Menyiapkan Talenta Unggul Sains dan Teknologi Melalui Sekolah Garuda

Pembangunan ekonomi Indonesia berbasis sains dan teknologi disiapkan. Sekolah unggulan ditargetkan bisa mengakselerasi penyiapan talenta yang dibutuhkan.

05 Jan 2025 10:07 WIB · Humaniora

Oleh Ester Lince Napitupulu

Talenta unggul dalam bidang sains, teknologi, engineering/teknik, arts/seni, dan matematika atau STEAM disiapkan melalui sekolah unggulan khusus di sejumlah daerah di Indonesia. Para talenta unggul di jenjang SMA Unggulan Garuda menjalani seleksi khusus secara nasional.

Pendidikan di sekolah unggulan Garuda menurut rencana dijalankan dengan kurikulum khusus sebagai bagian dari pendidikan pra-universitas agar tembus di perguruan tinggi ternama di luar negeri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam acara Taklimat Media 2025: Arah dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, di Jakarta, Jumat (3/1/2025), mengatakan, konsep SMA (Sekolah Menengah Atas) Unggulan Garuda berbeda dengan SMA pada umumnya.

Pengembangannya dilakukan oleh pemerintah pusat di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan mendirikan sekolah baru ataupun meningkatkan status sekolah yang sudah ada di daerah-daerah.

Para pelajar SMA Bruderan Purwokerto mengamati aneka peralatan gim dalam acara Seminar dan Workshop Pembelajaran dan Praktikum Fisika-Biologi Berorientasi STEM (Science Technology Engineering Matematics) : Menggunakan Gamifikasi Berbasis Web di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (18/11/2022). Mereka diajak mencintai science lewat permainan.

Satryo memaparkan, para talenta unggul disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di lembaga riset dan pengembangan dan industri. Hal ini bertujuan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya alam yang memberi nilai tambah.

Oleh karena itu, pengembangan talenta unggul juga perlu dibarengi dengan pengembangan industri relevan yang memanfaatkan sains dan teknologi untuk mampu berdaya saing global.

Sementara itu, Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie mengatakan, pengembangan pendidikan SMA Unggulan Garuda untuk mempercepat pengembangan talenta nasional di bidang sains dan teknologi dengan asas pemerataan.

”Segala program sedang disusun dengan saksama. Hal ini untuk keadilan, karena begitu banyak lapisan masyarakat yang belum dapat mengakses pendidikan berkualitas, terutama di bidang STEAM,” ungkap Stella.

Stella menekankan, tak ada dikotomi sekolah favorit dan tak favorit dengan kehadiran SMA Unggulan Garuda. Sekolah ini dibutuhkan karena pembangunan ekonomi perlu didukung talenta dari tiap lapisan menengah dan tinggi. ”Jadi bagaimana talenta dibangun, termasuk untuk mendukung sains dan teknologi,” ujarnya.

Praktik di negara lain

Peningkatan pengajaran dan pembelajaran STEM/STEAM di kalangan siswa dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas menjadi perhatian banyak negara dan dianggap penting.

Quote

Segala program sedang disusun dengan saksama. Hal ini untuk keadilan, karena begitu banyak lapisan masyarakat yang belum dapat mengakses pendidikan berkualitas, terutama di bidang STEAM.

Latar belakang bidang STEM penting bagi banyak karier saat ini dan masa depan sekaligus jadi sarana warga negara memahami dan berpartisipasi dalam dunia yang makin kompleks. Itu mulai dari memahami tantangan keberlanjutan lingkungan hingga menjawab kebutuhan akan sumber energi alternatif.

Laporan National Research Council untuk National Science Foundatian, Amerika Serikat, tahun 2011, bertajuk ”Pendidikan STEM Jenjang TK-12 yang Sukses”, meneliti sekolah-sekolah berfokus pada STEM, serta basis riset lebih luas terkait praktik pendidikan STEM dan sekolah yang efektif secara umum.

Infografik Lulusan STEM dan Penguasaan Internet sebagai Modal Tenaga Kerja AI

Laporan tersebut menawarkan dua set rekomendasi, yang ditujukan untuk sekolah dan distrik, serta untuk para pembuat kebijakan negara bagian dan nasional. Untuk meningkatkan hasil STEM harus dipertimbangkan penerapan sekolah yang berfokus pada STEM.

Ada tiga model untuk sekolah tersebut, yakni sekolah STEM selektif untuk siswa berbakat secara akademis, yang perlu mendaftar untuk masuk; sekolah menengah STEM inklusif, yang sering disebut sebagai ”sekolah magnet”; serta sekolah dan program dengan pendidikan karier dan teknis berfokus pada STEM.

Luangkan waktu dan sumber daya pengajaran yang memadai untuk sains di kelas K-5. Pastikan kurikulum STEM mereka difokuskan pada topik terpenting dalam tiap disiplin ilmu, ketat, dan diartikulasikan sebagai rangkaian topik dan kinerja. Meningkatkan kapasitas guru K-12.

Upaya lain ialah memberi pemimpin instruksional pengembangan profesional untuk menciptakan kondisi sekolah yang mendukung prestasi siswa. Organisasi pendidikan dan pembuat kebijakan di negara bagian dan nasional harus meningkatkan sains pada kepentingan sama dengan membaca dan matematika.

Hal tak kalah penting ialah mengembangkan sistem penilaian efektif selaras dengan standar sains generasi berikutnya dan menekankan praktik sains daripada sekadar mengingat fakta. Hal itu dibarengi investasi dukungan koheren, terfokus, dan berkelanjutan bagi guru STEM serta mendukung bidang utama untuk riset masa depan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ester Lince Napitupulu
 | 

Editor:

Evy Rachmawati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji