Persiapan matang sejak September lalu seharusnya bisa jadi bekal berharga timnas sepak bola putri Indonesia di SEA Games Thailand 2025.
21 Okt 2025 19:26 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Tantangan berat menanti timnas sepak bola putri Indonesia setelah dipastikan segrup dengan tuan rumah di SEA Games Thailand 2025. Namun, ”Garuda Pertiwi” pantang merasa inferior. Persiapan matang sejak September lalu seharusnya bisa jadi bekal berharga.
Timnas putri Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal itu dipastikan setelah digelarnya pengundian untuk cabang olahraga sepak bola di Deluxe Resort & Spa Hotel, Bangkok, Thailand, Minggu (19/10/2025).
Kami dalam tim selalu menanamkan kepada seluruh pemain dan ofisial, siapa pun lawannya, kita berjuang keras di lapangan dan menganggap setiap pertandingan adalah final sehingga kami wajib meraih hasil terbaik.
Timnas putri menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Pada sektor putri, turnamen akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Adapun Grup B terdiri dari pemilik delapan emas sepak bola putri, Vietnam, bersama Myanmar, Filipina, dan Malaysia.
Berdasarkan jadwal tentatif yang diumumkan di laman resmi SEA Games 2025, pertandingan sepak bola putri akan dimulai dari fase grup pada 4-11 Desember di Chonburi. Setelah itu, semifinal digelar pada 14 Desember dan final pada 17 Desember.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/21/8e57ba65108c4aa839d475731b8568ce-SEA_Games_Womens_Football.jpg)
”Kami dalam tim selalu menanamkan kepada seluruh pemain dan ofisial, siapa pun lawannya, kita berjuang keras di lapangan dan menganggap setiap pertandingan adalah final sehingga kami wajib meraih hasil terbaik. Kami akan antisipasi setiap lawan yang ada,” kata asisten manajer timnas putri, Iwan Setiawan, Selasa (21/10/2025).
Segrup dengan Thailand akan menjadi tantangan berat bagi Garuda Pertiwi. Selain berstatus tuan rumah yang akan mendapatkan dukungan dari publik sendiri, Thailand juga adalah tim yang sudah berlevel dunia.
Thailand pernah dua kali tampil di Piala Dunia Putri, yakni pada edisi 2015 dan 2019. Thailand boleh saja sedang dalam kondisi terluka setelah untuk pertama kalinya sejak 1997 gagal menembus Piala Asia 2026. Alhasil, mereka juga dipastikan tidak akan bisa berlaga di Piala Dunia Putri 2027.
Pada Kejuaraan ASEAN Putri 2025 yang digelar Agustus lalu, Thailand juga pulang dengan tangan hampa setelah menempati peringkat keempat. Namun, dalam ajang itu, Thailand menumbangkan Indonesia dengan skor telak 7-0 pada fase grup.
Apalagi di SEA Games, Thailand merupakan tim tersukses kedua setelah Vietnam. Tim ”Gajah Putih Betina” berhasil meraih lima emas dari perhelatan multicabang dua tahunan ini.
Thailand juga rutin mengirim tim ke SEA Games sejak sepak bola putri pertama kali dipertandingkan pada edisi 1985 di Bangkok. Adapun Indonesia absen dalam dua edisi terakhir.
Pada SEA Games Kamboja 2023 dan SEA Games Vietnam 2021, Garuda Pertiwi mundur dari turnamen. Timnas putri terakhir kali tampil pada SEA Games Filipina 2019.
Saat itu, langkah Indonesia terhenti pada babak grup. Indonesia, yang tergabung di Grup B bersama Thailand dan Vietnam, hanya bisa finis pada peringkat ketiga.
Meski begitu, Indonesia pantang merasa rendah diri dengan hasil undian yang akan mempertemukan dengan Thailand. Apalagi Garuda Pertiwi sudah memulai rangkaian persiapan sejak 11 September 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada 2-17 Oktober 2025, sebanyak 27 pemain melaksanakan pemusatan latihan di area Urawa Reds Lands, Tokyo, Jepang. Menurut tim pelatih, agenda ini dirancang untuk membentuk kerangka tim yang solid serta menguji kemampuan pemain menghadapi lawan berlevel tinggi.
Iwan mengatakan, pemusatan latihan di Jepang berjalan baik. Selain berlatih, para pemain juga menjalani laga-laga uji coba yang jadi bekal berharga untuk SEA Games.
”Kami terus mematangkan dan melakukan evaluasi setelah pemusatan latihan di Jepang, dengan harapan seluruh pemain akan siap nantinya di SEA Games nanti, ucap Iwan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/28/9796d482-4c5d-4ace-9d2c-b13c0d9c3739.jpg)
Setelah dari Jepang, timnas putri akan melanjutkan pemusatan latihan mulai Rabu (22/10/2025) di Yogyakarta. Garuda Pertiwi direncanakan mengakhiri persiapan dengan menjalani laga uji coba dalam FIFA Match Day (22 November-1 Desember). Mereka akan menghadapi Nepal dan Taiwan.
Adapun Kementerian Pemuda dan Olahraga akan melakukan pertemuan dengan 48 cabang olahraga untuk kembali melakukan reviu bersama tim pakar pada Rabu (22/10/2025). Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono mengatakan, peninjauan itu dilakukan untuk menentukan atlet-atlet yang akan diberangkatkan di SEA Games Thailand 2025.
Surono berharap seluruh cabang olahraga terbuka dan jujur untuk melaporkan hasil pelatnas dan peluang para atlet untuk meraih medali. Dengan demikian, atlet-atlet terbaik bisa dikirim ke Thailand.
Selain melakukan tinjauan kembali, Kemenpora juga membuka opsi bagi cabang olehraga yang ingin mandiri untuk memberangkatkan atletnya ke SEA Games 2025. ”Sesuai arahan Pak Menteri Pemuda dan Olahraga, Kemenpora membuka opsi mandiri dengan catatan atlet yang diberangkatkan memiliki peluang memperoleh medali,” ujar Surono.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul