LeBron James menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang mencetak poin total lebih dari 50.000 poin pada laga lawan New Orleans Pelicans.
05 Mar 2025 14:08 WIB · Olahraga
LOS ANGELES, RABU — LeBron James mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak 50.000 poin di NBA. Pencapaian fenomenal itu dicatatkan James saat Los Angeles Lakers bertanding melawan New Orleans Pelicans di Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu (5/3/2025) pagi WIB.
Pemain berusia 40 tahun itu meraih poin ke-50.000 dan sekaligus melewatinya, melalui sebuah tembakan tiga angka pada kuarter pertama. Poin itu kian istimewa karena hasil dari asis pemain baru Lakers, Luka Doncic.
Pendukung Lakers yang memenuhi Crypto.com Arena, kandang Lakers, yang sudah tidak sabar untuk menjadi saksi sejarah bersorak lebih kencang setiap kali James menguasai bola. Akhirnya, setelah beberapa menit kuarter pertama berjalan, James melakukan tembakan jarak jauh yang melesak ke dalam keranjang, menjadi poin ke-50.000, 50.001, dan 50.002. Pendukung pun memberikan salut dengan berdiri atas pencapaian pemain yang sudah menjalani 22 musim di NBA.
James menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah NBA yang mampu melesakkan total lebih dari 45.000 poin, baik di babak reguler maupun playoff. Jaraknya dengan pemain dengan torehan poin terbanyak kedua cukup jauh, yaitu Kareem Abdul-Jabbar yang melesakkan total 44.149 poin.
”Itu adalah poin yang sangat banyak. Saya merasa diberkati mampu mencetak begitu banyak poin di liga terbaik di dunia dengan pemain terhebat di dunia sepanjang karier saya. Ini sungguh spesial,” kata James selepas laga.
James menyudahi pertandingan dengan mencatatkan 34 poin dalam pertandingan berat sebelah. Lakers mendominasi Pelicans dan memenangi gim dengan skor 136-115.
Doncic juga tampil gemilang pada laga ini dengan mencatatkan 30 poin, 15 asis, dan 8 rebound. Ini adalah kemenangan ketujuh beruntun Lakers, yang memenangi 17 dari 20 gim terakhir.
Berkat kemenangan beruntun tersebut, Lakers berhasil menggusur Denver Nuggets dari posisi kedua klasemen Wilayah Barat dengan rekor 39-21. Center yang menjadi pengganti Anthony Davis, Jaxson Hayes, mencatatkan pencapaian tertingginya musim ini dengan torehan 19 poin dan 10 rebound. Hayes menjadi pemain utama setelah Davis menjadi bagian dari pemain yang ditransfer ke Dallas Mavericks untuk Doncic.
Sejumlah sejarah sebelumnya telah dicatatkan oleh James. Ia melewati catatan poin total Kareem Abdul-Jabbar di babak reguler, yaitu 38.337 poin, pada 2023, yang sebelumnya bertahan selama 39 tahun.
James sekarang mencetak hampir 6.000 poin lebih banyak dibandingkan Abdul-Jabbar, dengaan Karl Malone di peringkat ketiga (41.689 poin) dan mendiang Kobe Bryant di posisi keempat (39.283 poin).
Legenda lain, Michael Jordan, berada di peringkat kelima dengan 38.279 poin. Di antara pemain NBA yang masih aktif, hanya Kevin Durant yang memiliki catatan mendekati para legenda itu dengan 35.225 poin atau sekitar 15.000 poin lebih sedikit daripada James.
Rekor James hampir mustahil untuk dipecahkan di masa depan, terlebih lagi dengan pembatasan usia pemain yang bisa ikut draf NBA. James bisa langsung masuk ke NBA setelah lulus sekolah menengah atas, sedangkan saat ini tidak boleh lagi.
Legenda Lakers, Earvin Magic Johnson, langsung mengucapkan selamat atas pencapaian bersejarah James. ”Selamat untuk King LeBron James, menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah NBA yang mencetak 50.000 poin babak reguler dan playoff,” kata Johnson dalam unggahan di media sosial.
Penampilan James selepas pekan All-Star yang fenomenal membuatnya terpilih menjadi pemain terbaik Wilayah Barat untuk bulan Februari, menjadikannya pemain tertua dalam sejarah yang mendapatkan penghargaan itu. James sangat dominan pada bulan itu, yang membawa Lakers mencatatkan rekor 10-2 dengan torehan rata-rata 29,3 poin; 10,5 rebound; dan 6,9 asis.
Performa James tersebut, ditambah dengan kedatangan Doncic, membuat Lakers kian optimistis mampu bersaing untuk merebut trofi NBA pertama sejak musim 2020. Chemistry kedua pemain terus berkembang meski baru bermain bersama sekitar satu bulan.
”Ia semakin nyaman, tidak hanya dengan tim, dengan sistem, tetapi dengan semuanya, pendukung LA. Setiap hari semakin bagus dengan kondisi betisnya. Ini bagus untuk tim,” kata James mengenai rekan barunya itu.
Doncic mengalami cedera betis kiri saat bermain pada laga Natal yang membuatnya harus absen selama enam pekan. Meski banyak yang meragukan kemampuan Lakers dalam persaingan perebutan gelar setelah kehilangan Davis, penampilan duo James dan Doncic yang langsung padu membuat Lakers menjadi salah satu favorit. (AP/AFP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti