Sejumlah Spekulasi dari Pertemuan Megawati dengan Utusan Prabowo

Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pesan Prabowo kepada Megawati. Dari pertemuan, Dasco membawa pesan Megawati untuk Prabowo.

06 Jun 2025 20:04 WIB · Politik & Hukum

Oleh Willy Medi Christian Nababan

JAKARTA, KOMPAS — Relasi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya kian erat.

Setelah Presiden Prabowo bertemu Megawati saat peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025), Megawati kemudian menerima Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, di kediaman Megawati di Teuku Umar, Jakarta. Sejumlah spekulasi pun muncul dari interaksi yang intens itu.

”Sangat mungkin (kunjungan ini terkait) dengan kongres yang akan dilakukan oleh PDI-P,” kata pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Kunto Adi, saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (6/5/2025).

Salah satu agenda kongres adalah memilih ketua umum PDI-P. Meski Megawati sudah disebut sejumlah elite akan kembali dikukuhkan memimpin PDI-P hingga lima tahun ke depan, hingga kini partai belum memutuskan jadwal digelarnya kongres.

Unggahan akun Instagram resmi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada Kamis (5/6/2025).

Spekulasi lainnya, interaksi yang kian intens kembali melontarkan sinyal bahwa PDI-P akan segera bergabung dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan Prabowo Subianto. ”Sangat mungkin juga ini menjadi sinyal bahwa PDI Perjuangan akan segera merapat ke kabinetnya Pak Prabowo,” ucapnya.

Kunjungan Prasetyo dan Dasco ke kediaman Megawati diunggah oleh keduanya di akun Instagram masing-masing pada Kamis (5/6/2025).

Dari foto yang diunggah, tampak mendampingi Megawati, adalah putrinya yang kini menjabat Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani. Selain itu tampak pula dua elite PDI-P, yakni Ahmad Basarah dan Yasonna Laoly.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad

Dasco kepada awak media mengaku dirinya dan Prasetyo diutus oleh Prabowo untuk membawa pesan khusus. Setelah menyampaikan pesan itu, Megawati pun mengirim balik pesan khusus untuk Prabowo.

”Kami juga membawa pesan balik dari Ibu Megawati kepada Pak Prabowo. Pesan itu enggak boleh disampaikan, dong, di sini. Konfidensial,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Selain itu, Dasco pun mengaku memperoleh wejangan dari Megawati. Wejangan tersebut seputar nilai-nilai Pancasila dan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Adapun Prasetyo Hadi melalui akun Instagramnya menyatakan, dirinya mendapatkan wejangan dan masukan demi kepentingan bangsa dan negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Prabowo.

Mirip dengan Prasetyo, Yasonna Laoly melalui akun Instagramnya menerangkan bahwa pertemuan itu adalah silaturahmi kebangsaan membicarakan hal-hal yang baik bagi kemajuan bangsa dan negara. Ia pun menggambarkan pertemuan itu akrab dan diselingi canda tawa.

Sebelum peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo pernah menemui Megawati di kediamannya pada 7 April lalu. Pertemuan ini jadi pertemuan pertama keduanya setelah berbeda pilihan politik di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Apa pun materi pertemuan Megawati dengan utusan Prabowo, lanjut Kunto, pertemuan tersebut menyiratkan peran Megawati yang masih sangat sentral dalam perpolitikan Tanah Air. Meskipun koalisi pemerintah saat ini sudah besar dan solid, Kunto Adi melihat kehadiran PDI-P akan membuat lebih produktif bagi pemerintahan Prabowo.

PDI-P, seperti diketahui, menjadi satu-satunya partai politik yang berada di luar pemerintahan Prabowo. Meski demikian, sikap politik ini akan dibahas lebih lanjut dalam kongres yang akan diselenggarakan tahun ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Willy Medi Christian Nababan
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra