Sehabis Borobudur Marathon, Terbitlah Semarang 10K

Setelah Borobudur Marathon, para pelari mengikuti Semarang 10K. Mereka ingin menamatkan kalender lari 2024 dengan elegan dalam lomba yang lebih ”ringan”.

13 Des 2024 07:10 WIB · Olahraga

Oleh Nino Citra Anugrahanto, Kelvin Hianusa

Nuansa liburan jelang pergantian tahun tidak membuat para pencinta lari menyudahi petualangan berburu catatan kilometer pada 2024. Ribuan pelari bersiap menyambut lomba lari Semarang 10K. Padahal, banyak dari mereka yang baru saja menamatkan Borobudur Marathon pada dua pekan lalu.

Irma Handayani, pelari elite nasional, salah satunya. Belum genap dua pekan saat dirinya berada di puncak podium dengan latar pemandangan Candi Borobudur. Dia mengangkat papan bertuliskan juara kategori maraton putri nasional di Magelang, Jateng, Minggu (1/12/2024).

Dengan pemulihan sangat terbatas, Irma memutuskan kembali berlomba di Semarang 10k. Dia akan menjalani debut di ajang tersebut pada Minggu (15/12/2024). ”Lomba ini salah satu yang paling diminati para pelari. Jadi, saya penasaran ingin ikut. Ini jadi ajang terakhir saya di tahun ini,” katanya.

Irma Handayani (tengah) memamerkan medali emasnya usai menjuarai kategori nasional untuk nomor marathon dalam Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, di Borobudur, Magelang, Jateng, Minggu (1/12/2024). Ia mempertahankan gelar juaranya dari gelaran setahun lalu.
Quote

Ajang ini merupakan hal baru untuk saya. Selain itu, waktu pemulihan untuk kembali ke kondisi prima bisa dibilang cukup singkat. Namun, saya akan mencoba berikan yang terbaik.

Petualangan Irma terbilang cemerlang sepanjang tahun ini. Dia memulai dengan pencapaian impresif di Hong Kong Marathon (2 jam 56 menit 32 detik). Setelah itu, dia meraih tiga perak di Pekan Olahraga Nasional Aceh-Sumut (nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton) dan juara di Borobudur Marathon.

Oleh karena itu, bagi sang atlet bertubuh mungil, Semarang 10K terasa spesial. Dia ingin menutup perjalanan tahun ini dengan tangguh. Harapannya, pencapaian nanti bisa menjadi modal untuk motivasi pada tahun depan. Tujuan besar Irma di 2025 adalah bersaing dalam World Marathon Majors.

Namun, Irma tidak mencanangkan target spesifik selain finis dengan baik. ”Ajang ini merupakan hal baru untuk saya. Selain itu, waktu pemulihan untuk kembali ke kondisi prima bisa dibilang cukup singkat. Namun, saya akan mencoba berikan yang terbaik,” ujarnya.

Terakhir kali naik podium di PON, Irma berhasil menyudahi kategori 10K dengan catatan 37 menit 19 detik. Adapun juara kategori nasional putri pada edisi Semarang 10K 2023 adalah Pretty Sihite (40 menit 59 detik). Tahun ini, sektor putri akan semakin sengit dengan presensi atlet pemusatan latihan nasional Odekta Naibaho.

Pelari Semarang 10K Powered by Isoplus kategori saat berlari melintasi keindahan banggunan ikonik di Kota Lama, Kota Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2023). Semarang 10K menjadi agenda olahraga lari tahunan yang terbesar di Kota Semarang dengan diikuti atlet nasional, atlet pelajar hingga atlet luar negeri. Penyelenggaraan acara tersebut juga menggabungkan antara olahraga dan rekreasi. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 17-12-2023

Kawal misi pelari

Pengalaman serupa dijalani pelari asal Semarang, Ayu Fatimah (30). Dia juga baru turun di Borobudur Marathon, tepatnya mengikuti kategori separuh maraton bersama sang pacar. Bedanya, Ayu tidak akan ikut berlomba di Semarang 10K, tetapi bertugas sebagai pacer.

Ayu berkali-kali mengikuti ajang tersebut sebagai peserta. Pelari yang juga berstatus pelatih fisik itu senang dengan kondisi rute berelevasi datar khas Kota Semarang. Dia bisa fokus mengejar catatan waktu terbaik. Itu yang membuatnya tidak berpikir panjang saat ditawari posisi pacer sejak edisi 2023.

”Dari segi lombanya setiap tahun aku ikut selalu seru. Memang rute dari tahun ke tahun sama, tetapi vibes-nya beda. Cheering juga membuat berbeda. Tidak bosan. Namun, paling utama karena jalur tidak ada tanjakan, jadi lebih enak mengejar waktu dibandingkan lomba lain,” kata Ayu.

Ayu Fatimah, pelari asal Semarang yang akan bertugas sebagai pacer dalam lomba lari Semarang 10K, pada Minggu (15/12/2024). Dia akan memimpin para pelari dalam sub 1 jam 15 menit bersama dua pacer lain.

Ayu akan memimpin pelari, bersama dua pacer lain, dalam sub 1 jam 15 menit. Baginya, peran sebagai peserta dan pacer sangat jauh berbeda. Dia hanya perlu mengejar waktu terbaik saat menjadi peserta. Sebagai pacer, dia harus menyesuaikan target waktu dan ”mendorong” pelari lain.

Meskipun sulit, Ayu bersemangat membuat para pelari lain finis tangguh pada akhir tahun. ”Pacer harus bisa bawa suasana biar pelari tidak bosan, biar nanti finis sesuai target. Ini adalah lomba penutup saya tahun ini (sebagai pacer ataupun peserta). Tahun depan baru ada lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak penyelenggara berharap bisa memberikan pengalaman terbaik untuk sebanyak mungkin pelari. Mereka pun menaikkan jumlah peserta dari 2.100 orang pada edisi 2023 jadi 2.500 orang pada tahun ini. Penambahan tersebut seiring dengan kenaikan minat pendaftar.

Direktur Lomba Semarang 10K Riefa Istamar menjamin, kenyamanan pelari akan tetap diprioritaskan walaupun ada penambahan kuantitas. Rekayasa lalu lintas mendetail sudah disiapkan demi menyuguhkan rute yang steril bagi pelari. Persiapan menggelar ajang sudah sekitar 95 persen.

Peserta lari Semarang 10K Powered by Isoplus saat melintas di depan Gedung Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2023). Semarang 10K menjadi agenda olahraga lari tahunan yang terbesar di Kota Semarang dengan diikuti atlet nasional, atlet pelajar hingga atlet luar negeri. Penyelenggaraan acara tersebut juga menggabungkan antara olahraga dan rekreasi. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 17-12-2023

”Start dimajukan 15 menit menjadi pukul 5.15 WIB. Salah satu pertimbangannya agar rekayasa lalu lintas lebih rapi. Semakin siang dimulai nanti semakin lama penutupan lalu lintas. Padahal, banyak warga yang akan beraktivitas. Ini demi kenyamanan bersama,” kata Riefa.

Semarang 10K, yang berlangsung 16 hari sebelum pergantian tahun, pun menjadi kesempatan terbaik para pelari untuk menutup lembaran kisah pada kalender tahun ini. Finislah dengan tangguh dan kembali lebih semangat pada tahun depan, runners!


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto, Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra