Selain OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Juga Tangkap 10 Orang

Komisi Pemberantasan Korupsi memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum kesebelas orang tersebut.

21 Agt 2025 12:17 WIB · Politik & Hukum

Oleh Willy Medi Christian Nababan

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK ternyata tidak hanya menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan atau Wamenaker Immanuel Ebenezer dalam operasi tangkap tangan atau OTT di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Tim penindakan KPK mengamankan total 11 orang dalam operasi yang berkaitan dengan dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan, selain Immanuel Ebenezer, timnya juga mengamankan 10 orang lainnya. Namun, ia belum merinci siapa saja dan dari unsur mana kesepuluh orang tersebut berasal.

”Sepuluh orang,” ujar Fitroh saat ditanya jumlah pihak lain yang turut diamankan.

Lebih lanjut, Fitroh juga membeberkan modus dugaan pemerasan yang menjadi dasar operasi senyap kali ini. Menurut dia, pemerasan tersebut dilakukan terhadap sejumlah perusahaan yang tengah mengurus sertifikasi K3.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer berjalan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Presiden Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya menyampaikan pidato kenegaraan serta Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 pada Sidang Tahunan MPR.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

15-08-2025

”Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” kata Fitroh.

Sebelumnya, Fitroh membenarkan penangkapan Wamenaker Immanuel Ebenezer. Hingga kini, para pihak yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum kesebelas orang tersebut. Keterangan resmi mengenai konstruksi perkara, para tersangka, dan barang bukti yang disita akan diumumkan dalam konferensi pers yang akan segera dijadwalkan.

Rekam jejak

Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, dikenal luas di kancah politik nasional bukan sebagai birokrat karier, melainkan sebagai seorang aktivis dan ketua kelompok relawan. Namanya meroket sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (JoMan), salah satu organ pendukung Presiden Joko Widodo yang paling vokal.

Gaya komunikasinya yang lugas dan kerap melontarkan pernyataan-pernyataan politik yang keras membuat JoMan menjadi salah satu kelompok relawan yang paling disorot media. Meski awalnya merupakan pendukung setia, Noel bersama JoMan tak jarang melayangkan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Sebelum menjabat sebagai wakil menteri ketenagakerjaan, Noel menduduki posisi di lingkungan BUMN. Ia tercatat pernah menjabat sebagai komisaris utama di PT Mega Eltra, anak usaha dari BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero). Kariernya yang melesat dari panggung relawan hingga menduduki jabatan strategis di BUMN dan kementerian kerap menjadi sorotan publik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Willy Medi Christian Nababan
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto