yang berkelanjutan. 

Ihwal kerja sama bidang pertahanan, Macron juga menyambutnya dengan baik. Sektor alutsista cukup strategis bagi kedua negara. Ia turut menekankan pentingnya sektor-sektor lain, seperti transisi energi hingga pendidikan serta budaya. Segala kemitraan yang dijalin diharapkan sejalan dengan peningkatan investasi di Indonesia. 

”Meskipun ada jarak, sebenarnya pesan saya ini sederhana: Perancis ada di sisi Indonesia, dan dalam berbagai aspek kita ini memiliki ide yang sama tentang tata dunia,” tandas Macron.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro