Lomba lari Semarang 10K 2024 bakal digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2024). Bagaimana perjalanan lomba tersebut dari tahun ke tahun?
13 Des 2024 07:00 WIB · Olahraga
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2018, lomba lari Semarang 10K terus bertumbuh. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta lomba dengan jarak 10 kilometer di Kota Semarang, Jawa Tengah, itu menunjukkan tren meningkat. Selain itu, secara umum, waktu finis para pelari di lomba tersebut juga menjadi lebih cepat.
Semarang 10K merupakan lomba lari hasil kerja sama Pemerintah Kota Semarang, harian Kompas, dan sejumlah pihak lain. Sejauh ini, lomba tersebut telah digelar sebanyak empat kali, yakni pada tahun 2018, 2019, 2022, dan 2023. Pada 2020 dan 2021, lomba itu tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19.
Tahun ini, Semarang 10K bakal digelar pada Minggu (15/12/2024) dengan mengangkat tema ”Step Up Your Limit”. Lomba yang didukung oleh Le Minerale sebagai sponsor utama itu ditargetkan diikuti sekitar 2.500 peserta. Target jumlah peserta itu meningkat dibanding di tahun-tahun sebelumnya yang sekitar 2.000 orang.
Dalam penyelenggaraan Semarang 10K selama beberapa tahun terakhir, tampak tren kenaikan jumlah pelari yang berpartisipasi. Hal itu diketahui berdasarkan jumlah peserta yang tercatat dalam race result atau hasil lomba resmi Semarang 10K yang bisa diakses secara terbuka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/30/b64348e4-9265-4387-971f-77820950f447_jpg.jpg)
Berdasarkan penelusuran Kompas, hasil lomba Semarang 10K tahun 2018, 2019, dan 2023 bisa ditemukan di situs Scorenow.co.id, sedangkan hasil lomba tahun 2022 tersedia di Sportsplits.com. Pada 2018 atau tahun pertama penyelenggaraan Semarang 10K, jumlah peserta yang tercatat di hasil lomba sebanyak 1.537 orang.
Sementara itu, jumlah peserta Semarang 10K pada 2019 sebanyak 1.700 orang atau meningkat 10,61 persen dibanding tahun 2018. Pada 2022, kembali terjadi peningkatan jumlah peserta sebesar 18,82 persen sehingga menjadi 2.020 orang. Adapun pada 2023 jumlah peserta menurun 1,04 persen menjadi 1.999 orang. Meski begitu, jumlah peserta pada 2023 masih lebih banyak dibanding di tahun 2018.
Di sisi lain, jumlah pelari yang berhasil finis dalam Semarang 10K menunjukkan tren peningkatan secara konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2018, jumlah pelari yang finis di Semarang 10K sebanyak 1.523 orang, tahun 2019 1.700 orang, di 2022 sebanyak 1.813 orang, dan pada 2023 sebanyak 1.930 orang.
Seperti pada umumnya lomba, tidak semua peserta yang terdaftar di Semarang 10K berhasil finis atau menyelesaikan lomba. Berdasarkan penelusuran Kompas di data race result Semarang 10K, terdapat sejumlah pelari yang namanya tercantum sebagai peserta, tetapi tidak memiliki catatan waktu. Mereka yaitu pelari yang tercatat sebagai peserta, tetapi tidak berhasil finis.
Pelari yang tak finis itu terbagi ke dalam beberapa kategori, yakni DNS (did not start) atau mereka yang tercatat sebagai peserta, tetapi tidak mengikuti lomba sejak awal, DNF (did not finish) atau mengikuti lomba, tetapi tidak berhasil menyelesaikan lomba, DQ (disqualification) atau peserta yang didiskualifikasi, serta COT (cut off time) atau peserta menyelesaikan lomba melebihi batas waktu.
Selama empat kali penyelenggaraan Semarang 10K, jumlah pelari yang tidak finis terbanyak terjadi pada 2022. Saat itu, terdapat 207 orang yang terdaftar sebagai peserta, tetapi tidak menyelesaikan lomba. Jumlah itu mencakup 10,25 persen dari total peserta dan terdiri dari pelari berstatus DNS, DNF, dan DQ.
Pada 2018, jumlah pelari yang tidak finis sebanyak 14 orang atau 0,91 persen dari total peserta, sedangkan jumlah pelari yang tak finis di 2023 mencapai 69 orang atau 3,45 persen. Adapun pada 2019, semua pelari yang tercatat di data race result berhasil finis.
Yang menarik, tren peningkatan jumlah peserta yang berhasil finis di Semarang 10K ternyata diikuti oleh tren percepatan waktu finis para pelari. Hal ini terlihat dari median atau nilai tengah dari catatan waktu para peserta Semarang 10K selama empat tahun penyelenggaraannya.
Median waktu finis para pelari Semarang 10K yaitu 1 jam 20 menit 6 detik pada 2018, lalu 1 jam 16 menit 19 detik tahun 2019, kemudian 1 jam 16 menit 49 detik pada 2022, dan 1 jam 13 menit 54 detik di 2023.
Meski sempat ada perlambatan pada tahun 2022, secara umum bisa dikatakan terjadi percepatan waktu finis di Semarang 10K. Bahkan, median waktu finis tahun 2023 lebih cepat sekitar 6 menit dibanding kondisi di 2018.
Hasil analisis lebih dalam menunjukkan, tren percepatan waktu finis itu terjadi pada pelari putra ataupun putri. Untuk pelari putra, median waktu finisnya yaitu 1 jam 16 menit 40 detik pada 2018, kemudian 1 jam 13 menit 22 detik tahun 2019, selanjutnya 1 jam 13 menit 24 detik pada 2022, dan 1 jam 10 menit 19 detik di 2023.
Adapun median waktu finis pelari putri yaitu 1 jam 28 menit 52 detik pada 2018, lalu 1 jam 25 menit 27 detik tahun 2019, kemudian 1 jam 25 menit 32 detik pada 2022, dan 1 jam 21 menit 14 detik di 2023. Sebagai catatan, terdapat enam pelari yang tidak disertai keterangan jenis kelamin pada 2023 sehingga data catatan waktu mereka tidak diikutsertakan dalam penghitungan median waktu finis berdasarkan jenis kelamin.
Waktu finis yang makin cepat juga terlihat dari hasil analisis terhadap pengelompokan catatan waktu para pelari. Dari tahun ke tahun, jumlah pelari yang berhasil finis dalam waktu 40 menit hingga 50 menit meningkat. Sebaliknya, jumlah pelari dengan catatan waktu lebih lambat, yakni 1 jam 30 menit hingga 1 jam 40 menit, menurun dari tahun ke tahun.
Race Director Semarang 10K 2024, Riefa Istamar, menilai, percepatan waktu finis itu tak lepas dari makin digandrunginya olahraga lari di Indonesia. Seiring dengan itu, makin banyak orang yang berlatih lari dengan benar, termasuk memperhatikan nutrisi dan waktu istirahat. Bahkan, sebagian dari mereka menyewa pelatih khusus untuk meningkatkan performa lari.
”Secara umum, finish time bukan hanya di 10 kilometer, tetapi mungkin di jarak-jarak yang lebih jauh itu jadi lebih cepat,” kata Riefa saat diwawancarai secara daring, Rabu (11/12/2024).
Tren peningkatan jumlah peserta dan percepatan waktu finis itu tentu diharapkan berlanjut pada Semarang 10K 2024. Apalagi, kuota peserta lomba tahun ini bertambah. Namun, peningkatan jumlah peserta tentu harus dibarengi dengan peningkatan keamanan dan kenyamanan para pelari.
Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah sterilisasi jalur karena rute Semarang 10K melewati sejumlah ruas jalan utama di Semarang. Riefa mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait sterilisasi rute Semarang 10K.
”Di beberapa titik krusial, kemarin kami sudah survei dengan dinas perhubungan dan instansi lainnya supaya bisa lebih diperkuat rekayasa lalu lintas dan ditambah personel supaya bisa membuat rute jadi nyaman untuk peserta Semarang 10K,” kata Riefa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/17/4bfab5e0-ca94-41eb-98ab-58cf00e3590d_jpg.jpg)
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Semarang 10K telah dinantikan oleh warga Semarang ataupun para pelari di seluruh Indonesia. Pemerintah Kota Semarang pun berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan lomba itu.
”Ada masukan dari pelari terkait hal-hal yang perlu ditambah atau dibenahi, itu nanti akan kami perbaiki,” kata Hevearita dalam acara peluncuran Semarang 10K pada 30 Oktober 2024 (Kompas.id, 30/10/2024).
Selamat berlomba untuk para peserta Semarang 10K. Semoga meraih catatan waktu terbaik!
Penulis:
Haris FirdausEditor:
Maria Susy Berindra